Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Senin / 27 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1
Materi: Mengenal manfaat mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 3
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πΉCP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
πΉTP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga.
Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengenal manfaat contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga yang kerap ditemui dikehidupan sehari-harinya.
Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan manfaat contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga dengan kehidupan sehari-hari.
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat menerapkan dan mengenal manfaat contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.
πΉATP
Peserta didik mampu mengenal manfaat contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga.
Model/Metode pembelajaran: Problem Based Learning
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test
πΉMateri Pendidikan Pancasila
A. Apa Itu Aturan di Keluarga?
Aturan di keluarga adalah aturan yang dibuat dan disepakati untuk dilakukan oleh anggota keluarga di rumah.
Aturan dibuat agar keluarga dapat hidup tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Contohnya:
π Di rumah
Mengucapkan salam ketika masuk rumah.
Meletakkan sepatu pada tempatnya.
Merapikan mainan setelah bermain.
Membantu membersihkan rumah.
Meminta izin sebelum pergi bermain.
Tidur tepat waktu.
B. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Kita harus mematuhi aturan karena aturan membuat kehidupan keluarga menjadi lebih baik.
Dengan mematuhi aturan:
✅ Rumah menjadi lebih rapi. ✅ Keluarga menjadi lebih tertib. ✅ Kita belajar disiplin. ✅ Kita belajar bertanggung jawab. ✅ Keluarga menjadi lebih nyaman dan rukun.
π· C. Manfaat Mematuhi Aturan di Keluarga
Mematuhi aturan memiliki banyak manfaat.
1. π‘ Rumah menjadi lebih tertib
Jika semua anggota keluarga mematuhi aturan, kegiatan di rumah menjadi lebih teratur.
Contoh:
Setelah bermain, kita merapikan mainan. Rumah menjadi rapi.
2. ❤️ Keluarga menjadi lebih nyaman
Aturan membantu setiap anggota keluarga merasa nyaman.
Contoh:
Kita berbicara dengan suara yang lembut sehingga tidak mengganggu anggota keluarga lain.
3. π‘️ Menjaga keselamatan
Beberapa aturan dibuat agar kita tetap aman.
Contoh:
Meminta izin kepada orang tua sebelum bermain di luar rumah dapat membantu menjaga keselamatan kita.
4. ⏰ Belajar disiplin
Mematuhi aturan membantu kita belajar melakukan sesuatu tepat waktu.
Contoh:
Bangun pagi dan tidur tepat waktu membuat kegiatan sehari-hari lebih teratur.
5. π€ Hubungan keluarga menjadi lebih harmonis
Mematuhi aturan menunjukkan bahwa kita menghargai anggota keluarga.
Contoh:
Mendengarkan nasihat orang tua dengan baik membuat hubungan dalam keluarga menjadi lebih baik.
6. π± Belajar bertanggung jawab
Mematuhi aturan mengajarkan kita bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.
Contoh:
Setelah menggunakan mainan, kita bertanggung jawab untuk merapikannya kembali.
D. Contoh Aturan dan Sikap Mematuhinya
Aturan
Sikap Kita
Merapikan tempat tidur
Merapikan tempat tidur setelah bangun
Menyimpan mainan
Mengembalikan mainan ke tempatnya
Meminta izin
Meminta izin kepada orang tua
Membantu orang tua
Membantu sesuai kemampuan
Tidur tepat waktu
Bersiap tidur sesuai waktu
Berbicara sopan
Menggunakan kata-kata yang baik
D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Pagi hari
Ibu meminta Rani merapikan tempat tidur setelah bangun.
Rani segera merapikan tempat tidurnya.
➡️ Rani mematuhi aturan keluarga.
Saat bermain
Budi selesai bermain dengan mobil-mobilannya. Ia kemudian memasukkan semua mainan ke dalam kotak.
➡️ Budi bertanggung jawab dan mematuhi aturan.
Saat ingin bermain di luar
Siti ingin bermain bersama teman. Sebelum pergi, Siti meminta izin kepada ibu.
➡️ Siti mematuhi aturan keluarga.
E. Jika Tidak Mematuhi Aturan
Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi hal-hal yang tidak baik.
