Rabu, 18 Mei 2022

Review materi tema 7

  

Materi Ajar Tema 7 subtema 2 Pembelajaran 3&4 

 


 Hari/Tanggal : Rabu/18 Mei 2022

Tema : 7 Indahnya Keragaman Negeriku

Subtema : 2 ( Indahnya Keragaman budaya di negriku) 

Pembelajaran : 3 & 4

Alokasi Waktu : 1 x pertemuan


Tujuan Pembelajaran 3:

1.  Setelah berdiskusi kelompok, siswa mampu menjelaskan tentang bentuk, bahan pembuat, dan keunikan dari rumah adat daerah mereka dengan tepat.

2.Setelah mengamati gambar beberapa rumah adat di Indonesia, siswa mampu menceritakan daerah asal dan keunikan dari setiap rumah adat dengan tepat.

Tujuan pembelajaran 4:

1. Setelah mengamati beberapa gambar pakaian adat, siswa mampu menuliskan keunikan dari setiap pakaian adat yang diamatinya dengan tepat.

2. Setelah berdiskusi, siswa dapat menjelaskan tindakan untuk melestarikan pakaian adat di Indonesia dengan benar



Rumah Adat Suku Manggarai

Suku bangsa Manggarai tinggal di Kabupaten Manggarai, Flores Barat, Nusa
Tenggara Timur. Di wilayah Kabupaten Manggarai terdapat sebuah kampung
adat bernama Waerebo. Waerebo terletak di sebuah lembah di barat daya kota
Ruteng. Saat ini Waerebo menjadi tujuan wisata.


Di Waerebo terdapat tujuh rumah adat Manggarai, satu di antaranya rumah 
adat Gendang yang biasa disebut Mbaru Niang. Rumah Gendang berbentuk kerucut dengan ketinggian mencapai 15 meter. Dinding rumah terbuat dari kayu dan bambu. Atapnya terbuat dari ijuk yang disebut wunut. Setiap bagian 
rumah direkatkan dengan menggunakan rotan dan tanpa paku sama sekali.


Mbaru Niang terdiri atas lima lantai. Setiap lantai rumah Mbaru Niang memiliki
ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda sebagai berikut.
1. Tingkat pertama disebut lutur. Ruangan di tingkat ini digunakan sebagai tempat tinggal dan berkumpul dengan keluarga.
2. Tingkat kedua berupa loteng dan disebut lobo berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan barang-barang sehari-hari.
3. Tingkat ketiga disebut lentar. Tingkat ini digunakan untuk menyimpan benih-benih tanaman pangan, seperti benih jagung, padi, dan kacang￾kacangan.
4. Tingkat keempat disebut lempa rae disediakan untuk menyimpan bahan makanan apabila terjadi kekeringan.
5. Tingkat kelima disebut hekang kode untuk tempat sesajian persembahan kepada leluhur.

Keragaman Rumah Adat di Indonesia

Keragaman suku bangsa juga berpengaruh terhadap bentuk rumah adat. 
Rumah adat umumnya dibangun menyesuaikan kondisi bentang alam wilayah setempat. Keragaman bentuk rumah adat mencerminkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia sebagai arsitek andal. Tidak hanya unik, bentuk 
rumah adat mengandung makna dan simbol tertentu. Semua itu disesuaikan adat istiadat tiap-tiap daerah. Keragaman rumah adat di Indonesia sebagai berikut.









Pembelajaran 4

Ragam Pakaian Adat di Indonesia

Perbedaan kondisi geografis wilayah Indonesia mendorong berkembangnya pakaian adat. Bagi bangsa Indonesia, pakaian adat termasuk salah satu kekayaan budaya. Penduduk daerah biasanya mengenakan pakaian adat dalam peringatan peristiwa atau acara tertentu. Contohnya pakaian adat dikenakan saat acara pernikahan atau tradisi adat daerah setempat.
Di beberapa daerah, pakaian adat dikelompokkan sesuai kedudukan atau
status pemakainya dalam masyarakat. Contohnya pakaian raja, kepala suku,
atau bangsawan berbeda dengan pakaian adat rakyat biasa.

Apa saja nama-nama pakaian adat di Indonesia? Berikut beberapa nama pakaian adat di Indonesia.



Baca lah teks berikut ini. 

Keunikan Pakaian Adat Wanita Minangkabau



Setiap daerah mempunyai pakaian adat. Begitu pula dengan daerah Minang di Sumatra Barat. Pakaian adat bagi wanita Minang sering disebut
Limpapeh Rumah Nan Gadang.
Pakaian adat Limpapeh Rumah Nan Gadang ini terdiri atas beberapa bagian. 

