Rabu, 30 September 2026

Materi Ajar Rabu 30 September 2026 Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Rabu / 30 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Sumatif Harian (SH): (merespon dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan atau lingkungan sekitar)

Pertemuan ke: 13

πŸ’«CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

πŸ’«TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar Refleksi/Pengayaan (merespon dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan atau lingkungan sekitar) mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menemukan mrefleksi pembelajaran sepanjang TP dan mengingat serta mnegulas kembali materi (merespon dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan atau lingkungan sekitar) dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan merefleksi dan pengayaan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

πŸ’«ATP

Peserta didik dapat Refleksi/Pengayaan (merespon dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan atau lingkungan sekitar)

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran dan Soal post test






πŸ’«Materi Bahasa Indonesia
πŸ‘€ A. Mengenal Anggota Tubuh
Video Pembelajaran
https://youtu.be/4dNcoWNdNFU?si=gCnLNK82A2RfLqpP
🌟 Contoh Kalimat
  • Ini mata saya.
  • Saya melihat dengan mata.
  • Ini telinga saya.
  • Saya mendengar dengan telinga.
  • Saya berjalan menggunakan kaki.
  • Saya makan menggunakan mulut.
B. Percakapan Sederhana tentang Anggota Tubuh
πŸ—£️ Percakapan 1: Mengenal Mata
Alya: Hai, Rani!
Rani: Hai, Alya!
Alya: Ini anggota tubuh apa?
Rani: Ini mata.
Alya: Apa kegunaan mata?
Rani: Mata digunakan untuk melihat.
Alya: Benar. Aku melihat buku dengan mata.
Rani: Aku juga!

πŸ—£️ Percakapan 2: Mengenal Telinga
Beni: Siti, ini anggota tubuh apa?
Siti: Itu telinga.
Beni: Untuk apa telinga?
Siti: Telinga untuk mendengar.
Beni: Apakah kamu bisa mendengar suara burung?
Siti: Ya, aku bisa mendengarnya.

🌈 Kesimpulan

Anggota tubuh adalah bagian-bagian yang terdapat pada tubuh kita. Contohnya adalah mata, telinga, hidung, mulut, tangan, dan kaki. Setiap anggota tubuh memiliki fungsi yang berbeda. Kita dapat mengenal anggota tubuh melalui percakapan sederhana. Saat berbicara dengan teman, kita harus berbicara dengan jelas, mendengarkan, bergantian berbicara, dan menggunakan bahasa yang sopan. Kita juga harus selalu menjaga kebersihan anggota tubuh.

A. Mengenal Macam-Macam Perasaan

😊 1. Senang
Kita merasa senang ketika mengalami hal yang menyenangkan.
Contoh:
Aku mendapat hadiah dari ibu.
➡️ Aku merasa senang.

😒 2. Sedih
Kita merasa sedih ketika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh:
Mainanku rusak.
➡️ Aku merasa sedih.

😑 3. Marah
Kita dapat merasa marah ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Contoh:
Temanku mengambil mainanku tanpa izin.
➡️ Aku merasa marah.

😨 4. Takut
Kita merasa takut ketika menghadapi sesuatu yang membuat kita khawatir.
Contoh:
Aku mendengar suara petir yang keras.
➡️ Aku merasa takut.

😌 5. Tenang
Kita merasa tenang ketika hati kita nyaman dan tidak khawatir.
Contoh:
Aku duduk membaca buku bersama ibu.
➡️ Aku merasa tenang.

B. Mengapa Kita Harus Mengenal Perasaan?
Mengenal perasaan membantu kita mengetahui apa yang sedang kita rasakan.
Jika kita tahu perasaan kita, kita dapat menyampaikannya kepada orang lain dengan baik.

Contoh:

❌ Jangan memukul teman ketika marah.

✅ Katakan:

“Aku marah karena mainanku diambil.”

C. Cara Mengungkapkan Perasaan
Kita dapat mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik.

Contoh:

😊 Senang:

“Aku senang bermain bersama teman.”

😒 Sedih:

“Aku sedih karena tidak bisa bermain.”

😑 Marah:

“Aku marah karena kamu mengambil pensilku.”

😨 Takut:

“Aku takut mendengar suara petir.”

πŸ₯° Sayang:

“Aku sayang kepada ibu.”

😌 Tenang:

“Aku merasa tenang saat membaca buku.”


E. Mengungkapkan Perasaan dengan Sopan
Saat menyampaikan perasaan, kita harus menggunakan kata-kata yang sopan dan baik.

Kita dapat menggunakan:

  • “Aku merasa ....”
  • “Aku senang karena ....”
  • “Aku sedih karena ....”
  • “Aku takut karena ....”
  • “Aku marah karena ....”
  • “Aku ingin ....”

