Jumat, 18 September 2026

Materi Ajar Jumat 18 September 2026 Kokurikuler

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Kokurikuler 

Hari/ Tanggal: Jumat / 18 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Mengenal seni kolase menggunakan kertas origami

Pertemuan ke: 9

๐Ÿ’ซApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

๐Ÿ’ซCP:

Mengenal Identitas Budaya Lampung

๐Ÿ’ซTP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindful (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar mengenal, mengamati, dan mengidentifikasi seni kolase serta berbagai warna, bentuk, dan tekstur kertas origami yang ada di lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna) :
Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kertas origami dalam membuat karya kolase dengan kehidupan sehari-hari, serta memilih warna dan bentuk kertas yang sesuai dengan pola gambar.

Joyful (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan kreativitasnya dengan menyenangkan melalui kegiatan memilih, menggunting atau merobek, dan menempelkan kertas origami pada pola gambar untuk menghasilkan karya kolase yang menarik.

๐Ÿ’ซAlur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
  • Peserta didik membuat kolase gambar dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.

Model/Metode pembelajaran: PjBL

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual

๐Ÿ’ซ Materi Kokulikuler 

1. Mengenal Bahan untuk Kolase
Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan menempelkan berbagai bahan pada sebuah pola atau gambar.

Bahan yang dapat digunakan untuk membuat kolase antara lain:

  • Kertas warna
  • Daun kering
  • Kain
  • Kapas
  • Biji-bijian
  • Koran atau majalah bekas
  • Sedotan
  • Kulit jagung

2. Mengelompokkan Bahan
Sebelum membuat kolase, bahan dapat dikelompokkan berdasarkan:

  • Warna → merah, kuning, hijau, biru, dan lainnya.
  • Bentuk → bulat, persegi, panjang, atau tidak beraturan.
  • Tekstur → halus, kasar, lembut, atau keras.

Contoh: daun kering dapat dikelompokkan sebagai bahan berwarna hijau/cokelat dan bertekstur kasar.

3. Memilih Bahan
Pilihlah bahan yang sesuai dengan gambar yang akan dibuat.
Contohnya:

  • Daun untuk membuat bagian pohon.
  • Kertas biru untuk membuat langit.
  • Kapas untuk membuat awan.
  • Biji-bijian untuk menghias bunga atau buah.

4. Membuat Kolase
Langkah-langkah membuat kolase:

  1. Siapkan pola gambar.
  2. Siapkan berbagai bahan.
  3. Kelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau tekstur.
  4. Pilih bahan yang sesuai dengan gambar.
  5. Beri lem pada bagian pola gambar.
  6. Tempelkan bahan dengan rapi.
  7. Biarkan lem mengering.
  8. Rapikan hasil kolase.

5. Sikap Saat Membuat Kolase
Saat membuat kolase, kita perlu:

  • Kreatif dan percaya diri.
  • Teliti dan sabar.
  • Menjaga kebersihan.
  • Menggunakan alat dengan hati-hati.
  • Merapikan kembali bahan dan tempat setelah selesai.
๐Ÿ’ซProjek Kokulikuler 



๐Ÿ’ซKesimpulan:
Membuat kolase adalah kegiatan seni yang menyenangkan. Kita dapat mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, dan tekstur, kemudian menggunakannya untuk menghias pola gambar menjadi karya seni yang indah.
Materi: Mengenal kain tapis budaya Lampung

Kamis, 17 September 2026

Materi Ajar Kamis 17 September 2026 Matematika

 


 ๐ŸŒน IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Kamis / 17 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Sumatif Harian (komposisi dan dekomposisi bilangan)
Pertemuan ke: 6

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
๐Ÿ’ซCP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
๐Ÿ’ซTP:
Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

๐Ÿ’ซATP:
Peserta didik dapat menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.

