Selasa, 03 November 2026

Materi Ajar 03 November 2026 Seni Rupa

 


🌹 IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Seni Rupa
Hari/ Tanggal: Selasa / 03 November 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal unsur rupa pada lingkungan sekitar 
Pertemuan ke: 2

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

🌹CP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

🌹TP:
Merefleksi karya diri sendiri


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengidentifikasi warna dasar primer dalam kehidupan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan dan Mengidentifikasi warna dasar primer saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

🌹ATP
Peserta didik mampu membuat gambar Menggunakan warna dasar primer pada benda sekitar

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test







🌹Materi Seni Rupa

Apa Itu Lingkungan Sekitar?

Lingkungan sekitar adalah tempat yang ada di dekat kita dan sering kita lihat setiap hari.

Contoh lingkungan sekitar kita adalah:

  • Rumah

  • Sekolah

  • Taman

  • Halaman rumah

  • Kebun

  • Tempat bermain

Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi untuk membuat gambar.

Sumber gambar adalah benda atau objek yang kita amati untuk dijadikan ide saat menggambar.

Benda-Benda di Lingkungan Sekitar

HΖ°α»›ng DαΊ«n Ba MαΊΉ CΓ‘ch DαΊ‘y BΓ© TαΊ­p VαΊ½ NgΓ΄i NhΓ  ĐƑn GiαΊ£n - POPS Kids Learn

1. Rumah

Rumah memiliki atap, pintu, jendela, dan dinding. Kita dapat menggambar rumah tempat tinggal kita.

How to Draw a Cartoon Tree: Step by Step

2. Pohon

Pohon memiliki batang, ranting, dan daun. Daun biasanya berwarna hijau.

How to Draw a Simple Flower – Easy Flower Drawing for Kids

3. Bunga

Bunga memiliki kelopak, batang, dan daun. Kelopak bunga dapat berwarna merah, kuning, atau merah muda.

Gambar Gedung Sekolah Smp Kartun - Explore The Best Airport Art Deviantart - Delphine Rocher

4. Sekolah

Sekolah memiliki ruang kelas, pintu, jendela, dan halaman. Kita dapat menggambar sekolah tempat kita belajar.

Playful butterfly in colorful meadow | Free Photo Illustration - rawpixel

5. Hewan

Kita dapat menggambar kupu-kupu, burung, kucing, atau ayam yang kita lihat di sekitar.

Bentuk dan Warna di Lingkungan Sekitar

Saat menggambar, kita dapat memperhatikan bentuk dan warna benda.

Benda

Bentuk sederhana

Warna

Matahari

Lingkaran

Kuning

Atap rumah

Segitiga

Merah

Pintu

Persegi panjang

Cokelat

Daun

Lonjong

Hijau

Bunga

Lingkaran dan garis

Beragam

Bentuk dan warna tersebut dapat membantu kita membuat gambar yang menarik.

Langkah-Langkah Menggambar Lingkungan Sekitar

Boy observing insects in a colorful flower garden flat vecto

1. Amati lingkungan

Perhatikan benda-benda yang ada di rumah, sekolah, atau taman.

Toddler's Simple Flower Drawing Art | AI Art Generator | Easy-Peasy.AI

2. Pilih objek

Pilih benda yang ingin digambar, misalnya rumah, pohon, atau bunga.

Children's colored illustration of the happiness life

3. Buat sketsa

Gambarlah bentuk benda menggunakan pensil.

children Drawing of a House and Nature

4. Warnai gambar

Gunakan krayon atau pensil warna sesuai keinginanmu.

Menemukan Unsur Seni Rupa di Lingkungan Sekitar

Buah stroberi

Warna merah, bentuk oval, terdapat titik-titik.

Daun

Warna hijau, memiliki garis tulang daun.

Rumah

Memiliki bentuk segitiga, persegi, dan persegi panjang.

Bunga

Memiliki warna, garis, dan bentuk kelopak.


🌺Kesimpulan

Unsur seni rupa dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Unsur seni rupa antara lain:

  1. Titik.

  2. Garis.

  3. Bentuk.

  4. Warna.

  5. Tekstur.

Setiap benda memiliki unsur seni rupa yang berbeda. Kita dapat membuat karya seni dengan menggabungkan berbagai unsur tersebut.

Post Test
  • Kegiatan Mengamati Lingkungan, Ayo, amati lingkungan kelas dan halaman sekolah! Temukan benda yang memiliki unsur seni rupa berikut.

