Senin, 27 Juli 2026

Materi Ajar Senin 27 Juli 2026

 

Senin, 27 Juli 2026


Nama Guru        : Eva Marissa Savitri, S.Pd. & Devika Aulia, S.Pd.
Mata Pelajaran  : Pendidikan Pancasila & B.Indonesia
Hari/Tanggal      : Senin, 27 Juli 2026
Kelas                   : 1 B
Materi Pokok     :


🌸Pendidikan Pancasila (Mengamati & Mengenal lagu kebangsaan)
🌸B.Indonesia (Mengenali Bunyi di Sekitar)

Model Pembelajaran: Discovery Learning 

Tujuan Pembelajaran:

Pendidikan Pancasila : Mengenal lagu kebangsaan Indonesia, Mengetahui judul lagu kebangsaan, Mengetahui pencipta lagu Indonesia Raya.

B.Indonesia : 

menyimak berbagai bunyi di sekitar


mengenali sumber bunyi

 membedakan berbagai jenis bunyi

menyampaikan hasil pengamatan bunyi menggunakan kalimat sederhana.




Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nak.



Pendidikan Pancasila

Apersepsi

Guru mengajak peserta didik menyanyikan salah satu lagu anak yang sudah dikenal.

Guru kemudian bertanya,

"Anak-anak, selain lagu anak, apakah kalian pernah mendengar lagu yang selalu dinyanyikan saat upacara bendera?"

Guru menunjukkan gambar Bendera Merah Putih dan menampilkan cuplikan video upacara bendera.

Pertanyaan pemantik: (penalaran kritis) Stimulus

·       Pernahkah kalian mendengar lagu Indonesia Raya?

·       Kapan lagu tersebut dinyanyikan?

Mengapa kita harus berdiri ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan?


Kegiatan Inti

🎡 Apa itu Indonesia Raya?

Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan negara Indonesia. Lagu ini dinyanyikan untuk menunjukkan rasa cinta dan bangga kepada Indonesia.

πŸ‘¨‍🎼 Siapa pencipta Indonesia Raya?

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman, yang biasa dikenal dengan W.R. Soepratman.

πŸ“… Kapan Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan?

Lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928.

Pada saat itu, lagu Indonesia Raya menjadi salah satu simbol persatuan bangsa Indonesia.

Kapan kita menyanyikan Indonesia Raya?

Kita dapat menyanyikan Indonesia Raya ketika:

  • Upacara bendera di sekolah
  • Upacara peringatan hari nasional
  • Kegiatan resmi lainnya

❤️ Sikap saat menyanyikan Indonesia Raya

Ketika menyanyikan Indonesia Raya, kita harus:

  1. Berdiri tegak dan rapi.
  2. Bersikap khidmat.
  3. Menyanyikan lagu dengan suara yang baik.
  4. Tidak bercanda atau bermain.

  1. Menunjukkan rasa cinta kepada Indonesia.
🌟 Makna sederhana Indonesia Raya

Lagu Indonesia Raya mengajarkan kita untuk:

  • Mencintai tanah air Indonesia.
  • Bangga menjadi anak Indonesia.
  • Menjaga persatuan dan kesatuan.
  • Rajin belajar agar dapat menjadi anak yang berguna bagi bangsa.

LKPD



B.Indonesia

Apersepsi

Guru mengulas pembelajaran sebelumnya mengenai cerita pendek dan pentingnya menyimak dengan baik.

Guru mengajak peserta didik mengamati gambar suasana lingkungan, misalnya halaman sekolah, taman, pasar, atau rumah.

Guru bertanya:

·         "Apa saja bunyi yang dapat kalian dengar di lingkungan sekolah?"

·         "Pernahkah kalian mendengar suara burung atau kendaraan?"

·         "Bagaimana cara kita mengetahui asal suatu bunyi?"


Kegiatan Inti


Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Bunyi."

Guru memutar atau menirukan beberapa bunyi, misalnya:

Contohnya:

  • suara ayam.
  • suara burung .
  • suara bel sekolah.
  • suara hujan
  • suara tepuk tangan,
  • suara kendaraan.

πŸ‘‚ A. Apa Itu Bunyi?

