Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Senin / 21 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1
Materi: Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 1
๐นApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐คฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
๐นCP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
๐นTP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga.
Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga yang kerap ditemui dikehidupan sehari-harinya.
Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan pengertian aturan di lingkungan keluarga dengan kehidupan sehari-hari.
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mnerapkan dan mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.
๐นATP
Peserta didik mampu mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.
Model/Metode pembelajaran: Problem Based Learning
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test
๐นMateri Pendidikan Pancasila
A. Apa Itu Aturan di Keluarga?
Aturan di keluarga adalah aturan yang dibuat dan disepakati untuk dilakukan oleh anggota keluarga di rumah.
Aturan dibuat agar keluarga dapat hidup tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Contohnya:
๐ Di rumah
Mengucapkan salam ketika masuk rumah.
Meletakkan sepatu pada tempatnya.
Merapikan mainan setelah bermain.
Membantu membersihkan rumah.
Meminta izin sebelum pergi bermain.
Tidur tepat waktu.
B. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Kita harus mematuhi aturan karena aturan membuat kehidupan keluarga menjadi lebih baik.
Dengan mematuhi aturan:
✅ Rumah menjadi lebih rapi. ✅ Keluarga menjadi lebih tertib. ✅ Kita belajar disiplin. ✅ Kita belajar bertanggung jawab. ✅ Keluarga menjadi lebih nyaman dan rukun.
C. Contoh Aturan dan Sikap Mematuhinya
Aturan
Sikap Kita
Merapikan tempat tidur
Merapikan tempat tidur setelah bangun
Menyimpan mainan
Mengembalikan mainan ke tempatnya
Meminta izin
Meminta izin kepada orang tua
Membantu orang tua
Membantu sesuai kemampuan
Tidur tepat waktu
Bersiap tidur sesuai waktu
Berbicara sopan
Menggunakan kata-kata yang baik
D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Pagi hari
Ibu meminta Rani merapikan tempat tidur setelah bangun.
Rani segera merapikan tempat tidurnya.
➡️ Rani mematuhi aturan keluarga.
Saat bermain
Budi selesai bermain dengan mobil-mobilannya. Ia kemudian memasukkan semua mainan ke dalam kotak.
➡️ Budi bertanggung jawab dan mematuhi aturan.
Saat ingin bermain di luar
Siti ingin bermain bersama teman. Sebelum pergi, Siti meminta izin kepada ibu.
➡️ Siti mematuhi aturan keluarga.
E. Jika Tidak Mematuhi Aturan
Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi hal-hal yang tidak baik.
Contoh:
Mainan tidak dirapikan → rumah menjadi berantakan.
Tidak tidur tepat waktu → bangun kesiangan.
Tidak meminta izin → orang tua menjadi khawatir.
Tidak membantu keluarga → pekerjaan rumah menjadi lebih berat.
Karena itu, kita harus membiasakan diri mematuhi aturan
๐นKesimpulan
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh anggota keluarga di rumah. Aturan dibuat agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Contohnya adalah merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, membantu orang tua, berbicara sopan, meminta izin sebelum pergi, dan tidur tepat waktu. Aku akan mematuhi aturan di rumah agar keluargaku hidup rukun dan nyaman.
๐นPost Test
1. Aturan adalah sesuatu yang harus kita ....
A. langgar B. ikuti C. lupakan
2. Aturan keluarga berlaku di .... A. rumah B. pasar C. taman
3. Setelah bermain, sebaiknya kita .... A. meninggalkan mainan B. membuang mainan C. merapikan mainan
4. Sebelum pergi bermain, kita sebaiknya .... A. meminta izin kepada orang tua B. langsung pergi C. bersembunyi
5. Mematuhi aturan membuat keluarga menjadi .... A. bertengkar
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Bahasa Indonesia
Hari/ Tanggal: Senin / 21 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengungkapkan Perasaan dalam Percakapan
Pertemuan ke: 9
๐ซCP:
Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
๐ซTP:
Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat secara sadar Mengungkapkan Perasaan dalam Percakapan dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.
Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat Mengungkapkan Perasaan dalam Percakapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan Mengungkapkan Perasaan dalam Percakapan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.
๐ซATP
Peserta didik dapat mengenal dan mengungkapkan perasaan
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test
๐ซApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐คฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test
๐ซMateri Bahasa Indonesia
A. Mengungkapkan Perasaan dalam Percakapan
๐ 1. Senang
Kita merasa senang ketika mengalami hal yang menyenangkan.
Contoh:
Aku mendapat hadiah dari ibu.
➡️ Aku merasa senang.
๐ข 2. Sedih
Kita merasa sedih ketika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh:
Mainanku rusak.
➡️ Aku merasa sedih.
๐ก 3. Marah
Kita dapat merasa marah ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Contoh:
Temanku mengambil mainanku tanpa izin.
➡️ Aku merasa marah.
๐จ 4. Takut
Kita merasa takut ketika menghadapi sesuatu yang membuat kita khawatir.
Contoh:
Aku mendengar suara petir yang keras.
➡️ Aku merasa takut.
๐ 5. Tenang
Kita merasa tenang ketika hati kita nyaman dan tidak khawatir.
Contoh:
Aku duduk membaca buku bersama ibu.
➡️ Aku merasa tenang.
B. Mengapa Kita Harus Mengenal Perasaan?
Mengenal perasaan membantu kita mengetahui apa yang sedang kita rasakan.
Jika kita tahu perasaan kita, kita dapat menyampaikannya kepada orang lain dengan baik.
Contoh:
❌ Jangan memukul teman ketika marah.
✅ Katakan:
“Aku marah karena mainanku diambil.”
C. Cara Mengungkapkan Perasaan
Kita dapat mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik.
Contoh:
๐ Senang:
“Aku senang bermain bersama teman.”
๐ข Sedih:
“Aku sedih karena tidak bisa bermain.”
๐ก Marah:
“Aku marah karena kamu mengambil pensilku.”
๐จ Takut:
“Aku takut mendengar suara petir.”
๐ฅฐ Sayang:
“Aku sayang kepada ibu.”
๐ Tenang:
“Aku merasa tenang saat membaca buku.”
D. Percakapan 1 – Perasaan Senang
Alya: “Mengapa kamu tersenyum?” Bima: “Aku senang.” Alya: “Mengapa kamu senang?” Bima: “Aku senang karena mendapat hadiah dari Ayah.”
Percakapan 2 – Perasaan Sedih
Siti: “Mengapa kamu terlihat sedih?” Rani: “Aku sedih karena bonekaku rusak.” Siti: “Jangan sedih. Kita bisa memperbaikinya bersama.”
Percakapan 3 – Perasaan Marah
Doni: “Mengapa kamu marah?” Rafa: “Aku marah karena pensilku diambil.” Doni: “Sebaiknya kita berbicara dengan baik.”
Rafa: “Baik. Aku akan berbicara dengan tenang.”
๐บKesimpulan
Perasaan adalah apa yang kita rasakan di dalam hati. Ada berbagai macam perasaan, seperti senang, sedih, marah, takut, kaget, dan tenang.
Kita dapat mengungkapkan perasaan melalui percakapan. Saat berbicara, kita harus menggunakan kata-kata yang sopan dan baik serta menghargai perasaan orang lain.
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Kokurikuler
Hari/ Tanggal: Jumat / 18 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal seni kolase menggunakan kertas origami
Pertemuan ke: 9
๐ซApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐คฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
๐ซCP:
Mengenal Identitas Budaya Lampung
๐ซTP:
Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung
Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar mengenal, mengamati, dan mengidentifikasi seni kolase serta berbagai warna, bentuk, dan tekstur kertas origami yang ada di lingkungan sekitar.