Contoh:
Mainan tidak dirapikan → rumah menjadi berantakan.
Tidak tidur tepat waktu → bangun kesiangan.
Tidak meminta izin → orang tua menjadi khawatir.
Tidak membantu keluarga → pekerjaan rumah menjadi lebih berat.
Karena itu, kita harus membiasakan diri mematuhi aturan
πΉKesimpulan
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh anggota keluarga di rumah. Aturan dibuat agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Contohnya adalah merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, membantu orang tua, berbicara sopan, meminta izin sebelum pergi, dan tidur tepat waktu. Aku akan mematuhi aturan di rumah agar keluargaku hidup rukun dan nyaman.
Post Test
1. Aturan dibuat agar kehidupan menjadi .... A. kacau B. tertib C. berantakan
2. Setelah bermain, sebaiknya kita .... A. meninggalkan mainan B. membuang mainan C. merapikan mainan
3. Sebelum pergi bermain, kita sebaiknya .... kepada orang tua. A. meminta izin B. berteriak C. bersembunyi
4. Mematuhi aturan membuat rumah menjadi .... A. tidak nyaman B. nyaman C. berantakan
5. Tidur tepat waktu mengajarkan kita untuk .... A. disiplin B. malas C. ceroboh
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Bahasa Indonesia
Hari/ Tanggal: Senin / 28 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan
Pertemuan ke: 11
π«CP:
Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
π«TP:
Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat secara sadar menemukan pendapat sederhana dalam percakapan dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.
Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan menemukan pendapat sederhana dalam percakapan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.
π«ATP
Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test
π«Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran dan Soal post test
π«Materi Bahasa Indonesia
π· A. Apa Itu Pendapat?
Pendapat adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sesuatu.
Setiap orang boleh memiliki pendapat yang berbeda. Kita harus menghargai pendapat orang lain.
Contoh:
“Menurutku, bermain di taman itu menyenangkan.”
“Aku suka warna merah karena terlihat cerah.”
“Menurut saya, membaca buku itu seru.”
Kalimat seperti “menurutku”, “menurut saya”, “aku suka”, atau “menurut pendapatku” dapat menunjukkan pendapat.
π¬ B. Apa Itu Percakapan?
Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih.
Contoh percakapan:
Rani: “Menurutku, bunga mawar itu indah.” Siti: “Kalau aku, aku lebih suka bunga melati.”
Pada percakapan tersebut:
Pendapat Rani: Bunga mawar itu indah.
Pendapat Siti: Siti lebih suka bunga melati.
π C. Cara Menemukan Pendapat dalam Percakapan
Untuk menemukan pendapat, kita dapat melakukan beberapa langkah:
1. Dengarkan percakapan dengan baik. π Dengarkan apa yang dikatakan setiap orang.
2. Cari kalimat yang menunjukkan pikiran atau kesukaan. Contohnya:
“Menurutku…”
“Aku suka…”
“Menurut saya…”
“Menurut pendapatku…”
3. Perhatikan isi kalimatnya. Tanyakan kepada diri sendiri:
π “Apa yang dipikirkan atau disukai orang tersebut?”
4. Sebutkan pendapatnya.
π D. Contoh Percakapan
Dina: “Menurutku, belajar sambil bermain itu menyenangkan.”
Beni: “Aku juga suka belajar sambil bermain.”
Dina: “Kalau begitu, kita belajar bersama, ya!”
Pertanyaan:
Siapa yang mengatakan pendapat? Jawaban: Dina.
Apa pendapat Dina? Jawaban: Belajar sambil bermain itu menyenangkan.
Apakah Beni memiliki pendapat yang sama? Jawaban: Ya.
π‘ E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Percakapan 1
Ibu: “Menurutmu, bagaimana halaman rumah kita?”
Alya: “Menurutku, halaman kita indah karena banyak bunga.”
π Pendapat Alya: Halaman rumah indah karena banyak bunga.
Percakapan 2
Andi: “Aku suka bermain sepak bola.”
Raka: “Kalau aku lebih suka bermain bola basket.”