Setiap bagian memiliki keunikan masing-masing. Berikut ini adalah bagian-bagian dari Pakaian adat Limpapeh Rumah Nan Gadang.
Bagian paling atas adalah penutup kepala berbentuk runcing (gonjong) menyerupai bentuk atap rumah Minangkabau. Penutup kepala ini disebut tingkuluak. Namun, para pengantin biasanya memakai hiasan yang disebut suntiang

Selanjutnya adalah baju adat yang disebut baju batabue. Baju ini penuh dengan hiasan benang emas yang melambangkan kekayaan alam
Minangkabau. Corak hiasan benang emas beragam. Pada pinggir baju ada batas yang diberi benang emas dan disebut minsie. Baju bagian bawah berupa kain atau sarung yang disebut lambak. Kain sarung dapat berupa kain tenun atau kain songket. Wanita Minang juga mengenakan selendang yang disebut
salempang

Sebagai pelengkap, pakaian adat ini juga dilengkapi dengan perhiasan.
Perhiasan yang dikenakan berupa gelang dan kalung. Gelang biasa disebut galang. Kalung biasa disebut dukuah. 

Kamis, 12 Mei 2022

Materi Ajar Kamis 12 Mei 2022

 


 Hari/Tanggal                : Kamis, 12 Mei 2022

Tema                            : 6 ( Cita-citaku)

Pembelajaran              : Bahasa Indonesia dan IPA

Alokasi Waktu             : 1 x Pertemuan 


Kompetensi Dasar ( KD) dan Tujuan Pembelajaran :

KD PKN 

3.3 Menjelaskan manfaat keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan

KD Bahasa Indonesia 

3.6  Menggali isi dan amanat puisi yang disajikan secara lisan  dan  tulis dengan tujuan untuk kesenangan

KD IPA

3.2 Membandingkan siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup serta mengaitkan dengan upaya pelestariannya.

BAHASA INDONESIA

Puisi adalah sebuah karya sastra yang tersusun dalam bentuk bait-bait. Di dalam puisi juga mengandung sebuah rima. Rima adalah persamaan bunyi di akhir baris sebuah puisi. Nama lain dari rima adalah sajak.

Puisi memiliki ciri, yaitu tersusun dari baris dan bait, serta bahasanya terikat oleh irama dan rima.
  1. Baris dan bait. Puisi biasanya tersusun dalam bentuk bait- bait, dalam suatu bait puisi terdapat beberapa baris kata atau kalimat.
  2. Irama dan rima. Irama adalah keselarasan bunyi pada puisi yang dibentuk oleh pergantian tekanan kata. Irama berhubungan dengan panjang pendeknya bunyi serta kemerduan bunyi saat membacakan puisi.Rima adalah persamaan bunyi yang ada dalam baris- baris puisi.

Penyair adalah sebutan bagi orang yang mengarang syair (puisi) atau sajak. Penyair disebut juga pujangga. Salah satu penyair Indonesia adalah Chairil Anwar. Secara umum, puisi dibedakan menjadi 2 macam, yaitu puisi lama dan puisi baru.

Puisi Lama
Puisi lama adalah jenis puisi yang masih terikat erat dengan kaidah dan aturan penulisan sebuah puisi. Kaidah dan aturan yang dimaksud antara lain: jumlah suku kata dalam tiap baris dan jumlah baris di tiap bait. Beberapa contoh yang termasuk puisi lama adalah pantun, syair, gurindam, karmina dan talibun.

Ciri ciri dari puisi lama antara lain:
  1. Bersifat anonim, atau tidak diketahui siapa pengarangnya.
  2. Berupa sastra lisan karena disampaikan dari mulut ke mulut bukan ditulis.
  3. Sangat terikat oleh aturan dan kaidah yang berlaku.

Puisi Baru
Puisi baru adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat oleh kaidah dan aturan yang berlaku. Biasanya bentuknya lebih bebas jika dibandingkan dengan puisi lama. Contoh puisi baru antara lain: balada, himne, ode, epigram dan elegi.

Ciri Ciri dari puisi baru, antara lain:
  1. Mempunyai bentuk rapi atau bersifat simetris.
  2. Mempunyai rima yang lebih teratur.
  3. Umumnya berbentuk empat seuntai.
  4. Terdiri dari kesatuan sintaksis atau gatra.
  5. Di setiap gatra terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.

Jenis jenis rima pada puisi, antara lain:
  1. Rima terus atau kembar memiliki rima a – a – a – a.
  2. Rima pasangan memiliki rima a – a – b – b.
  3. Rima silang memiliki rima a – b – a – b.
  4. Rima peluk memiliki rima a – b – b – a.

Langkah-langkah Menulis Puisi:
Ada beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk memulai menulis puisi. Beberapa langkah dalam menulis puisi antara lain sebagai berikut :
Menentukan topik utama dan judul
Menentukan kata kunci yang akan digunakan
Menentukan ide pokok untuk setiap bait
Menuangkan ide pokok-ide pokok ke dalam bait-bait dengan memperhatikan gaya bahasa, diksi, dan rima
Mengembangkan puisi seindah mungkin

Hal yang harus Diperhatikan dalam Menulis Puisi:
Anda menulis puisi karena ingin melukiskan dan menceritakan suatu objek yang ada dalam pikirannya. Agar objek dapat terlukiskan dengan baik maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain sebagai berikut :
Bahasa yang digunakan harus ringkas, padat, dan indah
Kata-kata yang dipilih memiliki bunyi yang indah dan merdu saat dibaca
Makna kata bisa menimbulkan banyak arti, harus disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan
Mengandung imajinasi mendalam tentang topik yang dibicarakan
Deklamasi Puisi: Membaca puisi tanpa membawa teks dengan diiringi lagu, dikuatkan dengan ekspresi dan gerak tubuh yang sesuai dengan makna puisi tersebut.