๐Ÿ’ซMateri Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Lembar Soal Sumatif Harian


Kegiatan Inti :

๐ŸŒธPeserta didik diharapkan mampu untuk mengerjakan Sumatif Harian materi yang telah diajarkan

๐ŸŒธPeserta didik mengerjakan soal sumatif harian mengenai komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20

๐ŸŒธDiharapkan dengan adanya sumatif harian ini dapat mengasah daya ingat peserta didik dan juga untuk mengukur kemampuan peserta didik pada materi komposisi dan dekomposisi bilangan


Materi Komposisi dan Dekomposisi

1. Apa itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.

Contoh:

  • Ani mempunyai 5 apel.
  • Ibu memberikan 3 apel lagi.
  • Jadi, jumlah apel Ani adalah:

5 + 3 = 8

Jadi, 5 dan 3 dikomposisikan menjadi 8.

2. Apa itu Dekomposisi Bilangan?
Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.

Contoh:

  • Budi mempunyai 10 kelereng.
  • Sebanyak 6 kelereng diberikan kepada adiknya.
  • Sisa kelereng Budi adalah:

10 − 6 = 4

Jadi, bilangan 10 dapat diuraikan menjadi 6 dan 4.

10 = 6 + 4

3. Komposisi dalam Kehidupan Sehari-hari ๐ŸŽ
Komposisi biasanya digunakan ketika dua kelompok benda digabungkan.

Contoh:

Siti mempunyai 7 pensil. Ayah membelikan 5 pensil lagi.

Berapa jumlah pensil Siti sekarang?

๐Ÿ‘‰ 7 + 5 = 12

Jadi, jumlah pensil Siti adalah 12 pensil. 

4. Dekomposisi dalam Kehidupan Sehari-hari ๐Ÿช
Dekomposisi dapat digunakan ketika suatu jumlah dibagi atau diambil sebagian.

Contoh:

Ada 15 kue di atas meja. Sebanyak 8 kue dimakan.

Berapa kue yang tersisa?

๐Ÿ‘‰ 15 − 8 = 7

Jadi, tersisa 7 kue.

Bilangan 15 dapat diuraikan menjadi:

15 = 8 + 7 

5. Contoh Pasangan Bilangan sampai 20
Satu bilangan dapat mempunyai banyak pasangan.

Contoh bilangan 10:

  • 1 + 9 = 10
  • 2 + 8 = 10

Contoh bilangan 20:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20
๐ŸŒŸ Kesimpulan
Komposisi berarti menggabungkan bilangan, sedangkan dekomposisi berarti memecah atau menguraikan bilangan. Dalam kehidupan sehari-hari, komposisi dan dekomposisi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tentang buah, mainan, pensil, kue, buku, dan benda lainnya. Dengan memahami pasangan bilangan sampai 20, siswa dapat lebih mudah menyelesaikan soal cerita sederhana.

SOAL SUMATIF HARIAN

Nama :                                                Kelas :

Pilihan Ganda



 1. 

1.               

                           4                                         4    

Banyak apel pada gambar di atas adalah .... buah.

a.       4                b. 5                  c. 8

2.     8 = 3 + ....

a.      5            b. 7              c. 8

3.     12 = 5 + ....

a.      7            b. 6              c. 9

4.     10 = 4 + ....

a.      6            b. 5              c. 7

5.     15 = 7 + ....

a.      9            b. 8              c.6

Isian

6.      6 + 7 =

7.      9 =  4 + ….

8.      20 = 10 + …

9.  Awan memiliki 6 permen, lalu raya memberikan 2 permen lagi kepada awan. Berapa jumla permen Awan? 

10.  Berapa jumlah jeruk dan manggis dibawah ini?



 

 

Kunci Jawaban

1. C

2. A

3. A

4. A

5. B

6. 13

7. 9 = 4 + 5

8. 20 = 10 + 10

9. 8

10. 9


Refleksi

Pada sumatif harian hari ini, ada beberapa ananda yang masih kurang fokus dan terkendala baca tulis sehingga membuat mereka kurang paham inti dari pertanyaan seperti no 1, 9, dan 10. Namun dibalik itu lebih dari sebagian ananda sudah melampaui KKM nilainya. Bahkan ada yang mendapatkan nilai sempurna dengan waktu pengerjaan  yang sangat singkat. Untuk ananda yang masih kurang fokus dan keliru dalam menjawab akan diberikan pengayaan dan remedial.

