Jumat, 04 September 2026

Materi Ajar Jumat 04 September 2026 Kokurikuler

 πŸ’«IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Kokurikuler 

Hari/ Tanggal: Jumat / 04 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Mengenal seni kolase dengan tema budaya Lampung

Pertemuan ke: 7

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.BπŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

πŸ’«CP:

Mengenal identitas Budaya Lampung

πŸ’«TP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan panggilan dalam budaya lampung dikehidupan sehari-hari.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan panggilan dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai panggilan dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
  • Peserta didik membuat kolase gambar siger atau motif kain tapis Lampung dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual 

πŸ’« Materi Kokulikuler 

1. Pengertian Kolase

Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau bidang sehingga menjadi karya yang indah dan menarik.

Bahan untuk membuat kolase dapat berupa:

  • Kertas warna
  • Kertas origami
  • Potongan kain
  • Daun kering
  • Biji-bijian
  • Kapas
  • Sedotan atau bahan sederhana lainnya
2. Kolase Budaya Lampung

Kolase budaya Lampung adalah karya kolase yang menggunakan gambar atau motif yang berkaitan dengan budaya Lampung.

Contoh objek budaya Lampung yang dapat dibuat menjadi kolase:

  • πŸ‘‘ Siger Lampung
  • 🏠 Rumah adat Lampung
  • 🧡 Kain Tapis
  • 🌺 Motif hias Lampung
  • 🎭 Pakaian adat Lampung
3. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dapat digunakan:

  • Pola gambar siger atau motif budaya Lampung
  • Kertas warna/origami
  • Lem
  • Gunting
  • Pensil
  • Krayon atau pensil warna
  • Potongan kain atau bahan alam jika tersedia
4. Langkah-Langkah Membuat Kolase

Langkah 1: Pilih gambar budaya Lampung yang ingin dibuat, misalnya siger.

Langkah 2: Siapkan berbagai bahan dengan warna dan tekstur yang berbeda.

Langkah 3: Gunting atau sobek bahan menjadi potongan-potongan kecil.

Langkah 4: Oleskan lem pada bagian gambar secara perlahan.

Langkah 5: Tempelkan potongan bahan hingga seluruh bagian gambar terisi.

Langkah 6: Rapikan tempelan agar kolase terlihat indah.

Langkah 7: Tunjukkan hasil karya dan ceritakan secara sederhana tentang kolase yang dibuat.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat kolase, kita harus:

  • Menggunakan alat dengan hati-hati.
  • Menggunakan lem secukupnya.
  • Menempel bahan dengan rapi.
  • Memadukan warna dengan menarik.
  • Menjaga kebersihan tempat belajar.
  • Berani berkreasi dengan bahan yang tersedia.

πŸ’«Evaluasi

Membuat Kolase Siger Lampung 



πŸ’«Kesimpulan
Kolase merupakan karya seni dengan teknik menempel. Kita dapat membuat kolase dengan tema budaya Lampung, seperti siger, kain tapis, dan rumah adat Lampung. Dengan membuat kolase, kita dapat berkreasi sekaligus mengenal dan menghargai budaya daerah Lampung

Kamis, 03 September 2026

Materi Ajar Kamis 03 September 2026 Matematika

 Identitas

Nama Guru: Eva Marissa Savitri & Devika Aulia
Mata Pelajaran: Matematika 
Hari/Tanggal: Kamis, 03 September 2026
Fase/Kelas: A / 1B

Judul Materi                        : 
Mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Pertemuan Ke -                     : 2 
Capaian Pembelajaran           : 
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,

Tujuan Pembelajaran             : Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan
Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

Alur Tujuan Pembelajaran : 
Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret. Peserta didik mulai dilatih untuk melihat keterkaitan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret dengan benda-benda yang bersinggungan dengan aktivitasnya sehari-hari. Tahap akhir menguji pemahaman peserta didik melalui studi kasus nyata atau refleksi terhadap fungsi mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.


