Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar Rabu 09 September 2026 Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Rabu / 09 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Berlatih menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20
Pertemuan ke: 3

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

🌹CP:

Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

🌹TP:

Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat berlatih menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan makna saat berlatih menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20 secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

🌹ATP
Peserta didik mampu berlatih menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test



🌹Materi Matematika
A. Apa Itu Komposisi Bilangan?
Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.

Contoh:

🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

2 + 3 = 5

Jadi, bilangan 5 dapat disusun dari pasangan 2 dan 3.

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?
Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.

Contoh:

🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊

Bilangan 7 dapat dipecah menjadi:

7 = 3 + 4

atau

7 = 5 + 2

atau

7 = 6 + 1

Jadi, satu bilangan dapat memiliki beberapa pasangan bilangan.

C. Pasangan Bilangan sampai 20
Mari kita lihat beberapa contoh.
Bilangan 5
  • 0 + 5 = 5
  • 1 + 4 = 5
  • 2 + 3 = 5
  • 3 + 2 = 5
  • 4 + 1 = 5
  • 5 + 0 = 5
Bilangan 10
  • 0 + 10 = 10
  • 1 + 9 = 10
  • 2 + 8 = 10
  • 3 + 7 = 10
  • 4 + 6 = 10
  • 5 + 5 = 10
Bilangan 15
  • 0 + 15 = 15
  • 1 + 14 = 15
  • 2 + 13 = 15
  • 3 + 12 = 15
  • 4 + 11 = 15
  • 5 + 10 = 15
  • 6 + 9 = 15
  • 7 + 8 = 15
Bilangan 20
  • 0 + 20 = 20
  • 1 + 19 = 20
  • 2 + 18 = 20
  • 3 + 17 = 20
  • 4 + 16 = 20
  • 5 + 15 = 20
  • 6 + 14 = 20
  • 7 + 13 = 20
  • 8 + 12 = 20
  • 9 + 11 = 20
  • 10 + 10 = 20
D. Contoh Menggunakan Benda Konkret
Bayangkan ada 8 kelereng.

⚫⚫⚫⚫ | ⚫⚫⚫⚫

Ada 4 kelereng di kiri dan 4 kelereng di kanan.

Jadi:

4 + 4 = 8

Kita juga dapat membagi 8 kelereng seperti ini:

⚫⚫ | ⚫⚫⚫⚫⚫⚫

2 + 6 = 8

Atau:

⚫ | ⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫

1 + 7 = 8

Jadi, bilangan 8 mempunyai beberapa pasangan bilangan.
 
🌹Kesimpulan
Komposisi bilangan adalah menggabungkan beberapa bilangan menjadi satu bilangan. Dekomposisi bilangan adalah memecah satu bilangan menjadi beberapa bilangan. Satu bilangan dapat memiliki berbagai pasangan bilangan. Contohnya, bilangan 10 dapat dibuat dari 1 + 9, 2 + 8, 3 + 7, 4 + 6, dan 5 + 5. Dengan berlatih menggunakan benda konkret seperti kelereng, pensil, balok, atau buah, kita dapat lebih mudah menemukan pasangan bilangan sampai 20.

Post Test

1. 8 = 3 + ....

2. 12 = 5 + ....

3. 10 = 4 + ....

4. 15 = 7 + ....

5. 20 = 10 + ....

Materi Ajar Rabu, 09 September 2026 Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Rabu / 09 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Mengurutkan dan Menceritakan Pengalaman Diri

Pertemuan ke: 6

πŸ’«CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

πŸ’«TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara menyusun dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bercerita dengan runut mengenai pengalamannya secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

πŸ’«ATP

Peserta didik dapat mengurutkan dan menceritakan pengalaman diri

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test



πŸ’«Materi Bahasa Indonesia

1. Pengertian Cerita Pengalaman
Mengurutkan dan Menceritakan Pengalaman Diri
A. Apa Itu Pengalaman Diri?
Pengalaman diri adalah kejadian yang pernah kita alami sendiri.

Contoh pengalaman:

  • Pergi ke sekolah.
  • Bermain bersama teman.
  • Pergi berlibur bersama keluarga.
  • Membantu ibu di rumah.
  • Merayakan ulang tahun.

Setiap orang dapat memiliki pengalaman yang berbeda.