Bunyi adalah sesuatu yang dapat kita dengar dengan telinga.

Setiap hari kita mendengar banyak bunyi.

Contohnya:

  • 🐦 Burung berkicau → cit cit cit
  • 🐱 Kucing mengeong → meong
  • 🐢 Anjing menggonggong → guk guk
  • πŸš— Mobil berbunyi → tin tin
  • πŸ”” Bel berbunyi → kring kring
  • πŸ‘ Tepuk tangan → prok prok
  • 🌧️ Hujan → tik tik tik

πŸ”Š B. Dari Mana Bunyi Berasal?

Bunyi berasal dari benda atau makhluk yang menghasilkan getaran.

Contoh:

BunyiSumber Bunyi
“Kukuruyuk”πŸ“ Ayam
“Meong”🐱 Kucing
“Cuit cuit”🐦 Burung
“Kring kring”πŸ”” Bel
“Prok prok”πŸ‘ Tangan
“Tok tok”πŸšͺ Pintu
“Duk duk”πŸ₯ Drum

Ingat!
πŸ‘‚ Kita mendengar menggunakan telinga.


πŸ“’ C. Bunyi Keras dan Bunyi Lembut

Ada bunyi yang terdengar keras dan ada bunyi yang terdengar lembut.

πŸ”Š Bunyi keras

Contohnya:

  • suara petir ⚡
  • suara kendaraan πŸš—
  • suara drum πŸ₯

  • suara orang berteriak πŸ“’
🀫 Bunyi lembut

Contohnya:

  • suara bisikan
  • suara daun tertiup angin πŸƒ
  • suara air mengalir πŸ’§
  • suara burung kecil 🐦

Contoh:

πŸ‘ Tepuk tangan kuat → bunyi keras
πŸ‘ Tepuk tangan pelan → bunyi lembut


⏰ D. Bunyi Panjang dan Pendek

Bunyi juga dapat dibedakan berdasarkan lama bunyi terdengar.

Bunyi pendek

Bunyinya sebentar.

Contoh:

  • Tok!
  • Prok!

  • Tik!
Bunyi panjang

Bunyinya lebih lama.

Contoh:

  • Tiiiiin... πŸš—
  • Ngeeeeng... πŸ›΅
  • Moooo... πŸ„


🎡 E. Bunyi dari Alat Musik

Alat musik juga menghasilkan bunyi.

Contohnya:

πŸ₯ Drum → dum dum dum
πŸ”” Gong → goooong
🎺 Terompet → toot toot
🎸 Gitar → jreng jreng
🎹 Piano → ting ting

Setiap alat musik memiliki bunyi yang berbeda.

LKPD




Jumat, 24 Juli 2026

Materi Ajar Jumat 24 Juli 2026

 


Nama Guru        : Eva Marissa Savitri, S.Pd. & Devika Aulia, S.Pd.

Mata Pelajaran  : Kokurikuler
Hari/Tanggal      : Juam'at, 24 Juli 2026
Kelas                   : 1 B
Materi Pokok     :
🌸 Kokurikuler (Mengamati gambar budaya)

Model Pembelajaran: Discovery Learning

Tujuan Pembelajaran:

murid dapat mengenal identitas budaya Lampung


Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nak.


Kokurikuler

Apersepsi 

anak-anak siapa yang tahu nama provinsi tempat kita tinggal?

ada yang tahu apa itu budaya lampung?

siapa yang dirumahnya yang berbicara pakai Bahasa Lampung?


Kegiatan Inti

siswa diajak untuk melihat gambar budaya lampung seperti rumah adat lampung, pakaian khas adat lampung, dan lagu daerah lampung. 


Rumah Adat Lampung


Rumah adat Lampung adalah rumah tradisional masyarakat Lampung yang dibangun berdasarkan nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Rumah adat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol identitas, kebersamaan, serta penghormatan terhadap adat dan para penyimbang (pemimpin adat).

Rumah adat Lampung yang paling dikenal adalah Nuwo Sesat, yang digunakan sebagai tempat bermusyawarah, pelaksanaan upacara adat, serta kegiatan masyarakat. Selain itu, terdapat pula Nuwo Balak, yaitu rumah besar yang biasanya menjadi tempat tinggal keluarga penyimbang adat.