π Pendapat Andi: Ia suka bermain sepak bola. π Pendapat Raka: Ia lebih suka bermain bola basket.
π‘ F. Pendapat Bisa Berbeda
Tidak semua orang memiliki pendapat yang sama.
Contoh:
Lina: “Menurutku, warna biru sangat bagus.”
Maya: “Menurutku, warna merah lebih bagus.”
Keduanya memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.
Kita harus:
π mendengarkan pendapat orang lain,
π menghargai pendapat teman,
π£️ menyampaikan pendapat dengan sopan,
❤️ tidak mengejek pendapat orang lain.
πΊKesimpulan
Pendapat adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sesuatu. Pendapat dapat ditemukan dalam percakapan dengan cara mendengarkan dan memperhatikan kalimat yang disampaikan. Kata seperti “menurutku”, “menurut saya”, dan “aku suka” sering digunakan untuk menyampaikan pendapat. Setiap orang boleh memiliki pendapat yang berbeda. Kita harus mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain serta menyampaikan pendapat dengan sopan.
✏️ Post Test
1. “Menurutku, boneka itu lucu sekali.” Kalimat tersebut merupakan .... A. pendapat B. pertanyaan C. perintah
2. “Ayam goreng makanan kesukaanku.” Kalimat tersebut menunjukkan .... A. pendapat B. larangan C. perintah
3. “Menurutku, Syahla anak yang baik.” Pendapat dalam kalimat tersebut adalah .... A. syahla anak yang pintar B. syahla anak yang ceria C. syahla anak yang baik
4. Saat teman menyampaikan pendapat, sebaiknya kita .... A. mengejek B. berteriak C. mendengarkan
5. Pendapat setiap orang dapat .... A. berbeda B. selalu sama C. tidak boleh berbeda
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Kokulikuler
Hari/ Tanggal: Jumat / 25 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal seni kolase dengan tema budaya Lampung
Pertemuan ke: 10
π«Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«CP:
Mengenal identitas Budaya Lampung
π«TP:
Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung
Mindfull (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan panggilan dalam budaya lampung dikehidupan sehari-hari.
Meaningfull (Bermakna) :
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan panggilan dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Joyfull (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai panggilan dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).
π«Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
Peserta didik membuat kolase gambar siger atau motif kain tapis Lampung dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.
Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual
π« Materi Kokulikuler
1. Pengertian Kolase
Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau bidang sehingga menjadi karya yang indah dan menarik.
Bahan untuk membuat kolase dapat berupa:
Kertas warna
Kertas origami
Potongan kain
Daun kering
Biji-bijian
Kapas
Sedotan atau bahan sederhana lainnya
2. Kolase Budaya Lampung
Kolase budaya Lampung adalah karya kolase yang menggunakan gambar atau motif yang berkaitan dengan budaya Lampung.
Contoh objek budaya Lampung yang dapat dibuat menjadi kolase:
π Siger Lampung
π Rumah adat Lampung
π§΅ Kain Tapis
πΊ Motif hias Lampung
π Pakaian adat Lampung
3. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dapat digunakan:
Pola gambar siger atau motif budaya Lampung
Kertas warna/origami
Lem
Gunting
Pensil
Krayon atau pensil warna
Potongan kain atau bahan alam jika tersedia
4. Langkah-Langkah Membuat Kolase
Langkah 1: Pilih gambar budaya Lampung yang ingin dibuat, misalnya siger.
Langkah 2: Siapkan berbagai bahan dengan warna dan tekstur yang berbeda.
Langkah 3: Gunting atau sobek bahan menjadi potongan-potongan kecil.
Langkah 4: Oleskan lem pada bagian gambar secara perlahan.
Langkah 5: Tempelkan potongan bahan hingga seluruh bagian gambar terisi.
Langkah 6: Rapikan tempelan agar kolase terlihat indah.
Langkah 7: Tunjukkan hasil karya dan ceritakan secara sederhana tentang kolase yang dibuat.
5. Hal yang Perlu Diperhatikan
Saat membuat kolase, kita harus:
Menggunakan alat dengan hati-hati.
Menggunakan lem secukupnya.
Menempel bahan dengan rapi.
Memadukan warna dengan menarik.