Contoh:

“Aku sedih karena pensilku hilang.”

“Aku senang karena mendapat pujian dari ibu.”

“Aku takut karena melihat kucing yang besar.”

🌷 A. Apa Itu Pendapat?
Pendapat adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sesuatu.
Setiap orang boleh memiliki pendapat yang berbeda. Kita harus menghargai pendapat orang lain.

Contoh:

  • “Menurutku, bermain di taman itu menyenangkan.”
  • “Aku suka warna merah karena terlihat cerah.”
  • “Menurut saya, membaca buku itu seru.”

Kalimat seperti “menurutku”, “menurut saya”, “aku suka”, atau “menurut pendapatku” dapat menunjukkan pendapat.

πŸ’¬ B. Apa Itu Percakapan?
Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih.

Contoh percakapan:

Rani: “Menurutku, bunga mawar itu indah.”
Siti: “Kalau aku, aku lebih suka bunga melati.”

Pada percakapan tersebut:

  • Pendapat Rani: Bunga mawar itu indah.
  • Pendapat Siti: Siti lebih suka bunga melati.
πŸ”Ž C. Cara Menemukan Pendapat dalam Percakapan
Untuk menemukan pendapat, kita dapat melakukan beberapa langkah:

1. Dengarkan percakapan dengan baik.
πŸ‘‚ Dengarkan apa yang dikatakan setiap orang.

2. Cari kalimat yang menunjukkan pikiran atau kesukaan.
Contohnya:

  • “Menurutku…”
  • “Aku suka…”
  • “Menurut saya…”
  • “Menurut pendapatku…”

3. Perhatikan isi kalimatnya.
Tanyakan kepada diri sendiri:

πŸ‘‰ “Apa yang dipikirkan atau disukai orang tersebut?”

4. Sebutkan pendapatnya.

🌈 D. Contoh Percakapan

Dina: “Menurutku, belajar sambil bermain itu menyenangkan.”

Beni: “Aku juga suka belajar sambil bermain.”

Dina: “Kalau begitu, kita belajar bersama, ya!”

Pertanyaan:

  1. Siapa yang mengatakan pendapat?
    Jawaban: Dina.
  2. Apa pendapat Dina?
    Jawaban: Belajar sambil bermain itu menyenangkan.
  3. Apakah Beni memiliki pendapat yang sama?
    Jawaban: Ya.
🏑 E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Percakapan 1

Ibu: “Menurutmu, bagaimana halaman rumah kita?”

Alya: “Menurutku, halaman kita indah karena banyak bunga.”

πŸ‘‰ Pendapat Alya: Halaman rumah indah karena banyak bunga.

Percakapan 2

Andi: “Aku suka bermain sepak bola.”

Raka: “Kalau aku lebih suka bermain bola basket.”

πŸ‘‰ Pendapat Andi: Ia suka bermain sepak bola.
πŸ‘‰ Pendapat Raka: Ia lebih suka bermain bola basket.

πŸ’‘ F. Pendapat Bisa Berbeda

Tidak semua orang memiliki pendapat yang sama.

Contoh:

Lina: “Menurutku, warna biru sangat bagus.”

Maya: “Menurutku, warna merah lebih bagus.”

Keduanya memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.

Kita harus:

  • πŸ‘‚ mendengarkan pendapat orang lain,
  • 😊 menghargai pendapat teman,
  • πŸ—£️ menyampaikan pendapat dengan sopan,
  • ❤️ tidak mengejek pendapat orang lain.
🌺Kesimpulan
Pendapat adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sesuatu. Pendapat dapat ditemukan dalam percakapan dengan cara mendengarkan dan memperhatikan kalimat yang disampaikan. Kata seperti “menurutku”, “menurut saya”, dan “aku suka” sering digunakan untuk menyampaikan pendapat. Setiap orang boleh memiliki pendapat yang berbeda. Kita harus mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain serta menyampaikan pendapat dengan sopan.


Soal Sumatif Harian

Pilihan Ganda
1. Mata adalah indera untuk...
a. melihat           b. mendengar         c. mencium
2. saat bahagia perasaan yang kita rasakan adalah...
a. senang            b. sedih            c. takut
3. “Menurutku, Syahla anak yang baik.”
Pendapat dalam kalimat tersebut adalah ....
A. syahla anak yang pintar
B. syahla anak yang ceria
C. syahla anak yang baik

4. Huruf konsonan pada kata “topi” adalah ....

a.  o dan i                b.  t dan p                    c.  t dan o 

5. Huruf pertama pada kata “mata” adalah ....

a.  t             b.  a                 c.  m


Isian

1. Perasaan karena mainannya rusak adalah perasaan....

2. Anggota tubuh yang berguna untuk memegang pensil adalah ....

3. Kita mengecap rasa manis menggunakan ....

4. Pendapat setiap orang dapat....

5. huruf vikal dari kata "budi" apa saja....


