πΉ IDENTITAS Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd. Mapel: Matematika Hari/ Tanggal: Kamis / 22 Oktober 2026 Fase/Kelas: A/ 1B Materi: Menyelesaikan soal ceruta pengurangan sederhana sampai 20 menggunakan benda konkrit Pertemuan ke: 3 πΉApersepsi Bismillahirrahmanirrahim. Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€² Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨ Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima. π«CP: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan. π«TP: Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20 Mindfull (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret. Meaningfull (Bermakna) : Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret. Joyfull (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif). π«ATP: Peserta didik dapat Menyelesaikan soal ceruta pengurangan sederhana sampai 20 menggunakan benda konkrit π«Materi Matematika Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran π A. 1. Apa Itu Pengurangan? Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit. Contoh: πππππ Ada 5 apel. Jika 2 apel diambil, maka: πππ ππ Apel yang tersisa adalah 3. Jadi: 5 − 2 = 3 Dibaca: “Lima dikurangi dua sama dengan tiga.” 2. Mengenal Tanda Pengurangan Dalam pengurangan kita menggunakan tanda: − Tanda − dibaca dikurangi. Contoh: 7 − 3 = 4 Artinya: Ada 7 benda. Diambil 3 benda. Tersisa 4 benda. 3. Pengurangan dengan Benda Konkret Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh. Kita dapat menggunakan: π apel ✏️ pensil π§Έ boneka π’ kancing π§± balok πͺ biskuit πͺ tutup botol Contoh 1 Ada 8 kelereng. π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ Diambil 3 kelereng. π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ Sisa kelereng: π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ Jadi: 8 − 3 = 5 Contoh 2 Ada 10 pensil. ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ Diambil 4 pensil. Sisa pensil: ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ Jadi: 10 − 4 = 6 4. Cara Melakukan Pengurangan Mari kita lakukan langkah demi langkah. Contoh: 9 − 2 = ... Langkah 1: Siapkan 9 benda. π π π π π π π π π Langkah 2: Ambil 2 benda. π π π π π π π π π Langkah 3: Hitung benda yang tersisa. π π π π π π π Ada 7 benda. Jadi: 9 − 2 = 7 5. Pengurangan sampai 20 Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20. Contoh: Pengurangan Hasil 5 − 2 3 7 − 3 4 8 − 4 4 10 − 2 8 10 − 5 5 12 − 2 10 13 − 3 10 15 − 5 10 17 − 7 10 20 − 5 15 6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. π Contoh 1 Ibu mempunyai 10 jeruk. Ayah mengambil 3 jeruk. Berapa jeruk yang tersisa? 10 − 3 = 7 Jadi, tersisa 7 jeruk. πͺ Contoh 2 Rani mempunyai 8 kue. Rani memberikan 2 kue kepada adiknya. Berapa kue Rani sekarang? 8 − 2 = 6 Jadi, Rani mempunyai 6 kue. π§Έ Contoh 3 Ada 12 boneka di dalam kotak. Sebanyak 4 boneka diambil. Berapa boneka yang tersisa? 12 − 4 = 8 Jadi, tersisa 8 boneka. Contoh Pengurangan Sampai 20 Soal Hitung mundur Hasil 9 − 2 9 → 8 → 7 7 12 − 3 12 → 11 → 10 → 9 9 15 − 4 15 → 14 → 13 → 12 → 11 11 18 − 5 18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13 13 20 − 6 20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14 14 Perhatikan contoh berikut. Cara mudah mengingat: Angka pertama adalah angka awal. Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur. Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan. π Kesimpulan Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.
Kamis, 22 Oktober 2026
Rabu, 21 Oktober 2026
Materi Ajar Rabu 21 Oktober 2026 Matematika
IDENTITAS
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
- Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
- Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«Materi Matematika
Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)
Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran
π A. 1. Apa Itu Pengurangan?
Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.
Contoh:
πππππ
Ada 5 apel.
Jika 2 apel diambil, maka:
πππ ππ
Apel yang tersisa adalah 3.
Jadi:
5 − 2 = 3
Dibaca:
“Lima dikurangi dua sama dengan tiga.”
2. Mengenal Tanda Pengurangan
Dalam pengurangan kita menggunakan tanda:
−
Tanda − dibaca dikurangi.
Contoh:
7 − 3 = 4
Artinya:- Ada 7 benda.
- Diambil 3 benda.
- Tersisa 4 benda.
3. Pengurangan dengan Benda Konkret
Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh.
Kita dapat menggunakan:- π apel
- ✏️ pensil
- π§Έ boneka
- π’ kancing
- π§± balok
- πͺ biskuit
- πͺ tutup botol
Contoh 1
Ada 8 kelereng.
