Senin, 02 November 2026

Materi Ajar Senin 02 November 2026 Pendidikan Pancasila

 


๐ŸŒน IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Senin / 02 November 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menyelesaikan masalah sederhana terkait sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pertemuan ke: 5

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
๐Ÿ’ซCP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

๐Ÿ’ซTP:

Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.

Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.

๐Ÿ’ซATP: 

Peserta didik mengenali manfaat  aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning 

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

๐Ÿ’ซMateri Pendidikan Pancasila 




Menyelesaikan masalah sederhana terkait sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga

1. Pengertian Aturan Keluarga

Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Aturan dibuat dan disepakati bersama anggota keluarga. Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.

2. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

6 Tip Mudah Disiplinkan Anak Tanpa Tekanan, Boleh Cuba!
a. Merapikan mainan

Setelah bermain, kita harus merapikan mainan ke tempatnya.

Muslim Girl Doing Homework at Home Illustration

b. Belajar tepat waktu

Kita harus belajar sesuai jadwal yang ditentukan.

Boy helps mother clean the house | Premium Vector | Islamic cartoon, Cartoon, Muslim kids

c. Membantu orang tua

Kita dapat membantu menyapu atau merapikan rumah.

Belajar Disini Aja - Subtema 1 Aku dan Teman Baru - Pembelajaran 1

d. Berpamitan sebelum pergi

Kita harus meminta izin dan berpamitan kepada orang tua.

3. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga

  • Rumah menjadi tertib dan nyaman.

  • Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.

  • Menjaga kerukunan antaranggota keluarga.

  • Membuat anggota keluarga merasa aman.

4. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

  • Rumah menjadi berantakan.

  • Kegiatan sehari-hari menjadi tidak tertib.

  • Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

5. Masalah Sederhana Akibat Tidak Mematuhi Aturan

Terkadang kita melakukan kesalahan karena lupa atau tidak menaati aturan.

Jika terjadi masalah, kita harus menyelesaikannya dengan baik.

Berikut contoh masalah dan cara menyelesaikannya.

Masalah

Cara menyelesaikan

Mainan berserakan di lantai.

Segera merapikan mainan.

Lupa mencuci tangan sebelum makan.

Segera mencuci tangan.

Tidak mengerjakan tugas rumah.

Segera menyelesaikan tugas.

Terlambat tidur karena bermain.

Berhenti bermain dan tidur tepat waktu.

Bertengkar dengan saudara.

Saling meminta maaf dan berdamai.

Tidak sengaja memecahkan gelas.

Mengakui kesalahan dan meminta bantuan orang tua.

6. Langkah-Langkah Menyelesaikan Masalah

Jika kita melakukan kesalahan, lakukan langkah berikut:

  1. Mengakui kesalahan. Berani berkata jujur.

  2. Meminta maaf. Meminta maaf kepada orang yang dirugikan.

  3. Memperbaiki kesalahan. Berusaha memperbaiki keadaan.

  4. Tidak mengulangi kesalahan. Belajar menjadi anak yang lebih baik.

Contoh cerita:

Budi bermain mobil-mobilan di ruang keluarga. Setelah bermain, Budi lupa merapikan mainannya. Ibu hampir terpeleset karena menginjak mainan Budi.

Apa yang harus dilakukan Budi?

Jawaban:

  • Budi harus meminta maaf kepada Ibu.

  • Budi segera merapikan mainannya.

  • Budi berjanji akan merapikan mainan setelah bermain.

7. Sikap Baik Saat Menghadapi Masalah

Ketika menghadapi masalah di rumah, kita harus:

  • Berkata jujur.

  • Tidak menyalahkan orang lain.

  • Tidak berteriak atau marah-marah.

  • Mau mendengarkan nasihat orang tua.

  • Saling membantu dan memaafkan.

  • Bertanggung jawab atas kesalahan sendiri.

๐Ÿ’ซKesimpulan 
Aturan keluarga harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga. Dengan menaati aturan, kita belajar menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi keluarga. Aturan keluarga harus kita patuhi setiap hari. Aturan membuat rumah menjadi tertib, aman, dan nyaman. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya, meminta maaf, dan memperbaikinya. Anak yang hebat adalah anak yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.



๐Ÿ’ซSoal Post Test

1. Aturan di rumah harus kita ....
a. langgar
b. patuhi
c. lupakan

2. Setelah bermain, mainan harus ....
a. dibuang
b. dibiarkan
c. dirapikan

3. Jika melakukan kesalahan, kita harus ....
a. berbohong
b. meminta maaf
c. menyalahkan orang lain

4. Sebelum makan, kita harus ....
a. mencuci tangan
b. bermain
c. tidur

5. Jika bertengkar dengan saudara, sebaiknya kita ....
a. saling mengejek
b. saling memukul
c. saling memaafkan

Kamis, 29 Oktober 2026

Materi Ajar Kamis 29 Oktober 2026 Matematika

 


 ๐ŸŒน IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Kamis / 29 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Merefleksikan materi pengurangan sampai 20 dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan ke: 5

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
๐Ÿ’ซCP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
๐Ÿ’ซTP:
Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

๐Ÿ’ซATP:
Peserta didik dapat Menyelesaikan soal cerita sederhana sampai dengan 20 dengan benda konkrit. 