Selasa, 29 September 2026

Materi Ajar Selasa 29 September 2026 Seni Rupa

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Seni Rupa
Hari/ Tanggal: Selasa / 29 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal warna dasar primer
Pertemuan ke: 1

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

🌹CP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

🌹TP:
Merefleksi karya diri sendiri


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengenal warna dasar primer dalam kehidupan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan dan Mengenal warna dasar primer saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

🌹ATP
Peserta didik mampu Mengenal warna dasar primer

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test





🌹Materi Seni Rupa
A. Apa Itu Warna?
Warna adalah sesuatu yang dapat kita lihat pada benda di sekitar kita.

Contohnya:

  • Daun berwarna hijau.

  • Matahari sering digambar berwarna kuning.

  • Apel dapat berwarna merah.

  • Langit dapat berwarna biru.

Warna membuat gambar menjadi lebih indah dan menarik.

B. Mengenal Warna Primer
Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain.

Ada tiga warna primer, yaitu:

πŸ”΄ Merah
🟑 Kuning
πŸ”΅ Biru

Jadi, warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru.

C. Contoh Warna Primer di Sekitar Kita
1. Merah πŸ”΄

Contoh benda yang dapat berwarna merah:

  • Apel

  • Tomat

  • Bunga mawar

  • Balon

2. Kuning 🟑

Contoh benda yang dapat berwarna kuning:

  • Pisang

  • Jagung

  • Matahari

  • Balon

3. Biru πŸ”΅

Contoh benda yang dapat berwarna biru:

  • Langit

  • Laut

  • Balon

  • Pensil

D. Mencampur Warna Primer
Warna primer dapat dicampurkan sehingga menghasilkan warna baru.

Contohnya:

  • Merah + kuning = jingga

  • Kuning + biru = hijau

  • Biru + merah = ungu

Jadi, dari warna primer kita dapat membuat berbagai macam warna.

E. Kegiatan Mewarnai
Ayo berlatih menggunakan warna primer!

Warnailah gambar dengan ketentuan berikut:

  1. Apel → merah

  2. Pisang → kuning

  3. Balon → biru

  4. Bunga → merah

  5. Matahari → kuning

Gunakan warna dengan rapi dan tidak keluar dari garis gambar.

🌺Kesimpulan
Warna primer adalah warna dasar. Ada tiga warna primer, yaitu:

πŸ”΄ Merah
🟑 Kuning
πŸ”΅ Biru

Warna primer dapat digunakan untuk mewarnai gambar dan dapat dicampurkan untuk menghasilkan warna baru.

Post Test
Pilihlah jawaban yang benar!

1. Warna primer terdiri dari ....
A. merah, kuning, biru
B. hijau, ungu, jingga
C. hitam, putih, abu-abu

2. Warna daun pada umumnya adalah ....
A. merah
B. hijau
C. biru

3. Warna kuning termasuk warna ....
A. primer
B. sekunder
C. gelap

4. Merah dicampur dengan kuning menghasilkan warna ....
A. hijau
B. ungu
C. jingga

5. Kuning dicampur dengan biru menghasilkan warna ....
A. hijau
B. merah
C. ungu

Kunci jawaban


1.a

2. B

3. A

4. C

5. C



Refleksi

Alhamdulillah pada pembelajaran hari ini ananda sudah tahu apa itu warna dasar primer, pemahaman ananda juga semakin dalam karena dibantu video pembelajaran, pada keempatan kali ini meskipus baru pertama kali dikenLkan warna dasar primer ananda sudah dapat menyelesaikan post test dengan baik, meskipun ada 1 yang perlu dibimbing. 