π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅
Diambil 3 kelereng.
π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅
Sisa kelereng:
π΅ π΅ π΅ π΅ π΅
Jadi:
8 − 3 = 5
Contoh 2
Ada 10 pensil.
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Diambil 4 pensil.
Sisa pensil:
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Jadi:
10 − 4 = 6
4. Cara Melakukan Pengurangan
Mari kita lakukan langkah demi langkah.
Contoh:
9 − 2 = ...
Langkah 1: Siapkan 9 benda.
π π π π π π π π π
Langkah 2: Ambil 2 benda.
π π π π π π π π π
Langkah 3: Hitung benda yang tersisa.
π π π π π π π
Ada 7 benda.
Jadi:
9 − 2 = 7
5. Pengurangan sampai 20
Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20.
Contoh:
| Pengurangan | Hasil |
|---|---|
| 5 − 2 | 3 |
| 7 − 3 | 4 |
| 8 − 4 | 4 |
| 10 − 2 | 8 |
| 10 − 5 | 5 |
| 12 − 2 | 10 |
| 13 − 3 | 10 |
| 15 − 5 | 10 |
| 17 − 7 | 10 |
| 20 − 5 | 15 |
6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
π Contoh 1
Ibu mempunyai 10 jeruk.
Ayah mengambil 3 jeruk.
Berapa jeruk yang tersisa?
10 − 3 = 7
Jadi, tersisa 7 jeruk.
πͺ Contoh 2
Rani mempunyai 8 kue.
Rani memberikan 2 kue kepada adiknya.
Berapa kue Rani sekarang?
8 − 2 = 6
Jadi, Rani mempunyai 6 kue.
π§Έ Contoh 3
Ada 12 boneka di dalam kotak.
Sebanyak 4 boneka diambil.
Berapa boneka yang tersisa?
12 − 4 = 8
Jadi, tersisa 8 boneka.
Contoh Pengurangan Sampai 20
Soal | Hitung mundur | Hasil |
|---|---|---|
9 − 2 | 9 → 8 → 7 | 7 |
12 − 3 | 12 → 11 → 10 → 9 | 9 |
15 − 4 | 15 → 14 → 13 → 12 → 11 | 11 |
18 − 5 | 18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13 | 13 |
20 − 6 | 20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14 | 14 |
Perhatikan contoh berikut.
Cara mudah mengingat:
Angka pertama adalah angka awal.
Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur.
Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan.
π Kesimpulan
Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.
Selasa, 20 Oktober 2026
Materi Selasa 20 Oktober 2026 Pendidikan Pancasila
IDENTITAS
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
- Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
- Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
π«TP:
Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.
Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.
Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.
π«ATP:
Peserta didik mengenali contoh aturan di lingkungan keluarga.
Mengenal Pengertian Aturan di Lingkungan Keluarga
1. Pengertian Aturan Keluarga
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Aturan dibuat dan disepakati bersama anggota keluarga. Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.
2. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga
Setelah bermain, kita harus merapikan mainan ke tempatnya.
b. Belajar tepat waktu
Kita harus belajar sesuai jadwal yang ditentukan.
c. Membantu orang tua
Kita dapat membantu menyapu atau merapikan rumah.
d. Berpamitan sebelum pergi
Kita harus meminta izin dan berpamitan kepada orang tua.
3. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga
Rumah menjadi tertib dan nyaman.
Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.
Menjaga kerukunan antaranggota keluarga.
Membuat anggota keluarga merasa aman.
4. Akibat Tidak Mematuhi Aturan
Rumah menjadi berantakan.
Kegiatan sehari-hari menjadi tidak tertib.
Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Senin, 19 Oktober 2026
Materi Ajar Senin 19 Oktober 2026 Bahasa Indonesia
IDENTITAS
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
- Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
- Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«CP:
Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.
π«TP:
Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital.
Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya menulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan bentuk yang benar dan rapi.
Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menerapkan keterampilan menulis permulaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menulis nama sendiri, nama anggota keluarga, dan kata-kata sederhana di atas kertas atau melalui media digital.
Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat berlatih menulis huruf, suku kata, dan kata sederhana melalui kegiatan menebalkan huruf, menyalin kata, atau permainan menulis yang menyenangkan dengan percaya diri.
π«ATP:
- Peserta didik mampu mengenali bentuk huruf alfabet dengan benar.
- Peserta didik mampu menebalkan dan menyalin huruf alfabet dengan bentuk yang benar.
1. Mengenal Huruf Konsonan
Huruf konsonan adalah huruf selain huruf vokal (a, i, u, e, o).
Hari ini kita belajar menulis huruf b, c, d, f, dan g.