    Unsur seni rupa

    Contoh benda

    Titik

    Bintik pada daun 

    Garis

    Penggaris

    Bentuk

    Jam dinding

    Warna

    Bunga

    Tekstur

    Kulit pohon

  • Materi Ajar Selasa 03 November 2026 Bahasa Indonesia

     


    🌹 IDENTITAS
    Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
    Mapel: Bahasa Indonesia
    Hari/ Tanggal: Selasa / 03 November  2026
    Fase/Kelas: A/ 1B
    Materi: Menuliskan Nama Sendiri
    Pertemuan ke: 11

    🌹Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrahim. 

    Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
    How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
    2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
    3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

    πŸ’«CP:

    Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.

    πŸ’«TP:

    Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital.

    Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya menulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan bentuk yang benar dan rapi.

    Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menerapkan keterampilan menulis permulaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menulis nama sendiri, nama anggota keluarga, dan kata-kata sederhana di atas kertas atau melalui media digital.

    Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat berlatih menulis huruf, suku kata, dan kata sederhana melalui kegiatan menebalkan huruf, menyalin kata, atau permainan menulis yang menyenangkan dengan percaya diri.

    πŸ’«ATP: 

    • Peserta didik mampu menuliskan namanya secara benar

    Model/Metode pembelajaran: Project Based Learning

    Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

    πŸ’«Materi Bahasa Indonesia 




    Apa Itu Nama?

    Nama adalah sebutan untuk mengenali seseorang.

    Setiap anak memiliki nama yang berbeda-beda. Nama diberikan oleh orang tua sebagai identitas diri.

    Contoh:

    • Nama lengkap: River Rhysakta

    • Nama panggilan: River

    Nama merupakan identitas diri yang harus kita kenali dan ingat.

    Cara Menuliskan Nama Sendiri

    Ketika menulis nama, kita harus memperhatikan beberapa hal:

    1. Gunakan huruf kapital pada huruf pertama nama.

    2. Tuliskan huruf dengan urutan yang benar.

    3. Tulislah nama dengan rapi.

    4. Berikan jarak jika menulis nama lengkap yang terdiri dari beberapa kata.

    Contoh:

    Nama saya

    A L E A

    Nama panggilan

    Nama lengkap saya

    Alea Putri

    Mengenal Huruf dalam Nama

    Setiap nama tersusun dari beberapa huruf.

    Contoh:

    Nama: BUDI

    • B = Be

    • U = U

    • D = De

    • I = I

    Jumlah huruf pada nama BUDI adalah 4 huruf.

    Contoh lainnya:

    Nama

    Jumlah huruf

    ANA

    3

    RANI

    4

    TATA

    4

    KIRANA

    πŸ’«Kesimpulan 

  • Setiap anak memiliki nama. Nama adalah identitas diri. Nama terdiri dari beberapa huruf. Huruf pertama pada nama ditulis menggunakan huruf kapital. Kita harus bisa menuliskan nama sendiri dengan rapi dan benar.

  • πŸ’«Soal Post Test

    Ayo, tuliskan nama kalian!

    1. Nama lengkap saya:

    ....................................................................

    2. Nama panggilan saya:

    ....................................................................

    3. Nama saya terdiri dari berapa huruf?

    ....................................................................

    4. Tuliskan huruf pertama dari namamu!

    ....................................................................

    Senin, 02 November 2026

    Materi Ajar Senin 02 November 2026 Pendidikan Pancasila

     


    🌹 IDENTITAS
    Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
    Mapel: Pendidikan Pancasila
    Hari/ Tanggal: Senin / 02 November 2026
    Fase/Kelas: A/ 1B
    Materi: Menyelesaikan masalah sederhana terkait sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
    Pertemuan ke: 5

    🌹Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrahim. 

    Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
    How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
    2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
    3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
    πŸ’«CP:

    Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

    πŸ’«TP:

    Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

    Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

    Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.

    Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.

    πŸ’«ATP: 

    Peserta didik mengenali manfaat  aturan di lingkungan keluarga.

    Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning 

    Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

    πŸ’«Materi Pendidikan Pancasila 




    Menyelesaikan masalah sederhana terkait sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga

    1. Pengertian Aturan Keluarga

    Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

    Aturan dibuat dan disepakati bersama anggota keluarga. Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.

    2. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

    6 Tip Mudah Disiplinkan Anak Tanpa Tekanan, Boleh Cuba!
    a. Merapikan mainan

    Setelah bermain, kita harus merapikan mainan ke tempatnya.

    Muslim Girl Doing Homework at Home Illustration

    b. Belajar tepat waktu

    Kita harus belajar sesuai jadwal yang ditentukan.

