Kamis, 22 Oktober 2026

Materi Ajar Kamis 22 Oktober 2026 Matematika

 

🌹 IDENTITAS Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd. Mapel: Matematika Hari/ Tanggal: Kamis / 22 Oktober 2026 Fase/Kelas: A/ 1B Materi: Menyelesaikan soal ceruta pengurangan sederhana sampai 20 menggunakan benda konkrit Pertemuan ke: 3 🌹Apersepsi Bismillahirrahmanirrahim. Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’– How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲 Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨ Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima. πŸ’«CP: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan. πŸ’«TP: Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20 Mindfull (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret. Meaningfull (Bermakna) : Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret. Joyfull (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif). πŸ’«ATP: Peserta didik dapat Menyelesaikan soal ceruta pengurangan sederhana sampai 20 menggunakan benda konkrit πŸ’«Materi Matematika Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran 🍎 A. 1. Apa Itu Pengurangan? Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit. Contoh: 🍎🍎🍎🍎🍎 Ada 5 apel. Jika 2 apel diambil, maka: 🍎🍎🍎 🍎🍎 Apel yang tersisa adalah 3. Jadi: 5 − 2 = 3 Dibaca: “Lima dikurangi dua sama dengan tiga.” 2. Mengenal Tanda Pengurangan Dalam pengurangan kita menggunakan tanda: − Tanda − dibaca dikurangi. Contoh: 7 − 3 = 4 Artinya: Ada 7 benda. Diambil 3 benda. Tersisa 4 benda. 3. Pengurangan dengan Benda Konkret Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh. Kita dapat menggunakan: 🍎 apel ✏️ pensil 🧸 boneka 🟒 kancing 🧱 balok πŸͺ biskuit πŸͺ™ tutup botol Contoh 1 Ada 8 kelereng. πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ Diambil 3 kelereng. πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ Sisa kelereng: πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ Jadi: 8 − 3 = 5 Contoh 2 Ada 10 pensil. ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ Diambil 4 pensil. Sisa pensil: ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ Jadi: 10 − 4 = 6 4. Cara Melakukan Pengurangan Mari kita lakukan langkah demi langkah. Contoh: 9 − 2 = ... Langkah 1: Siapkan 9 benda. 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 Langkah 2: Ambil 2 benda. 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 Langkah 3: Hitung benda yang tersisa. 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 Ada 7 benda. Jadi: 9 − 2 = 7 5. Pengurangan sampai 20 Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20. Contoh: Pengurangan Hasil 5 − 2 3 7 − 3 4 8 − 4 4 10 − 2 8 10 − 5 5 12 − 2 10 13 − 3 10 15 − 5 10 17 − 7 10 20 − 5 15 6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. 🍊 Contoh 1 Ibu mempunyai 10 jeruk. Ayah mengambil 3 jeruk. Berapa jeruk yang tersisa? 10 − 3 = 7 Jadi, tersisa 7 jeruk. πŸͺ Contoh 2 Rani mempunyai 8 kue. Rani memberikan 2 kue kepada adiknya. Berapa kue Rani sekarang? 8 − 2 = 6 Jadi, Rani mempunyai 6 kue. 🧸 Contoh 3 Ada 12 boneka di dalam kotak. Sebanyak 4 boneka diambil. Berapa boneka yang tersisa? 12 − 4 = 8 Jadi, tersisa 8 boneka. Contoh Pengurangan Sampai 20 Soal Hitung mundur Hasil 9 − 2 9 → 8 → 7 7 12 − 3 12 → 11 → 10 → 9 9 15 − 4 15 → 14 → 13 → 12 → 11 11 18 − 5 18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13 13 20 − 6 20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14 14 Perhatikan contoh berikut. Cara mudah mengingat: Angka pertama adalah angka awal. Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur. Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan. 🌟 Kesimpulan Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.

Rabu, 21 Oktober 2026

Materi Ajar Rabu 21 Oktober 2026 Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Rabu / 21 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Memperdalam konsep pengurangan benda konkret sampai 20 dengan strategi menghitung mundur.
Pertemuan ke: 2

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
πŸ’«TP:
Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«ATP:
Peserta didik dapat Memperdalam konsep pengurangan benda konkret sampai 20 dengan strategi menghitung mundur. 

πŸ’«Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


🍎 A. 1. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Contoh:

🍎🍎🍎🍎🍎

Ada 5 apel.