Ciri-ciri rumah adat Lampung

  • Berbentuk rumah panggung dengan tiang-tiang kayu yang kokoh.
  • Menggunakan bahan utama berupa kayu dan atap tradisional.
  • Memiliki tangga sebagai akses masuk ke rumah.
  • Dihiasi ukiran dan motif khas Lampung, seperti motif tapis dan ornamen flora maupun fauna.
  • Dirancang agar sesuai dengan kondisi alam serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Pakaian Khas Adat Lampung
 

Pakaian adat Lampung adalah busana tradisional yang dikenakan oleh masyarakat Lampung sebagai bagian dari warisan budaya daerah. Pakaian ini digunakan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan, upacara adat, penyambutan tamu, dan kegiatan budaya lainnya. Pakaian adat Lampung mencerminkan identitas, nilai-nilai, serta status sosial masyarakat Lampung.

Ciri khas pakaian adat Lampung adalah penggunaan kain tapis, yaitu kain tenun tradisional yang dihiasi sulaman benang emas dengan motif khas Lampung. Selain itu, pakaian adat Lampung juga dilengkapi dengan berbagai perhiasan tradisional, seperti siger (mahkota pengantin perempuan), kalung, gelang, dan ikat pinggang.

Fungsi pakaian adat Lampung

  • Sebagai identitas budaya masyarakat Lampung.

  • Sebagai busana dalam upacara adat dan pernikahan.

  • Sebagai simbol kehormatan dan kedudukan sosial.

  • Sebagai sarana pelestarian budaya daerah.

Jadi, pakaian adat Lampung adalah busana tradisional masyarakat Lampung yang digunakan dalam acara-acara adat dan budaya sebagai simbol identitas daerah, keindahan seni tenun, serta penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Kesimpulannya

siswa diharapkan dapat mengenal budaya lampung agar dapat melestarikan kebudayaan lampung dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lampung

Rabu, 22 Juli 2026

Materi Ajar Rabu 22 Juli 2026

 

Mata Pelajaran  : PKN, SBDP & Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal      : Rabu, 22 Juli 2026
Kelas                   : 1 B
Materi Pokok     :


🌸B.Indonesia (Intruksi Sederhana)
🌸Matematika (Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah  sampai 20.)
🌸PAK Apa itu PAK)
Alat Peraga: Benda-benda konkrit dikelas & LKPD

Model Pembelajaran: Discovery Learning

Tujuan Pembelajaran:

B.Indonesia : menyimak cerita pendek dengan penuh perhatian,

menemukan tokoh, tempat, dan peristiwa dalam cerita,

menjawab pertanyaan berdasarkan cerita yang didengar,

menceritakan kembali isi cerita dengan kalimat sederhana

Matematika : mengenal dan menyebutkan bilangan sampai 20

PAK : mengenal apa itu PAK


Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nak.


B.indonesia

Apersepsi : Guru mengulas pembelajaran sebelumnya tentang instruksi sederhana dan mengaitkannya dengan kegiatan menyimak cerita.

Guru menunjukkan sebuah gambar yang memperlihatkan seorang anak sedang membantu ibunya menyiram tanaman atau seorang anak berbagi makanan dengan temannya.

Guru bertanya kepada peserta didik:

  • "Apa yang sedang dilakukan anak pada gambar?"
  • "Pernahkah kalian melakukan kegiatan seperti pada gambar?"
  • "Menurut kalian, apa yang akan terjadi setelah kegiatan itu?"

Kegiatan Inti : 

Guru membacakan sebuah cerita pendek dengan lafal dan intonasi yang jelas.

Contoh Cerita

"Beni Membantu Ibu"

Pagi hari Beni melihat ibu sedang menyapu halaman. Beni mengambil sapu kecil lalu membantu ibu membersihkan halaman. Ibu merasa senang. Halaman rumah menjadi bersih.