    Boy helps mother clean the house | Premium Vector | Islamic cartoon, Cartoon, Muslim kids

    c. Membantu orang tua

    Kita dapat membantu menyapu atau merapikan rumah.

    Belajar Disini Aja - Subtema 1 Aku dan Teman Baru - Pembelajaran 1

    d. Berpamitan sebelum pergi

    Kita harus meminta izin dan berpamitan kepada orang tua.

    3. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga

    • Rumah menjadi tertib dan nyaman.

    • Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.

    • Menjaga kerukunan antaranggota keluarga.

    • Membuat anggota keluarga merasa aman.

    4. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

    • Rumah menjadi berantakan.

    • Kegiatan sehari-hari menjadi tidak tertib.

    • Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

    5. Masalah Sederhana Akibat Tidak Mematuhi Aturan

    Terkadang kita melakukan kesalahan karena lupa atau tidak menaati aturan.

    Jika terjadi masalah, kita harus menyelesaikannya dengan baik.

    Berikut contoh masalah dan cara menyelesaikannya.

    Masalah

    Cara menyelesaikan

    Mainan berserakan di lantai.

    Segera merapikan mainan.

    Lupa mencuci tangan sebelum makan.

    Segera mencuci tangan.

    Tidak mengerjakan tugas rumah.

    Segera menyelesaikan tugas.

    Terlambat tidur karena bermain.

    Berhenti bermain dan tidur tepat waktu.

    Bertengkar dengan saudara.

    Saling meminta maaf dan berdamai.

    Tidak sengaja memecahkan gelas.

    Mengakui kesalahan dan meminta bantuan orang tua.

    6. Langkah-Langkah Menyelesaikan Masalah

    Jika kita melakukan kesalahan, lakukan langkah berikut:

    1. Mengakui kesalahan. Berani berkata jujur.

    2. Meminta maaf. Meminta maaf kepada orang yang dirugikan.

    3. Memperbaiki kesalahan. Berusaha memperbaiki keadaan.

    4. Tidak mengulangi kesalahan. Belajar menjadi anak yang lebih baik.

    Contoh cerita:

    Budi bermain mobil-mobilan di ruang keluarga. Setelah bermain, Budi lupa merapikan mainannya. Ibu hampir terpeleset karena menginjak mainan Budi.

    Apa yang harus dilakukan Budi?

    Jawaban:

    • Budi harus meminta maaf kepada Ibu.

    • Budi segera merapikan mainannya.

    • Budi berjanji akan merapikan mainan setelah bermain.

    7. Sikap Baik Saat Menghadapi Masalah

    Ketika menghadapi masalah di rumah, kita harus:

    • Berkata jujur.

    • Tidak menyalahkan orang lain.

    • Tidak berteriak atau marah-marah.

    • Mau mendengarkan nasihat orang tua.

    • Saling membantu dan memaafkan.

    • Bertanggung jawab atas kesalahan sendiri.

    πŸ’«Kesimpulan 
    Aturan keluarga harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga. Dengan menaati aturan, kita belajar menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi keluarga. Aturan keluarga harus kita patuhi setiap hari. Aturan membuat rumah menjadi tertib, aman, dan nyaman. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya, meminta maaf, dan memperbaikinya. Anak yang hebat adalah anak yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.



    πŸ’«Soal Post Test

    1. Aturan di rumah harus kita ....
    a. langgar
    b. patuhi
    c. lupakan

    2. Setelah bermain, mainan harus ....
    a. dibuang
    b. dibiarkan
    c. dirapikan

    3. Jika melakukan kesalahan, kita harus ....
    a. berbohong
    b. meminta maaf
    c. menyalahkan orang lain

    4. Sebelum makan, kita harus ....
    a. mencuci tangan
    b. bermain
    c. tidur

    5. Jika bertengkar dengan saudara, sebaiknya kita ....
    a. saling mengejek
    b. saling memukul
    c. saling memaafkan


    Refleksi

    Pada pertemuan hari ini ananda belajar unyuk menyelesaikan masalahs ederhana terkait aturan di lingkungan keluarga. Alhamdulillah ananda sudah bisa dan menjadi tahu cara menyelesaikan masalah dan sudah diberikan contoh konkritnya sehingga membuat mereka lebih mengerti. Namun ada 1 siswa yang masih perlu dibimbing.