B. Mengurutkan Pengalaman
Ketika menceritakan pengalaman, kita perlu mengurutkan kejadian agar cerita mudah dipahami.
Kita dapat menggunakan urutan:

1. Awal → Apa yang terjadi pertama?
2. Tengah → Apa yang terjadi setelah itu?
3. Akhir → Apa yang terjadi terakhir?

Contoh:
Pengalaman Pergi ke Sekolah
  1. Awal: Aku bangun pagi dan mandi.
  2. Tengah: Aku memakai seragam dan sarapan.
  3. Akhir: Aku pergi ke sekolah bersama ayah.

Jadi, cerita harus disampaikan sesuai urutan kejadian.

C. Kata yang Digunakan untuk Mengurutkan Cerita
Agar cerita lebih mudah dipahami, kita dapat menggunakan kata:
  • Pertama
  • Lalu
  • Kemudian
  • Setelah itu
  • Terakhir
Contoh:

Pertama, aku bangun pagi.
Lalu, aku mandi.
Kemudian, aku memakai seragam.
Setelah itu, aku sarapan.
Terakhir, aku pergi ke sekolah.

D. Cara Menceritakan Pengalaman Diri
Saat menceritakan pengalaman, lakukan hal berikut:
  1. Ceritakan pengalaman yang benar-benar pernah dialami.
  2. Ceritakan apa yang terjadi pertama, berikutnya, dan terakhir.
  3. Gunakan kalimat yang sederhana.
  4. Bicaralah dengan suara yang jelas.
  5. Ceritakan dengan percaya diri.
Contoh Cerita
Pengalaman Bermain di Taman

Hari Minggu aku pergi ke taman bersama ibu.
Pertama, aku melihat banyak bunga.
Lalu, aku bermain ayunan.
Setelah itu, aku bermain bersama teman.
Terakhir, aku pulang bersama ibu.
Aku merasa sangat senang.

πŸ“ Kesimpulan
Pengalaman diri adalah kejadian yang pernah kita alami sendiri. Pengalaman dapat diceritakan dengan urutan yang benar, yaitu awal, tengah, dan akhir. Kita dapat menggunakan kata pertama, lalu, kemudian, setelah itu, dan terakhir. Saat bercerita, kita harus berbicara dengan jelas, sederhana, dan percaya diri.

πŸ’« Evaluasi/ post test

Tuliskanlah pengalaman dirimu ketika belajar daring di rumah


Selasa, 08 September 2026

Materi Ajar Selasa 08 September 2026 Seni Rupa

 

🌹 IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Seni Rupa
Hari/ Tanggal: Senin / 08 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar
Pertemuan ke: 7

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

🌹CP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

🌹TP:
Mengenali unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan penyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

🌹ATP
Peserta didik mampu menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test





🌹Materi Seni Rupa
Mengenal Unsur Rupa
Unsur rupa adalah bagian-bagian yang dapat kita lihat dalam sebuah karya seni.
Beberapa unsur rupa yang sederhana adalah:

1. Titik ●
Titik adalah tanda kecil.
Contoh:
  • Titik-titik pada gambar bunga.
  • Titik-titik untuk membuat pola.
2. Garis 〰️
Garis adalah goresan yang memanjang.
Ada beberapa jenis garis:
  • Garis lurus ───
  • Garis lengkung 〰️
  • Garis zig-zag ///\
  • Garis bergelombang ~~~~~
3. Bentuk
Bentuk adalah bagian yang memiliki rupa tertentu.
Contoh:
  • Lingkaran ○
  • Segitiga △
  • Persegi □
  • Persegi panjang ▭

Benda di sekitar kita juga mempunyai bentuk, seperti bola, buku, meja, dan rumah.

4. Warna 🌈
Warna membuat karya seni menjadi lebih indah.
Contoh warna:
  • Merah
  • Kuning
  • Biru
  • Hijau
  • Jingga
  • Ungu

Kita dapat memilih warna sesuai dengan keinginan kita.

5. Tekstur
Tekstur adalah rasa permukaan suatu benda ketika disentuh.
Contoh:
  • Kapas terasa lembut.
  • Batu terasa keras.
  • Kulit jeruk terasa kasar.
😊Menyampaikan Perasaan Saat Membuat Karya
Saat membuat karya seni, kita dapat merasakan berbagai macam perasaan.
Misalnya:

😊 Senang
"Aku senang menggambar bunga."

πŸ₯° Bangga
"Aku bangga dengan hasil gambarku."

πŸ˜„ Gembira
"Aku gembira karena bisa mewarnai bersama teman."

😟 Kesulitan
"Aku kesulitan menggambar bentuk rumah."

😌 Tenang
"Aku merasa tenang saat menggambar."