Materi Ajar Selasa 29 September 2026 Pendidikan Pancasila

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Selasa / 29 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1
Materi: Memahami akibat tidak mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 4

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

🌹CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

🌹TP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Memahami akibat tidak mematuhi aturan di lingkungan keluarga yang kerap ditemui dikehidupan sehari-harinya.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan dampak tidak Memahami akibat tidak mematuhi aturan di lingkungan keluarga dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat menerapkan dan Memahami akibat tidak mematuhi aturan di lingkungan keluarga secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

🌹ATP
Peserta didik mampu Memahami akibat tidak mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test





🌹Materi Pendidikan Pancasila

A. Memahami akibat tidak mengikuti aturan dalam keluarga
Aturan di keluarga adalah aturan yang dibuat dan disepakati untuk dilakukan oleh anggota keluarga di rumah.
Aturan dibuat agar keluarga dapat hidup tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Contohnya:

🏠 Di rumah

  1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah.
  2. Meletakkan sepatu pada tempatnya.
  3. Merapikan mainan setelah bermain.
  4. Membantu membersihkan rumah.
  5. Meminta izin sebelum pergi bermain.
  6. Tidur tepat waktu.
B. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Kita harus mematuhi aturan karena aturan membuat kehidupan keluarga menjadi lebih baik.

Dengan mematuhi aturan:

✅ Rumah menjadi lebih rapi.
✅ Keluarga menjadi lebih tertib.
✅ Kita belajar disiplin.
✅ Kita belajar bertanggung jawab.
✅ Keluarga menjadi lebih nyaman dan rukun.

🌷 C. Manfaat Mematuhi Aturan di Keluarga
Mematuhi aturan memiliki banyak manfaat.
1. 🏑 Rumah menjadi lebih tertib
Jika semua anggota keluarga mematuhi aturan, kegiatan di rumah menjadi lebih teratur.
Contoh:
Setelah bermain, kita merapikan mainan. Rumah menjadi rapi.
2. ❤️ Keluarga menjadi lebih nyaman
Aturan membantu setiap anggota keluarga merasa nyaman.
Contoh:
Kita berbicara dengan suara yang lembut sehingga tidak mengganggu anggota keluarga lain.
3. πŸ›‘️ Menjaga keselamatan
Beberapa aturan dibuat agar kita tetap aman.
Contoh:
Meminta izin kepada orang tua sebelum bermain di luar rumah dapat membantu menjaga keselamatan kita.
4. ⏰ Belajar disiplin
Mematuhi aturan membantu kita belajar melakukan sesuatu tepat waktu.
Contoh:
Bangun pagi dan tidur tepat waktu membuat kegiatan sehari-hari lebih teratur.
5. 🀝 Hubungan keluarga menjadi lebih harmonis
Mematuhi aturan menunjukkan bahwa kita menghargai anggota keluarga.
Contoh:
Mendengarkan nasihat orang tua dengan baik membuat hubungan dalam keluarga menjadi lebih baik.
6. 🌱 Belajar bertanggung jawab
Mematuhi aturan mengajarkan kita bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.
Contoh:
Setelah menggunakan mainan, kita bertanggung jawab untuk merapikannya kembali.

D. Contoh perilaku dan akibatnya
Perilaku Tidak Mematuhi Aturan             Akibat
Tidak merapikan tempat tidur             Kamar menjadi berantakan
Bermain tanpa mengingat waktu             Belajar atau mengerjakan tugas menjadi terlambat
Tidak membantu membersihkan rumah     Pekerjaan anggota keluarga lain menjadi lebih berat
Pergi tanpa meminta izin                     Orang tua merasa khawatir
Berbicara kasar kepada anggota keluarga   Dapat menimbulkan sakit hati dan perselisihan
Tidak mematikan tv setelah menonton     Memboroskan listrik
Tidak menjaga kebersihan                     Rumah menjadi kotor dan tidak nyaman

E. Jika Tidak Mematuhi Aturan
Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi hal-hal yang tidak baik.

Contoh:

  • Mainan tidak dirapikan → rumah menjadi berantakan.
  • Tidak tidur tepat waktu → bangun kesiangan.
  • Tidak meminta izin → orang tua menjadi khawatir.
  • Tidak membantu keluarga → pekerjaan rumah menjadi lebih berat.

Karena itu, kita harus membiasakan diri mematuhi aturan

🌹Kesimpulan
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh anggota keluarga di rumah. Aturan dibuat agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Contohnya adalah merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, membantu orang tua, berbicara sopan, meminta izin sebelum pergi, dan tidur tepat waktu. Aku akan mematuhi aturan di rumah agar keluargaku hidup rukun dan nyaman.

post test
sebutkan 3 contoh akibat tidak mematuhi aturan

Kunci jawaban
Rumah menjadi berantakan, bangun kesiangan, orangtua menjadi khawatir.

Refleksi
Kegiatan pembelajaran hari ini berjalan dengan kondusif ananda hari ini sudah mengetahui akinat tifak mengikuti pertaturan dilingkungan keluarga, ananda juga sudah menyelesaikan post test dengan baik dari 16 siswa hanya 1 yang tidak mendapatkan nilai 100 dan perlu dibimbing.

Komentar