๐Ÿ’ซMateri Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


๐ŸŽ A. 1. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Contoh:

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Ada 5 apel.

Jika 2 apel diambil, maka:

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ ๐ŸŽ๐ŸŽ

Apel yang tersisa adalah 3.

Jadi:

5 − 2 = 3

Dibaca:

“Lima dikurangi dua sama dengan tiga.”


2. Mengenal Tanda Pengurangan
Dalam pengurangan kita menggunakan tanda:
−
Tanda − dibaca dikurangi.
Contoh:
7 − 3 = 4
Artinya:
  • Ada 7 benda.
  • Diambil 3 benda.
  • Tersisa 4 benda.

3. Pengurangan dengan Benda Konkret
Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh.
Kita dapat menggunakan:
  • ๐ŸŽ apel
  • ✏️ pensil
  • ๐Ÿงธ boneka
  • ๐ŸŸข kancing
  • ๐Ÿงฑ balok
  • ๐Ÿช biskuit
  • ๐Ÿช™ tutup botol
Contoh 1
Ada 8 kelereng.
๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต
Diambil 3 kelereng.
๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต
Sisa kelereng:
๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต
Jadi:
8 − 3 = 5
Contoh 2
Ada 10 pensil.
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Diambil 4 pensil.
Sisa pensil:
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Jadi:
10 − 4 = 6
4. Cara Melakukan Pengurangan
Mari kita lakukan langkah demi langkah.
Contoh:
9 − 2 = ...
Langkah 1: Siapkan 9 benda.
๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ 
Langkah 2: Ambil 2 benda.
๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ 
Langkah 3: Hitung benda yang tersisa.
๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ 
Ada 7 benda.
Jadi:
9 − 2 = 7
5. Pengurangan sampai 20
Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20.
Contoh:
PenguranganHasil
5 − 23
7 − 34
8 − 44
10 − 28
10 − 55
12 − 210
13 − 310
15 − 510
17 − 710
20 − 515

6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
๐ŸŠ Contoh 1
Ibu mempunyai 10 jeruk.
Ayah mengambil 3 jeruk.
Berapa jeruk yang tersisa?
10 − 3 = 7
Jadi, tersisa 7 jeruk.
๐Ÿช Contoh 2
Rani mempunyai 8 kue.
Rani memberikan 2 kue kepada adiknya.
Berapa kue Rani sekarang?
8 − 2 = 6
Jadi, Rani mempunyai 6 kue.
๐Ÿงธ Contoh 3
Ada 12 boneka di dalam kotak.
Sebanyak 4 boneka diambil.
Berapa boneka yang tersisa?
12 − 4 = 8
Jadi, tersisa 8 boneka. 

Contoh Pengurangan Sampai 20

Soal

Hitung mundur

Hasil

9 − 2

9 → 8 → 7

7

12 − 3

12 → 11 → 10 → 9

9

15 − 4

15 → 14 → 13 → 12 → 11

11

18 − 5

18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13

13

20 − 6

20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14

14

Perhatikan contoh berikut.

Cara mudah mengingat:

  • Angka pertama adalah angka awal.

  • Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur.

  • Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan.

๐ŸŒŸ Kesimpulan

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.


Rabu, 28 Oktober 2026

Materi Ajar Rabu 28 Oktober 2026

 


 ๐ŸŒน IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Rabu / 28 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menerapkan dan merefleksikan penyelesaian soal cerita pengurangan sampai 20 dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan ke: 4

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
๐Ÿ’ซCP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
๐Ÿ’ซTP:
Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

๐Ÿ’ซATP:
Peserta didik dapat Menyelesaikan soal cerita sederhana sampai dengan 20 dengan benda konkrit. 

๐Ÿ’ซMateri Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


๐ŸŽ A. 1. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Contoh:

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Ada 5 apel.

Jika 2 apel diambil, maka:

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ ๐ŸŽ๐ŸŽ

Apel yang tersisa adalah 3.

Jadi:

5 − 2 = 3

Dibaca:

“Lima dikurangi dua sama dengan tiga.”


2. Mengenal Tanda Pengurangan
Dalam pengurangan kita menggunakan tanda:
−
Tanda − dibaca dikurangi.
Contoh:
7 − 3 = 4
Artinya:
  • Ada 7 benda.
  • Diambil 3 benda.
  • Tersisa 4 benda.