Menentukan Amanat Puisi
Amanat Puisi merupakan pesan yang disampaikan penulis puisi kepada pembaca. Dalam puisi, amanat dan isi pesan moral kebanyakan bersifat subjektif, karena tergantung dari tafsiran pembaca. Pesan moral yang paling tepat tentunya berasal dari penulis atau pembuat puisi, karena dia lebih tahu mengenai pesan yang ingin disampaikannya kepada pembaca atau pendengarnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mendeklamasikan Puisi:
Saat mendeklamasikan sebuah puisi ada hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain yaitu: ekspresi wajah, lafal, intonasi, irama, dan gerak tubuh.

1. Ekspresi Wajah
2. Lafal
3. Intonasi
4. Irama
5. Gerak Tubuh


Langkah-langkah Mendeklamasikan Puisi:
Mendeklamasikan puisi berarti menyajikan puisi dengan gerak dan ekspresi wajah yang tepat. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan agar pembacaan puisi bisa dilakukan dengan baik :
Pahami isi puisi
Tentukan nuansa pembacaan puisi, apakah gembira atau sedih
Berlatih mengucapkan kata-kata sulit yang terdapat dalam puisi
Berlatih dengan mengombinasikan puisi, ekspresi, gerak tubuh, dan lagu pengiring

Contoh menentukan jeda :
Kau // adalah / para penyelamat negeri //

Arti tanda jeda :
Tanda / berhenti sebentar untuk bernafas , biasanya pada koma ataudi tengah baris.
Tanda // berhenti agak lama, biasanya tanda koma di akhir pada komadi akhir baris yang masih berhubungan dengan baris berikutnya.
Tanda /// berhenti lama sekali biasanya pada titik baris terakhir atau pada akhir puisi.

IPA

Pertumbuhan adalah perubahan bentuk tubuh karena adanya pertamabahan tinggi dan berat badan. Perkembangan adalah proses pematanagn fungsi alat tubuh seperti alat perkembangbiakan, kemampuan gerak, kemampuan berbicara, dan kemampuan berfikir.

Siklus hidup atau daur hidup hewan adalah perubahan bentuk tubuh hewan yang mengalami perubahan pada setiap tahap pertumbuhan. Dalam siklus hidup atau daur hidup ada yang mengalami metamorfosis dan ada yang tidak mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah daur hidup hewan yang mengalami perubahan bentuk.

Contoh hewan yang tidak mengalami metamorfosis antara lain: sapi, kucing, kelinci, tikus dan juga ayam.

Secara umum metamorfosis dibedakan menjadi 2, yakni metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis sempurna adalah daur hidup pada hewan yang mengalami tahap pupa atau kepompong. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, antara lain: lalat, katak, nyamuk dan kupu-kupu.

Berikut ini bentuk daur hidup metamorfosis sempurna, antara lain:
Lalat : telur –> larva/belatung –> kepompong –> lalat.
Nyamuk : telur –> jentik-jentik/tempayak –> pupa –> nyamuk.
Kupu – kupu : telur –> ulat –> kepompong –> kupu – kupu.
Katak : telur –> berudu –> berudu berkaki –> katak

Metamorfosis tak sempurna adalah metamorfosis yang tidak mengalami tahap pupa atau kepompong. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, antara lain: lipas/kecoa, capung, jangkrik, dan belalang. Secara umum urutan daur hidup tidak sempurna, yaitu: telur —> nimfa —> imago (hewan dewasa).


Tahapan pertumbuhan hewan dari kecil sampai dewasa disebut daur hidup hewan. Hewan yang mengalami perubahan bentuk tubuh dalam daur hidupnya dikatakan mengalami proses metamorfosis .

Perbedaaan metamorfosis sempurna dapat dilihat dari proses daur hidup yang dialami pada hewan.
Bentuk Fisiologis yang Berbeda. Metamorfosis sempurna bentuk tubuh hewan tersebut saat lahir atau menetas sangat berbeda dengan bentuk dewasa. Sementara itu, metamorfosis tidak sempurna adalah proses daur hidup hewan yang menyebabkan bentuk tubuh hewan tersebut saat lahir atau menetas tidak mengalami perubahan besar di bentuk dewasa.
Tahapan Metamorfosis. Tahapan metamorfosis sempurna yakni sebagai berikut: Telur --> Larva --> Pupa/Kepompong --> Dewasa. Sementara itu, tahapan metamorfosis tidak sempurna yakni sebagai berikut: Telur --> Nimfa --> Dewasa