 

Kegiatan: (kolaborasi) 💣 Pengolahan Data

·      menyimak cerita yang dibacakan guru,

·      menyebutkan tokoh dalam cerita,

·      menentukan tempat terjadinya cerita,

·      menyebutkan kegiatan yang dilakukan tokoh,

·      menyampaikan pesan yang terdapat dalam cerita

Guru membimbing diskusi.

Peserta didik berlatih: (Bermakna; Menggembirakan)

·         mendengarkan cerita dengan baik,

·         menjawab pertanyaan sederhana,

·         menentukan tokoh dan tempat,

·         menyampaikan kembali isi percakapan menggunakan kalimat sendiri.

Contoh pertanyaan:

·         Siapa tokoh dalam cerita?

·         Di mana peristiwa terjadi?

·         Apa yang dilakukan tokoh?

·         Apa pesan yang dapat kita ambil?

Kelompok mempresentasikan hasil cerita. (komunikasi) 💣 Pembuktian

·         Kelompok lain memberi tanggapan.

·         Guru memberikan penguatan. 💣 Kesimpulan

Guru menjelaskan bahwa sebuah cerita memiliki tokoh, tempat, peristiwa, dan pesan yang dapat dipelajari.

Penutup:

Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa:

·            cerita pendek merupakan cerita yang berisi rangkaian peristiwa sederhana,

·            setiap cerita memiliki tokoh, tempat, dan peristiwa,

·            menyimak cerita membantu kita memahami isi cerita,

cerita mengajarkan banyak nilai baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Berkesadaran, Bermakna)

LKPD


Matematika

Apersepsi :

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di sekitar kelas seperti buku, pensil, dan teman-teman di kelas.

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT kepada peserta didik : (keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME) “Anak-anak, Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan jumlah yang berbeda-beda dan teratur. Ada yang sedikit dan ada yang banyak. Allah juga memberi kita akal untuk mengenal angka agar kita bisa menghitung dan mengetahui jumlah benda di sekitar kita. Dengan belajar bilangan, kita dapat lebih mudah mengenal ciptaan Allah SWT dan mensyukuri nikmat-Nya.

Guru menunjukkan beberapa benda konkret di kelas (misalnya kelereng, stik es krim, atau pensil).

Peserta didik diminta:

• memperkirakan jumlah benda yang ditunjukkan guru,

• menuliskan hasil perkiraan di buku,

• kemudian menghitung jumlah sebenarnya bersama-sama.

Guru mengaitkan kegiatan tersebut dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah buku, alat tulis, atau barang saat berbelanja, sehingga peserta didik memahami bahwa bilangan sampai 20 sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti:

MEMAHAMI KONSEP BILANGAN

·         Guru menjelaskan bahwa bilangan digunakan untuk menyatakan jumlah benda sampai 20.

·         Peserta didik mengamati dan menyebutkan jumlah benda konkret (kancing, pensil, stik es krim) sampai 20.

Peserta didik memahami bahwa setiap angka menunjukkan banyaknya benda yang berbeda

MEMAHAMI PROSEDURAL

Guru menunjukkan berbagai benda konkret di kelas (kancing, pensil, stik es krim).

• Peserta didik mengamati dan menebak jumlah benda tersebut.

• Guru mengajukan pertanyaan: “Bagaimana cara mengetahui jumlah benda dengan tepat?”

• Peserta didik mulai mengenal bilangan 1 sampai 20 melalui kegiatan menghitung bersama.

MENGAPLIKASI

Peserta didik maju ke depan kelas secara bergiliran.

• Menghitung jumlah benda konkret yang disediakan guru.

• Menyebutkan hasil hitungan secara lisan.

• Menuliskan hasil hitungan pada papan tulis atau lembar kerja sederhana.

• Guru mengonfirmasi dan menguatkan jawaban peserta didik.

Kesimpulan

Peserta didik menyimpulkan bahwa:

• bilangan digunakan untuk menghitung dan mengetahui jumlah benda dalam kehidupan sehari-hari,

• menghitung membantu kita mengetahui jumlah benda dengan tepat,

• bilangan dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah sederhana di sekitar kita.

LKPD


PENUTUP
selamat belajar anak-anak, semoga senantiasa sehat selalu. terus semangat🌸