Tidak apa-apa jika hasil karya kita belum sempurna. Yang penting kita mau mencoba dan belajar.

🌻Menghargai Karya Sendiri dan Teman
Setiap karya memiliki keunikan masing-masing.

Kita harus:

  • Menjaga karya sendiri.
  • Tidak mengejek karya teman.
  • Memberikan pujian kepada teman.
  • Menghargai perbedaan hasil karya.
  • Mau belajar dari karya orang lain.

Contoh kalimat yang baik:

"Gambarmu bagus dan warnanya cerah."

"Aku suka bentuk bungamu."

"Kamu sudah berusaha dengan baik."

 

🌹Kesimpulan
Unsur rupa adalah bagian yang dapat kita lihat dalam sebuah karya seni, seperti titik, garis, bentuk, warna, dan tekstur. Saat membuat karya seni, kita dapat merasakan berbagai perasaan seperti senang, gembira, bangga, atau merasa kesulitan. Semua perasaan tersebut boleh kita ceritakan.

Post Test
Kegiatan: "Gambarku, Perasaanku"

Alat dan bahan:

  • Kertas gambar
  • Pensil
  • Penghapus
  • Krayon atau pensil warna

Langkah kegiatan:

  1. Buatlah gambar benda atau suasana yang kamu sukai.
  2. Gunakan berbagai garis dan bentuk.
  3. Warnai gambar dengan warna yang kamu pilih.
  4. Setelah selesai, lihat kembali hasil karyamu.
  5. Ceritakan perasaanmu saat membuat karya.

Contoh kalimat:

Karyaku: Gambar taman
Perasaanku: Senang
Warna yang digunakan: Hijau, merah, kuning
Bagian yang kusukai: Bunga
Bagian yang sulit: Menggambar pohon

Materi Ajar Selasa 08 September 2026 Bahasa Indonesia

 πŸ’«IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Selasa / 08 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Memecahkan Masalah Berdasarkan Cerita Pengalaman

Pertemuan ke: 5

πŸ’«CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

πŸ’«TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

πŸ’«ATP

Peserta didik menghubungkan masalah dengan penyebabnya berdasarkan informasi dalam cerita.

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test

πŸ’«Materi Bahasa Indonesia

1. Pengertian Cerita Pengalaman

Cerita pengalaman adalah cerita tentang kejadian yang pernah kita alami.
Contohnya:

  • Pergi ke sekolah.
  • Bermain bersama teman.
  • Membantu orang tua.
  • Jatuh saat bermain.
  • Kehilangan barang.

2. Mengenal Masalah dalam Cerita

Dalam sebuah cerita pengalaman, terkadang terdapat masalah yang dialami tokoh.

Contoh:
Budi lupa membawa pensil ke sekolah.
➡️ Masalahnya adalah Budi tidak membawa pensil.

3. Menentukan Penyebab Masalah

Kita perlu mencari tahu mengapa masalah itu terjadi.

Contoh:
Budi lupa membawa pensil karena tidak memeriksa isi tas sebelum berangkat sekolah.

4. Mencari Solusi

Solusi adalah cara untuk menyelesaikan masalah.

Contoh:

  • Masalah: Budi lupa membawa pensil.
  • Penyebab: Budi tidak memeriksa tas.
  • Solusi: Budi dapat meminjam pensil kepada teman dan mulai membiasakan diri memeriksa perlengkapan sekolah sebelum berangkat.

5. Langkah-Langkah Memecahkan Masalah

Saat mendengarkan atau membaca cerita pengalaman, kita dapat melakukan langkah berikut:

Dengarkan/Baca cerita → Temukan masalah → Cari penyebab → Pikirkan solusi → Pilih solusi yang baik.

6. Contoh Sederhana

Cerita:
Siti sedang bermain bersama teman. Ia tidak sengaja menjatuhkan mainan milik temannya hingga rusak.

Masalah:
Mainan teman Siti rusak.

Penyebab:
Siti tidak sengaja menjatuhkan mainan.

Solusi:
Siti meminta maaf dan membantu memperbaiki atau mengganti mainan tersebut.

πŸ’« Evaluasi/ post test




πŸ’«Kesimpulan 
Memecahkan masalah berdasarkan cerita pengalaman berarti menemukan masalah dalam cerita, mengetahui penyebabnya, dan mencari cara yang baik untuk menyelesaikannya. Kita harus berani mengakui kesalahan, meminta maaf, membantu orang lain, dan memilih solusi yang baik