Jika 2 apel diambil, maka:

🍎🍎🍎 🍎🍎

Apel yang tersisa adalah 3.

Jadi:

5 − 2 = 3

Dibaca:

“Lima dikurangi dua sama dengan tiga.”


2. Mengenal Tanda Pengurangan
Dalam pengurangan kita menggunakan tanda:
−
Tanda − dibaca dikurangi.
Contoh:
7 − 3 = 4
Artinya:
  • Ada 7 benda.
  • Diambil 3 benda.
  • Tersisa 4 benda.

3. Pengurangan dengan Benda Konkret
Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh.
Kita dapat menggunakan:
  • 🍎 apel
  • ✏️ pensil
  • 🧸 boneka
  • 🟒 kancing
  • 🧱 balok
  • πŸͺ biskuit
  • πŸͺ™ tutup botol
Contoh 1
Ada 8 kelereng.
πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
Diambil 3 kelereng.
πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
Sisa kelereng:
πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
Jadi:
8 − 3 = 5
Contoh 2
Ada 10 pensil.
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Diambil 4 pensil.
Sisa pensil:
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Jadi:
10 − 4 = 6
4. Cara Melakukan Pengurangan
Mari kita lakukan langkah demi langkah.
Contoh:
9 − 2 = ...
Langkah 1: Siapkan 9 benda.
🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
Langkah 2: Ambil 2 benda.
🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
Langkah 3: Hitung benda yang tersisa.
🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
Ada 7 benda.
Jadi:
9 − 2 = 7
5. Pengurangan sampai 20
Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20.
Contoh:
PenguranganHasil
5 − 23
7 − 34
8 − 44
10 − 28
10 − 55
12 − 210
13 − 310
15 − 510
17 − 710
20 − 515

6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
🍊 Contoh 1
Ibu mempunyai 10 jeruk.
Ayah mengambil 3 jeruk.
Berapa jeruk yang tersisa?
10 − 3 = 7
Jadi, tersisa 7 jeruk.
πŸͺ Contoh 2
Rani mempunyai 8 kue.
Rani memberikan 2 kue kepada adiknya.
Berapa kue Rani sekarang?
8 − 2 = 6
Jadi, Rani mempunyai 6 kue.
🧸 Contoh 3
Ada 12 boneka di dalam kotak.
Sebanyak 4 boneka diambil.
Berapa boneka yang tersisa?
12 − 4 = 8
Jadi, tersisa 8 boneka. 

Contoh Pengurangan Sampai 20

Soal

Hitung mundur

Hasil

9 − 2

9 → 8 → 7

7

12 − 3

12 → 11 → 10 → 9

9

15 − 4

15 → 14 → 13 → 12 → 11

11

18 − 5

18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13

13

20 − 6

20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14

14

Perhatikan contoh berikut.

Cara mudah mengingat:

  • Angka pertama adalah angka awal.

  • Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur.

  • Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan.

🌟 Kesimpulan

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.

Selasa, 20 Oktober 2026

Materi Selasa 20 Oktober 2026 Pendidikan Pancasila

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Selasa / 20 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal contoh - contoh aturan di lingkungan keluarga
Pertemuan ke: 2

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

πŸ’«TP:

Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.

Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.

πŸ’«ATP: 

Peserta didik mengenali contoh aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning 

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

πŸ’«Materi Pendidikan Pancasila 

Mengenal Pengertian Aturan di Lingkungan Keluarga

1. Pengertian Aturan Keluarga

Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Aturan dibuat dan disepakati bersama anggota keluarga. Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.

2. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

6 Tip Mudah Disiplinkan Anak Tanpa Tekanan, Boleh Cuba!
a. Merapikan mainan

Setelah bermain, kita harus merapikan mainan ke tempatnya.

Muslim Girl Doing Homework at Home Illustration

b. Belajar tepat waktu

Kita harus belajar sesuai jadwal yang ditentukan.

Boy helps mother clean the house | Premium Vector | Islamic cartoon, Cartoon, Muslim kids

c. Membantu orang tua

Kita dapat membantu menyapu atau merapikan rumah.

Belajar Disini Aja - Subtema 1 Aku dan Teman Baru - Pembelajaran 1

d. Berpamitan sebelum pergi

Kita harus meminta izin dan berpamitan kepada orang tua.

3. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga

  • Rumah menjadi tertib dan nyaman.

  • Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.

  • Menjaga kerukunan antaranggota keluarga.

  • Membuat anggota keluarga merasa aman.

4. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

  • Rumah menjadi berantakan.

  • Kegiatan sehari-hari menjadi tidak tertib.

  • Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

πŸ’«Kesimpulan 
Aturan keluarga harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga. Dengan menaati aturan, kita belajar menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi keluarga.

πŸ’«Soal Post Test

Sebutkan 3 contoh aturan keluarga yang kamu ketahui

Refleksi
Pada pertemuan hari ini, ananda semakin matang pengetahuannya mengenai aturan-aturan dilingkungan keluarga. Ananda mampu menyebutkan aturan-aturan yabg ada dilingkungan keluarga, dan mengerjakan post test dengan baik.

Senin, 19 Oktober 2026

Materi Ajar Senin 19 Oktober 2026 Bahasa Indonesia

  IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Bahasa Indonesia
Hari/ Tanggal: Senin / 19 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menulis Huruf Konsonan (b, c, d, f, g)
Pertemuan ke: 5

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

πŸ’«CP:

Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.

πŸ’«TP:

Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital.

Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya menulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan bentuk yang benar dan rapi.

Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menerapkan keterampilan menulis permulaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menulis nama sendiri, nama anggota keluarga, dan kata-kata sederhana di atas kertas atau melalui media digital.

Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat berlatih menulis huruf, suku kata, dan kata sederhana melalui kegiatan menebalkan huruf, menyalin kata, atau permainan menulis yang menyenangkan dengan percaya diri.

πŸ’«ATP: 

  • Peserta didik mampu mengenali bentuk huruf alfabet dengan benar.
  • Peserta didik mampu menebalkan dan menyalin huruf alfabet dengan bentuk yang benar.

Model/Metode pembelajaran: Pembelajaran Langsung (Explicit Instruction)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

πŸ’«Materi Bahasa Indonesia 


1. Mengenal Huruf Konsonan

Huruf konsonan adalah huruf selain huruf vokal (a, i, u, e, o).

Hari ini kita belajar menulis huruf b, c, d, f, dan g.

Vector illustration of Ball with alphabet letter B Upper case or capital letter for children learning practice ABC

Huruf B dan b

Huruf besar: B

Huruf kecil: b

Contoh kata: bola, buku, baju

Vector illustration cute lizard cartoon isolated on white background

Huruf C dan c

Huruf besar: C

Huruf kecil: c

Contoh kata: cicak, cabai, ceri

Cartoon dice rolling Vector Images & Graphics for Commercial Use | VectorStock

Huruf D dan d

Huruf besar: D

Huruf kecil: d

Contoh kata: dadu, daun, domba

Cute camera icon

Huruf F dan f

Huruf besar: F

Huruf kecil: f

Contoh kata: foto, film, figur

Cute cartoon elephant. African animal design. Vector flat illustration isolated on a white background

Huruf G dan g

Huruf besar: G

Huruf kecil: g

Contoh kata: gajah, gula, garpu

2. Demonstrasi atau pemodelan menuliskan huruf 

Guru mencontohkan cara menulis setiap huruf di papan tulis, mulai dari arah goresan hingga bentuk huruf yang benar.

Contoh:

  • b → garis tegak, kemudian lengkungan di sebelah kanan.

  • c → lengkungan terbuka di sebelah kanan.

  • d → lengkungan di sebelah kiri, kemudian garis tegak.

  • f → garis tegak dan garis mendatar.

  • g → lengkungan seperti huruf c yang dilanjutkan dengan garis turun.

Huruf besar

    Huruf kecil

    Contoh kata

B

    b

    Bola

C

    c

    Cicak

D

    d

    Dadu

F

    f

    Foto

G

    g

    Gajah


3. Latihan Menulis

Ayo, tulis kembali huruf dan kata berikut di buku tulismu!

  1. b b b b b → __________

  2. c c c c c → __________

  3. d d d d d → __________

  4. f f f f f → __________

  5. g g g g g → __________

  6. bola → __________

  7. cicak → __________

  8. dadu → __________

  9. foto → __________

  10. gula → __________

4. Hal yang Perlu Diingat

  • Tulislah huruf dengan bentuk yang benar.