Meaningful (Bermakna) : Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kertas origami dalam membuat karya kolase dengan kehidupan sehari-hari, serta memilih warna dan bentuk kertas yang sesuai dengan pola gambar.
Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan kreativitasnya dengan menyenangkan melalui kegiatan memilih, menggunting atau merobek, dan menempelkan kertas origami pada pola gambar untuk menghasilkan karya kolase yang menarik.
๐ซAlur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
Peserta didik membuat kolase gambar dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.
Model/Metode pembelajaran: PjBL
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual
๐ซ Materi Kokulikuler
1. Mengenal Bahan untuk Kolase Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan menempelkan berbagai bahan pada sebuah pola atau gambar.
Bahan yang dapat digunakan untuk membuat kolase antara lain:
Kertas warna
Daun kering
Kain
Kapas
Biji-bijian
Koran atau majalah bekas
Sedotan
Kulit jagung
2. Mengelompokkan Bahan Sebelum membuat kolase, bahan dapat dikelompokkan berdasarkan:
Warna → merah, kuning, hijau, biru, dan lainnya.
Bentuk → bulat, persegi, panjang, atau tidak beraturan.
Tekstur → halus, kasar, lembut, atau keras.
Contoh: daun kering dapat dikelompokkan sebagai bahan berwarna hijau/cokelat dan bertekstur kasar.
3. Memilih Bahan Pilihlah bahan yang sesuai dengan gambar yang akan dibuat. Contohnya:
Daun untuk membuat bagian pohon.
Kertas biru untuk membuat langit.
Kapas untuk membuat awan.
Biji-bijian untuk menghias bunga atau buah.
4. Membuat Kolase Langkah-langkah membuat kolase:
Siapkan pola gambar.
Siapkan berbagai bahan.
Kelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau tekstur.
Pilih bahan yang sesuai dengan gambar.
Beri lem pada bagian pola gambar.
Tempelkan bahan dengan rapi.
Biarkan lem mengering.
Rapikan hasil kolase.
5. Sikap Saat Membuat Kolase Saat membuat kolase, kita perlu:
Kreatif dan percaya diri.
Teliti dan sabar.
Menjaga kebersihan.
Menggunakan alat dengan hati-hati.
Merapikan kembali bahan dan tempat setelah selesai.
๐ซProjek Kokulikuler
๐ซKesimpulan:
Membuat kolase adalah kegiatan seni yang menyenangkan. Kita dapat mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, dan tekstur, kemudian menggunakannya untuk menghias pola gambar menjadi karya seni yang indah.
Materi: Mengenal kain tapis budaya Lampung
Refleksi
Alhamdulillah pada pembelajaran hari ini ananda sholih sholihah snagat antusias, ananda terbagi menjadi 4 kelompok dalam mengerjakan kolase rumah, masing-masing kelompok teridiri dari 4 orang. Pada kegiatan pembelajaran hari ini peserta didik dapat bekerjasama dan membangun rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya. Dari total 16 peserta didik semuanya ikut berpartisipasi dan saling bekerjasama dengan penuh antusias dan mereka juga bwrtanggung jawab atas kebersihan dengan membersikah dan merapihkan kembali sisa-sisa dari potongan origami sebagai bahan dasar dari pembuatan kolase.
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Kamis / 17 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Sumatif Harian (komposisi dan dekomposisi bilangan)
Pertemuan ke: 6
๐นApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐คฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
๐ซCP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
๐ซTP:
Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.
Mindfull (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna) :
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).
๐ซATP:
Peserta didik dapat menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Lembar Soal Sumatif Harian
Kegiatan Inti :
๐ธPeserta didik diharapkan mampu untuk mengerjakan Sumatif Harian materi yang telah diajarkan
๐ธPeserta didik mengerjakan soal sumatif harian mengenai komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20
๐ธDiharapkan dengan adanya sumatif harian ini dapat mengasah daya ingat peserta didik dan juga untuk mengukur kemampuan peserta didik pada materi komposisi dan dekomposisi bilangan
Materi Komposisi dan Dekomposisi
1. Apa itu Komposisi Bilangan?
Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.