Huruf B dan b
Huruf besar: B
Huruf kecil: b
Contoh kata: bola, buku, baju
Huruf C dan c
Huruf besar: C
Huruf kecil: c
Contoh kata: cicak, cabai, ceri
Huruf D dan d
Huruf besar: D
Huruf kecil: d
Contoh kata: dadu, daun, domba
Huruf F dan f
Huruf besar: F
Huruf kecil: f
Contoh kata: foto, film, figur
Huruf G dan g
Huruf besar: G
Huruf kecil: g
Contoh kata: gajah, gula, garpu
2. Demonstrasi atau pemodelan menuliskan huruf
Guru mencontohkan cara menulis setiap huruf di papan tulis, mulai dari arah goresan hingga bentuk huruf yang benar.
Contoh:
b → garis tegak, kemudian lengkungan di sebelah kanan.
c → lengkungan terbuka di sebelah kanan.
d → lengkungan di sebelah kiri, kemudian garis tegak.
f → garis tegak dan garis mendatar.
g → lengkungan seperti huruf c yang dilanjutkan dengan garis turun.
Huruf besar | Huruf kecil | Contoh kata |
|---|---|---|
B | b | Bola |
C | c | Cicak |
D | d | Dadu |
F | f | Foto |
G | g | Gajah |
3. Latihan Menulis
Ayo, tulis kembali huruf dan kata berikut di buku tulismu!
b b b b b → __________
c c c c c → __________
d d d d d → __________
f f f f f → __________
g g g g g → __________
bola → __________
cicak → __________
dadu → __________
foto → __________
gula → __________
4. Hal yang Perlu Diingat
Tulislah huruf dengan bentuk yang benar.
Perhatikan tinggi dan arah penulisan huruf.
Gunakan pensil dengan baik.
Berlatihlah menulis dengan rapi dan teliti.
Jumat, 16 Oktober 2026
Materi Ajar Jumat 16 Oktober 2026 Kokurikuler
IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Kokurikuler
Hari/ Tanggal: Jum'at / 16 Oktober 2026
Materi: Menceritakan hasil karya seni kolase dengan tema budaya Lampung yang sudah dibuat
Pertemuan ke: 12
π«Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
- Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
- Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«CP:
Mengenal identitas Budaya Lampung
π«TP:
Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung
Mindfull (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan menceritakan karya kolase budaya lampung.
Meaningfull (Bermakna) :
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan karya kolase dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Joyfull (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai karya kolase dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).
π«Alur Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
- Peserta didik membuat kolase gambar siger atau motif kain tapis Lampung dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.
Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual
π« Materi Kokulikuler
1. Pengertian Kolase
Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau bidang sehingga menjadi karya yang indah dan menarik.
Bahan untuk membuat kolase dapat berupa:
- Kertas warna
- Kertas origami
- Potongan kain
- Daun kering
- Biji-bijian
- Kapas
- Sedotan atau bahan sederhana lainnya
Kolase budaya Lampung adalah karya kolase yang menggunakan gambar atau motif yang berkaitan dengan budaya Lampung.
Contoh objek budaya Lampung yang dapat dibuat menjadi kolase:
- π Siger Lampung
- π Rumah adat Lampung
- π§΅ Kain Tapis
- πΊ Motif hias Lampung
- π Pakaian adat Lampung
Alat dan bahan yang dapat digunakan:
- Pola gambar siger atau motif budaya Lampung
- Kertas warna/origami
- Lem
- Gunting
- Pensil
- Krayon atau pensil warna
- Potongan kain atau bahan alam jika tersedia
Langkah 1: Pilih gambar budaya Lampung yang ingin dibuat, misalnya siger.
Langkah 2: Siapkan berbagai bahan dengan warna dan tekstur yang berbeda.
Langkah 3: Gunting atau sobek bahan menjadi potongan-potongan kecil.
Langkah 4: Oleskan lem pada bagian gambar secara perlahan.
Langkah 5: Tempelkan potongan bahan hingga seluruh bagian gambar terisi.
Langkah 6: Rapikan tempelan agar kolase terlihat indah.
Langkah 7: Tunjukkan hasil karya dan ceritakan secara sederhana tentang kolase yang dibuat.
5. Hal yang Perlu Diperhatikan
Saat membuat kolase, kita harus:
- Menggunakan alat dengan hati-hati.
- Menggunakan lem secukupnya.
- Menempel bahan dengan rapi.
- Memadukan warna dengan menarik.
- Menjaga kebersihan tempat belajar.
- Berani berkreasi dengan bahan yang tersedia.
π«Evaluasi
Membuat Kolase Siger Lampung