Rabu, 16 September 2026

Materi Ajar Rabu 16 September 2026 Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Rabu / 16 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Menanyakan dan Mengungkapkan Perasaan

Pertemuan ke: 8

๐Ÿ’ซCP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

๐Ÿ’ซTP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar menanyakan dan mengungkapkan perasaan dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menanyakan dan mengungkapkan perasaan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan menanyakan dan mengungkapkan perasaan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

๐Ÿ’ซATP

Peserta didik dapat mengenal dan mengungkapkan perasaan

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

๐Ÿ’ซApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test



๐Ÿ’ซMateri Bahasa Indonesia
A. Menanyakan dan Mengungkapkan Perasaan

๐Ÿ˜Š 1. Senang
Kita merasa senang ketika mengalami hal yang menyenangkan.
Contoh:
Aku mendapat hadiah dari ibu.
➡️ Aku merasa senang.

๐Ÿ˜ข 2. Sedih
Kita merasa sedih ketika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh:
Mainanku rusak.
➡️ Aku merasa sedih.

๐Ÿ˜ก 3. Marah
Kita dapat merasa marah ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Contoh:
Temanku mengambil mainanku tanpa izin.
➡️ Aku merasa marah.

๐Ÿ˜จ 4. Takut
Kita merasa takut ketika menghadapi sesuatu yang membuat kita khawatir.
Contoh:
Aku mendengar suara petir yang keras.
➡️ Aku merasa takut.

๐Ÿ˜Œ 5. Tenang
Kita merasa tenang ketika hati kita nyaman dan tidak khawatir.
Contoh:
Aku duduk membaca buku bersama ibu.
➡️ Aku merasa tenang.

B. Mengapa Kita Harus Mengenal Perasaan?
Mengenal perasaan membantu kita mengetahui apa yang sedang kita rasakan.
Jika kita tahu perasaan kita, kita dapat menyampaikannya kepada orang lain dengan baik.

Contoh:

❌ Jangan memukul teman ketika marah.

✅ Katakan:

“Aku marah karena mainanku diambil.”

C. Cara Mengungkapkan Perasaan
Kita dapat mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik.

Contoh:

๐Ÿ˜Š Senang:

“Aku senang bermain bersama teman.”

๐Ÿ˜ข Sedih:

“Aku sedih karena tidak bisa bermain.”

๐Ÿ˜ก Marah:

“Aku marah karena kamu mengambil pensilku.”

๐Ÿ˜จ Takut:

“Aku takut mendengar suara petir.”

๐Ÿฅฐ Sayang:

“Aku sayang kepada ibu.”

๐Ÿ˜Œ Tenang:

“Aku merasa tenang saat membaca buku.”


E. Mengungkapkan Perasaan dengan Sopan
Saat menyampaikan perasaan, kita harus menggunakan kata-kata yang sopan dan baik.

Kita dapat menggunakan:

  • “Aku merasa ....”
  • “Aku senang karena ....”
  • “Aku sedih karena ....”
  • “Aku takut karena ....”
  • “Aku marah karena ....”
  • “Aku ingin ....”

Contoh:

“Aku sedih karena pensilku hilang.”

“Aku senang karena mendapat pujian dari ibu.”

“Aku takut karena melihat kucing yang besar.”

F. Menanyakan Perasaan orang lain
saat bertanya perasaan orang lain kita harus menggunakan bahasa yang santun dan sopan. contoh:

1. Ghihans kenapa kamu bersedih?

2. Tata bagaimana perasaan kamu setelah menang lomba mewarnai?

3. El bagaimana perasaan kamu ketika ada yang mengganggu?


๐Ÿ’ซ Post test


Kunci Jawaban

Refleksi
Alhamdulillah senang sekali rasanya ananda-ananda sholih sholihah sudah mmapu dan mnegrti cara menyampaikan perasaan baik ketika sedih, gembira, takut, dan marah. ananda sudah bisa mneybutkan macam-macam perasaan dan mnegerjakan lkpd dengan baik. dari total keseluruhan peserta didik hanya ada satu yang masih perlu dibimbing dan diberi perhatian khusus lagi, selebihnya ananda kelas 1 b sudah mmapu semua dalam menanyakan dan mengungkapkan perasaan.