3. Pengurangan dengan Benda Konkret
Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh.
Kita dapat menggunakan:
  • ๐ŸŽ apel
  • ✏️ pensil
  • ๐Ÿงธ boneka
  • ๐ŸŸข kancing
  • ๐Ÿงฑ balok
  • ๐Ÿช biskuit
  • ๐Ÿช™ tutup botol
Contoh 1
Ada 8 kelereng.
๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต
Diambil 3 kelereng.
๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต
Sisa kelereng:
๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต
Jadi:
8 − 3 = 5
Contoh 2
Ada 10 pensil.
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Diambil 4 pensil.
Sisa pensil:
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Jadi:
10 − 4 = 6
4. Cara Melakukan Pengurangan
Mari kita lakukan langkah demi langkah.
Contoh:
9 − 2 = ...
Langkah 1: Siapkan 9 benda.
๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ 
Langkah 2: Ambil 2 benda.
๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ 
Langkah 3: Hitung benda yang tersisa.
๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ  ๐ŸŸ 
Ada 7 benda.
Jadi:
9 − 2 = 7
5. Pengurangan sampai 20
Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20.
Contoh:
PenguranganHasil
5 − 23
7 − 34
8 − 44
10 − 28
10 − 55
12 − 210
13 − 310
15 − 510
17 − 710
20 − 515

6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
๐ŸŠ Contoh 1
Ibu mempunyai 10 jeruk.
Ayah mengambil 3 jeruk.
Berapa jeruk yang tersisa?
10 − 3 = 7
Jadi, tersisa 7 jeruk.
๐Ÿช Contoh 2
Rani mempunyai 8 kue.
Rani memberikan 2 kue kepada adiknya.
Berapa kue Rani sekarang?
8 − 2 = 6
Jadi, Rani mempunyai 6 kue.
๐Ÿงธ Contoh 3
Ada 12 boneka di dalam kotak.
Sebanyak 4 boneka diambil.
Berapa boneka yang tersisa?
12 − 4 = 8
Jadi, tersisa 8 boneka. 

Contoh Pengurangan Sampai 20

Soal

Hitung mundur

Hasil

9 − 2

9 → 8 → 7

7

12 − 3

12 → 11 → 10 → 9

9

15 − 4

15 → 14 → 13 → 12 → 11

11

18 − 5

18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13

13

20 − 6

20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14

14

Perhatikan contoh berikut.

Cara mudah mengingat:

  • Angka pertama adalah angka awal.

  • Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur.

  • Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan.

๐ŸŒŸ Kesimpulan

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.

Refleksi
Pada pembelajaran hari ini, ananda sudah mulai mencoba untuk berpikir kritis dan mencoba menyelesaikan soal cerita sederhana mengenai pengurangan. Namun dikarenakan ada nenerapa ananda yang masih belum lancar membaca bukan karena tidak bisa menjawab tapi karena keterbatasan dalam membaca masih harus dibacakan dan dibimbing dalam menyelesaikan soal cerita pengurangan sederhana ini.

Selasa, 27 Oktober 2026

Materi Ajar Selasa 27 Oktober 2026 Pendidikan Pancasila

 


๐ŸŒน IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Selasa / 27 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Memahami akitbat tidak mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pertemuan ke: 4

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
๐Ÿ’ซCP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

๐Ÿ’ซTP:

Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.

Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.

๐Ÿ’ซATP: 

Peserta didik mengenali manfaat  aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning 

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

๐Ÿ’ซMateri Pendidikan Pancasila 




Memahami Akibat Tidak Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga

1. Pengertian Aturan Keluarga

Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Aturan dibuat dan disepakati bersama anggota keluarga. Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.

2. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

6 Tip Mudah Disiplinkan Anak Tanpa Tekanan, Boleh Cuba!
a. Merapikan mainan

Setelah bermain, kita harus merapikan mainan ke tempatnya.

Muslim Girl Doing Homework at Home Illustration

b. Belajar tepat waktu

Kita harus belajar sesuai jadwal yang ditentukan.

Boy helps mother clean the house | Premium Vector | Islamic cartoon, Cartoon, Muslim kids

c. Membantu orang tua

Kita dapat membantu menyapu atau merapikan rumah.

Belajar Disini Aja - Subtema 1 Aku dan Teman Baru - Pembelajaran 1

d. Berpamitan sebelum pergi

Kita harus meminta izin dan berpamitan kepada orang tua.

3. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga

  • Rumah menjadi tertib dan nyaman.

  • Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.

  • Menjaga kerukunan antaranggota keluarga.

  • Membuat anggota keluarga merasa aman.

4. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

  • Rumah menjadi berantakan.

  • Kegiatan sehari-hari menjadi tidak tertib.

  • Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

๐Ÿ’ซKesimpulan 
Aturan keluarga harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga. Dengan menaati aturan, kita belajar menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi keluarga.

๐Ÿ’ซSoal Post Test

Sebutkan 3 akibat tidak aturan di lingkungan keluarga yang kamu ketahui

Refleksi
Pada pembelajaran hari ini setelah pertemuan-pertemuan sebelumnya membahas mengenai aturan di lingkungan keluarga ananda mulai paham dan menegrti akibat dari tidak mematuhi peraturan di lingkungan keluarga.