Menjaga kebersihan tempat belajar.
Berani berkreasi dengan bahan yang tersedia.
π«Evaluasi
Membuat Kolase Siger Lampung
π«Kesimpulan
Kolase merupakan karya seni dengan teknik menempel. Kita dapat membuat kolase dengan tema budaya Lampung, seperti siger, kain tapis, dan rumah adat Lampung. Dengan membuat kolase, kita dapat berkreasi sekaligus mengenal dan menghargai budaya daerah Lampung
Refleksi
Alhamdulillah pada pembelajaran hari ini ananda sholih sholihah sangat antusias dan sangat kompak bekerjasama dalam menyelesaikan tugas klipping, pada pembelajaran ini dapat terlihat kerjasama antar ananda dan bertanggung jawab atas tugas-tugasnya. alhamdulillah ananda semua sangat senang dengan kegiatan membuat klipping.
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aeulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Rabu / 23 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Pertemuan ke: 2
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
π«TP:
Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Mindfull (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna) :
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).
π«ATP:
Peserta didik dapat Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran
π A. Apa Itu Penjumlahan?
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua atau lebih kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda:
+ dibaca “ditambah”
= dibaca “sama dengan”
Contoh:
ππ + πππ = πππππ
2 + 3 = 5
Artinya:
Ada 2 apel.
Ditambah 3 apel.
Jika digabungkan menjadi 5 apel.
Jadi: 2 + 3 = 5
π§Έ B. Penjumlahan dengan Benda Konkret
Benda konkret adalah benda yang dapat kita lihat dan pegang secara langsung.
Contohnya:
pensil ✏️
kelereng
balok
stik es krim
batu kecil
tutup botol
mainan
buah
Kita dapat menggunakan benda-benda tersebut untuk belajar penjumlahan.
Contoh 1
Ambil 3 pensil.
✏️ ✏️ ✏️
Kemudian tambahkan 2 pensil.
✏️ ✏️
Gabungkan semuanya:
✏️ ✏️ ✏️ + ✏️ ✏️ = ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Jadi:
3 + 2 = 5
π C. Contoh Penjumlahan sampai 20
Contoh 1
Ada 4 buah stroberi.
π π π π
Kemudian ada 3 buah stroberi lagi.
π π π
Jika digabungkan:
π π π π π π π
Jadi:
4 + 3 = 7
Contoh 2
Ada 6 balok.
π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ π₯
Ditambah 4 balok.
π₯ π₯ π₯ π₯
Jika digabungkan menjadi:
π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ π₯
Jadi:
6 + 4 = 10
Contoh 3
Ada 8 pensil.
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Ditambah 5 pensil.
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Jika digabungkan:
8 + 5 = 13
Jadi, jumlah pensil seluruhnya adalah 13 pensil.
Contoh 4
Ada 10 kelereng.
⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪
Ditambah 7 kelereng.
⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪
Jika digabungkan:
10 + 7 = 17
π Kesimpulan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda + dan =.
Contoh:
πππ + ππ = πππππ
3 + 2 = 5
Kita dapat belajar penjumlahan dengan menggunakan benda konkret seperti pensil, balok, kelereng, buah, atau mainan. Dengan menggabungkan dan menghitung benda, kita dapat memahami penjumlahan dengan lebih mudah.
π Post Test
Pilihlah jawaban yang benar!
1. ππ + πππ = ....
A. 4 B. 5 C. 6
2. ππππ + ππ = ....
A. 5 B. 6 C. 7
3. 5 + 3 = ....
A. 7 B. 8 C. 9
4. 7 + 4 = ....
A. 10 B. 11 C. 12
5. 9 + 6 = ....
A. 14 B. 15 C. 16
Kunci Jawaban
1. B
2. B
3. B
4. B
5. B
Refleksi
Masyaallah alhamdulillah sekali, pada pembelajaran hari ananda semua bisa menyelesaikan post test dengan baik, ananda semua sangat menyukai mayeri penjumlahan dengan benda konkrit. Namun tetap saja ada 1 ananda yang harus dibimbing lagi dan ada 1 ananda lagi yang masih agak keliru dalam menjawab.