  • Perhatikan tinggi dan arah penulisan huruf.

  • Gunakan pensil dengan baik.

  • Berlatihlah menulis dengan rapi dan teliti.

πŸ’«Kesimpulan 
Melalui model Explicit Instruction, peserta didik belajar menulis huruf konsonan secara bertahap, dimulai dari melihat contoh guru, berlatih bersama, hingga menulis secara mandiri.

πŸ’«Soal Post Test

Refleksi
Alhamdulillah pada pembelajaran hari ini ananda bisa menuliskan huruf konsonan b, c, d, f, g dengan baik dan mengerjakan lkpd dengan tepat. Ananda jadi paham bahwa huruf alfabet selain a i u e o yang masuk kedalam huruf vokal adalah huruf konsonan. Namun tetap ada 2 ananda yang masih perlu dibimbing lebih lanjut.

Jumat, 16 Oktober 2026

Materi Ajar Jumat 16 Oktober 2026 Kokurikuler

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Kokurikuler 

Hari/ Tanggal: Jum'at / 16 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Menceritakan hasil karya seni kolase dengan tema budaya Lampung yang sudah dibuat

Pertemuan ke: 12

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

πŸ’«CP:

Mengenal identitas Budaya Lampung

πŸ’«TP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan menceritakan karya kolase budaya lampung.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan karya kolase dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai karya kolase dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
  • Peserta didik membuat kolase gambar siger atau motif kain tapis Lampung dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual 

πŸ’« Materi Kokulikuler 

1. Pengertian Kolase

Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau bidang sehingga menjadi karya yang indah dan menarik.

Bahan untuk membuat kolase dapat berupa:

  • Kertas warna
  • Kertas origami
  • Potongan kain
  • Daun kering
  • Biji-bijian
  • Kapas
  • Sedotan atau bahan sederhana lainnya
2. Kolase Budaya Lampung

Kolase budaya Lampung adalah karya kolase yang menggunakan gambar atau motif yang berkaitan dengan budaya Lampung.

Contoh objek budaya Lampung yang dapat dibuat menjadi kolase:

  • πŸ‘‘ Siger Lampung
  • 🏠 Rumah adat Lampung
  • 🧡 Kain Tapis
  • 🌺 Motif hias Lampung
  • 🎭 Pakaian adat Lampung
3. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dapat digunakan:

  • Pola gambar siger atau motif budaya Lampung
  • Kertas warna/origami
  • Lem
  • Gunting
  • Pensil
  • Krayon atau pensil warna
  • Potongan kain atau bahan alam jika tersedia
4. Langkah-Langkah Membuat Kolase

Langkah 1: Pilih gambar budaya Lampung yang ingin dibuat, misalnya siger.

Langkah 2: Siapkan berbagai bahan dengan warna dan tekstur yang berbeda.

Langkah 3: Gunting atau sobek bahan menjadi potongan-potongan kecil.

Langkah 4: Oleskan lem pada bagian gambar secara perlahan.

Langkah 5: Tempelkan potongan bahan hingga seluruh bagian gambar terisi.

Langkah 6: Rapikan tempelan agar kolase terlihat indah.

Langkah 7: Tunjukkan hasil karya dan ceritakan secara sederhana tentang kolase yang dibuat.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat kolase, kita harus:

  • Menggunakan alat dengan hati-hati.
  • Menggunakan lem secukupnya.
  • Menempel bahan dengan rapi.
  • Memadukan warna dengan menarik.
  • Menjaga kebersihan tempat belajar.
  • Berani berkreasi dengan bahan yang tersedia.

πŸ’«Evaluasi

Membuat Kolase Siger Lampung 



πŸ’«Kesimpulan
Kolase merupakan karya seni dengan teknik menempel. Kita dapat membuat kolase dengan tema budaya Lampung, seperti siger, kain tapis, dan rumah adat Lampung. Dengan membuat kolase, kita dapat berkreasi sekaligus mengenal dan menghargai budaya daerah Lampung

Refleksi
senang sekali ananda sholih sholihah sudah berani maju dan tampil menceritakan hasil karyanya secara berkelompok, kerjasama antar temannya masih berlanjut sampai ketahap menceritakan hasil karya mereka meskipun dalam pertemuan ini ada 3 ananda yang sakit dan 1 izin sehingga belum bisa ikut menceritakan hasil karya mereka.