Contoh:
Ani mempunyai 5 apel.
Ibu memberikan 3 apel lagi.
Jadi, jumlah apel Ani adalah:
5 + 3 = 8
Jadi, 5 dan 3 dikomposisikan menjadi 8.
2. Apa itu Dekomposisi Bilangan?
Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.
Contoh:
Budi mempunyai 10 kelereng.
Sebanyak 6 kelereng diberikan kepada adiknya.
Sisa kelereng Budi adalah:
10 − 6 = 4
Jadi, bilangan 10 dapat diuraikan menjadi 6 dan 4.
10 = 6 + 4
3. Komposisi dalam Kehidupan Sehari-hari ๐
Komposisi biasanya digunakan ketika dua kelompok benda digabungkan.
Contoh:
Siti mempunyai 7 pensil. Ayah membelikan 5 pensil lagi.
Berapa jumlah pensil Siti sekarang?
๐7 + 5 = 12
Jadi, jumlah pensil Siti adalah 12 pensil.
4. Dekomposisi dalam Kehidupan Sehari-hari ๐ช
Dekomposisi dapat digunakan ketika suatu jumlah dibagi atau diambil sebagian.
Contoh:
Ada 15 kue di atas meja. Sebanyak 8 kue dimakan.
Berapa kue yang tersisa?
๐15 − 8 = 7
Jadi, tersisa 7 kue.
Bilangan 15 dapat diuraikan menjadi:
15 = 8 + 7
5. Contoh Pasangan Bilangan sampai 20
Satu bilangan dapat mempunyai banyak pasangan.
Contoh bilangan 10:
1 + 9 = 10
2 + 8 = 10
Contoh bilangan 20:
10 + 10 = 20
12 + 8 = 20
๐Kesimpulan
Komposisi berarti menggabungkan bilangan, sedangkan dekomposisi berarti memecah atau menguraikan bilangan. Dalam kehidupan sehari-hari, komposisi dan dekomposisi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tentang buah, mainan, pensil, kue, buku, dan benda lainnya. Dengan memahami pasangan bilangan sampai 20, siswa dapat lebih mudah menyelesaikan soal cerita sederhana.
SOAL SUMATIF HARIAN
Nama : Kelas :
Pilihan Ganda
1.
1.
4 4
Banyak apel pada gambar di atas adalah .... buah.
a.4 b. 5 c. 8
2.8 = 3 + ....
a.5 b. 7 c. 8
3.12 = 5 + ....
a.7 b. 6 c. 9
4.10 = 4 + ....
a.6 b. 5 c. 7
5.15 = 7 + ....
a.9 b. 8 c.6
Isian
6.6 + 7 =
7.9 = 4 + ….
8.20 = 10 + …
9.Awan memiliki 6 permen, lalu raya memberikan 2 permen lagi kepada awan. Berapa jumla permen Awan?
10.Berapa jumlah jeruk dan manggis dibawah ini?
Kunci Jawaban
1. C
2. A
3. A
4. A
5. B
6. 13
7. 9 = 4 + 5
8. 20 = 10 + 10
9. 8
10. 9
Refleksi
Pada sumatif harian hari ini, ada beberapa ananda yang masih kurang fokus dan terkendala baca tulis sehingga membuat mereka kurang paham inti dari pertanyaan seperti no 1, 9, dan 10. Namun dibalik itu lebih dari sebagian ananda sudah melampaui KKM nilainya. Bahkan ada yang mendapatkan nilai sempurna dengan waktu pengerjaan yang sangat singkat. Untuk ananda yang masih kurang fokus dan keliru dalam menjawab akan diberikan pengayaan dan remedial.