    Kamis, 29 Oktober 2026

    Materi Ajar Kamis 29 Oktober 2026 Matematika

     


     πŸŒΉ IDENTITAS

    Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
    Mapel: Matematika
    Hari/ Tanggal: Kamis / 29 Oktober 2026
    Fase/Kelas: A/ 1B
    Materi: Merefleksikan materi pengurangan sampai 20 dalam kehidupan sehari-hari.
    Pertemuan ke: 5

    🌹Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrahim. 

    Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
    How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
    2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
    3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
    πŸ’«CP:
    Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
     
    πŸ’«TP:
    Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

    Mindfull (Berkesadaran)    : 
    Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
    Meaningfull (Bermakna)    : 
    Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
    Joyfull (Menyenangkan)    : 
    Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

    πŸ’«ATP:
    Peserta didik dapat Menyelesaikan soal cerita sederhana sampai dengan 20 dengan benda konkrit. 

    πŸ’«Materi Matematika

    Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

    Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


    🍎 A. 1. Apa Itu Pengurangan?

    Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

    Contoh:

    🍎🍎🍎🍎🍎

    Ada 5 apel.

    Jika 2 apel diambil, maka:

    🍎🍎🍎 🍎🍎

    Apel yang tersisa adalah 3.

    Jadi:

    5 − 2 = 3

    Dibaca:

    “Lima dikurangi dua sama dengan tiga.”


    2. Mengenal Tanda Pengurangan
    Dalam pengurangan kita menggunakan tanda:
    −
    Tanda − dibaca dikurangi.
    Contoh:
    7 − 3 = 4
    Artinya:
    • Ada 7 benda.
    • Diambil 3 benda.
    • Tersisa 4 benda.

    3. Pengurangan dengan Benda Konkret
    Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh.
    Kita dapat menggunakan:
    • 🍎 apel
    • ✏️ pensil
    • 🧸 boneka
    • 🟒 kancing
    • 🧱 balok
    • πŸͺ biskuit
    • πŸͺ™ tutup botol
    Contoh 1
    Ada 8 kelereng.
    πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
    Diambil 3 kelereng.
    πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
    Sisa kelereng:
    πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
    Jadi:
    8 − 3 = 5
    Contoh 2
    Ada 10 pensil.
    ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
    Diambil 4 pensil.
    Sisa pensil:
    ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
    Jadi:
    10 − 4 = 6
    4. Cara Melakukan Pengurangan
    Mari kita lakukan langkah demi langkah.
    Contoh:
    9 − 2 = ...
    Langkah 1: Siapkan 9 benda.
    🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
    Langkah 2: Ambil 2 benda.
    🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
    Langkah 3: Hitung benda yang tersisa.
    🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
    Ada 7 benda.
    Jadi:
    9 − 2 = 7
    5. Pengurangan sampai 20
    Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20.
    Contoh:
    PenguranganHasil
    5 − 23
    7 − 34
    8 − 44
    10 − 28
    10 − 55
    12 − 210
    13 − 310
    15 − 510
    17 − 710
    20 − 515

    6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
    Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
    🍊 Contoh 1
    Ibu mempunyai 10 jeruk.
    Ayah mengambil 3 jeruk.
    Berapa jeruk yang tersisa?
    10 − 3 = 7
    Jadi, tersisa 7 jeruk.
    πŸͺ Contoh 2
    Rani mempunyai 8 kue.
    Rani memberikan 2 kue kepada adiknya.
    Berapa kue Rani sekarang?
    8 − 2 = 6
    Jadi, Rani mempunyai 6 kue.
    🧸 Contoh 3
    Ada 12 boneka di dalam kotak.
    Sebanyak 4 boneka diambil.
    Berapa boneka yang tersisa?
    12 − 4 = 8
    Jadi, tersisa 8 boneka. 

    Contoh Pengurangan Sampai 20

    Soal

    Hitung mundur

    Hasil

    9 − 2

    9 → 8 → 7

    7

    12 − 3

    12 → 11 → 10 → 9

    9

    15 − 4

    15 → 14 → 13 → 12 → 11

    11

    18 − 5

    18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13

    13

    20 − 6

    20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14

    14

    Perhatikan contoh berikut.

    Cara mudah mengingat:

    • Angka pertama adalah angka awal.

    • Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur.

    • Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan.

    🌟 Kesimpulan

    Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.


    Rabu, 28 Oktober 2026

    Materi Ajar Rabu 28 Oktober 2026

     


     πŸŒΉ IDENTITAS

    Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
    Mapel: Matematika
    Hari/ Tanggal: Rabu / 28 Oktober 2026
    Fase/Kelas: A/ 1B
    Materi: Menerapkan dan merefleksikan penyelesaian soal cerita pengurangan sampai 20 dalam kehidupan sehari-hari.
    Pertemuan ke: 4

    🌹Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrahim. 

    Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
    How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
    2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
    3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
    πŸ’«CP:
    Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
     
    πŸ’«TP:
    Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

    Mindfull (Berkesadaran)    : 
    Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
    Meaningfull (Bermakna)    : 
    Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
    Joyfull (Menyenangkan)    : 
    Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

    πŸ’«ATP:
    Peserta didik dapat Menyelesaikan soal cerita sederhana sampai dengan 20 dengan benda konkrit. 

    πŸ’«Materi Matematika

    Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

    Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


    🍎 A. 1. Apa Itu Pengurangan?

    Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

    Contoh:

    🍎🍎🍎🍎🍎

    Ada 5 apel.

    Jika 2 apel diambil, maka:

    🍎🍎🍎 🍎🍎

    Apel yang tersisa adalah 3.

    Jadi:

    5 − 2 = 3

    Dibaca:

    “Lima dikurangi dua sama dengan tiga.”


    2. Mengenal Tanda Pengurangan
    Dalam pengurangan kita menggunakan tanda:
    −
    Tanda − dibaca dikurangi.
    Contoh:
    7 − 3 = 4
    Artinya:
    • Ada 7 benda.
    • Diambil 3 benda.
    • Tersisa 4 benda.

    3. Pengurangan dengan Benda Konkret
    Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh.
    Kita dapat menggunakan:
    • 🍎 apel
    • ✏️ pensil
    • 🧸 boneka
    • 🟒 kancing
    • 🧱 balok
    • πŸͺ biskuit
    • πŸͺ™ tutup botol
    Contoh 1
    Ada 8 kelereng.
    πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
    Diambil 3 kelereng.
    πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
    Sisa kelereng:
    πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
    Jadi:
    8 − 3 = 5
    Contoh 2
    Ada 10 pensil.
    ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
    Diambil 4 pensil.
    Sisa pensil:
    ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
    Jadi:
    10 − 4 = 6
    4. Cara Melakukan Pengurangan
    Mari kita lakukan langkah demi langkah.
    Contoh:
    9 − 2 = ...
    Langkah 1: Siapkan 9 benda.
    🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
    Langkah 2: Ambil 2 benda.
    🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
    Langkah 3: Hitung benda yang tersisa.
    🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
    Ada 7 benda.
    Jadi:
    9 − 2 = 7
    5. Pengurangan sampai 20
    Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20.
    Contoh:
    PenguranganHasil
    5 − 23
    7 − 34
    8 − 44
    10 − 28
    10 − 55
    12 − 210
    13 − 310
    15 − 510
    17 − 710
    20 − 515

    6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
    Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
    🍊 Contoh 1
    Ibu mempunyai 10 jeruk.
    Ayah mengambil 3 jeruk.
    Berapa jeruk yang tersisa?
    10 − 3 = 7
    Jadi, tersisa 7 jeruk.
    πŸͺ Contoh 2
    Rani mempunyai 8 kue.
    Rani memberikan 2 kue kepada adiknya.
    Berapa kue Rani sekarang?
    8 − 2 = 6
    Jadi, Rani mempunyai 6 kue.
    🧸 Contoh 3
    Ada 12 boneka di dalam kotak.
    Sebanyak 4 boneka diambil.
    Berapa boneka yang tersisa?
    12 − 4 = 8
    Jadi, tersisa 8 boneka. 

    Contoh Pengurangan Sampai 20

    Soal

    Hitung mundur

    Hasil

    9 − 2

    9 → 8 → 7

    7

    12 − 3

    12 → 11 → 10 → 9

    9

    15 − 4

    15 → 14 → 13 → 12 → 11

    11

    18 − 5

    18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13

    13

    20 − 6

    20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14

    14

    Perhatikan contoh berikut.

    Cara mudah mengingat:

    • Angka pertama adalah angka awal.

    • Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur.

    • Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan.

    🌟 Kesimpulan

    Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.

    Refleksi
    Pada pembelajaran hari ini, ananda sudah mulai mencoba untuk berpikir kritis dan mencoba menyelesaikan soal cerita sederhana mengenai pengurangan. Namun dikarenakan ada nenerapa ananda yang masih belum lancar membaca bukan karena tidak bisa menjawab tapi karena keterbatasan dalam membaca masih harus dibacakan dan dibimbing dalam menyelesaikan soal cerita pengurangan sederhana ini.