Materi

Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nakπŸ’–

Sebelum kita memahami anggota tubuh dan pancaindra, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk menciptakan angka dan mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kemampuan berpikir dan bernalar seperti mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Video Pembelajaran



Komposisi Bilangan sampai 20

🧸 Contoh 
Ada 15 boneka.
Kita dapat menyusunnya menjadi:
15 = 10 + 5
Artinya:
  • 10 boneka + 5 boneka = 15 boneka.

Bisa juga: 15 = 8 + 7 Karena: 8 + 7 = 15

BilanganCara Menyusun
52 + 3
85 + 3
106 + 4
127 + 5
1510 + 5
1810 + 8
2010 + 10

πŸ“Œ Kesimpulan
Komposisi bilangan adalah cara menyusun atau menggabungkan dua bilangan menjadi satu bilangan.
Kita dapat belajar komposisi bilangan menggunakan benda konkret di sekitar kita.

Contoh: 7 + 3 = 10

Jadi, 10 dapat disusun dari 7 dan 3.
Bilangan sampai 20 dapat disusun dengan berbagai cara.

✏️ Latihan Soal Pilihan Ganda

1. 🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = …
A. 4
B. 5
C. 6

2. ⭐⭐⭐⭐ + ⭐⭐⭐ = …
A. 6
B. 7
C. 8

3. 🟒🟒🟒🟒🟒 + 🟒🟒🟒🟒 = …
A. 8
B. 9
C. 10

4. ✏️✏️✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️✏️ = …
A. 9
B. 10
C. 11

5. Ada 10 bola πŸ”΅. Kemudian ditambah 5 bola πŸ”΅.
Jumlah bola seluruhnya adalah …
A. 14

B. 15
C. 16

Kunci Jawaban
1. b
2. b
3. b
4. b
5. b

Refleksi

Pembelajaran mengenal konsep komposisi bilangan sampai 20 melalui benda konkret berjalan dengan baik. Peserta didik terlihat antusias ketika menggunakan benda-benda di sekitar untuk menyusun dan menggabungkan bilangan. Sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami bahwa satu bilangan dapat disusun dari dua bilangan yang berbeda, misalnya 10 dapat disusun dari 7 + 3 atau 5 + 5.

Peserta didik juga mulai mampu menghubungkan konsep komposisi bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah mainan, pensil, bola, atau benda lainnya. Namun, masih terdapat beberapa peserta didik yang membutuhkan pendampingan dalam menentukan pasangan bilangan yang tepat untuk membentuk suatu bilangan

Rabu, 02 September 2026

Materi Ajar Rabu 02 September 2026 Bahasa Indonesia

 Identitas

Nama Guru: Eva Marissa Savitri & Devika Aulia
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia 
Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026
Fase/Kelas: A / 1B

Judul Materi                        : Bermain Peran dalam Percakapan tentang Anggota Tubuh
Pertemuan Ke -                     : 3
Capaian Pembelajaran           : Berbicara dan mempresentasikan.
Tujuan Pembelajaran             :
Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar berbicara dan merespons dalam bermain Peran dalam Percakapan tentang Anggota Tubuh.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan dalam bermain Peran dalam Percakapan tentang Anggota Tubuh
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam bermain Peran dalam Percakapan tentang Anggota Tubuh melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

Alur Tujuan Pembelajaran : 
Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk bermain Peran dalam Percakapan tentang Anggota Tubuh. Peserta didik mulai dilatih untuk melihat keterkaitan dalam bermain Peran dalam Percakapan tentang Anggota Tubuh dengan aktivitasnya sehari-hari. Tahap akhir menguji pemahaman peserta didik melalui studi kasus nyata atau refleksi terhadap fungsi bermain Peran dalam Percakapan tentang Anggota Tubuh.

Materi

Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nakπŸ’–

Sebelum kita memahami anggota tubuh dan pancaindra, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk menciptakan manusia lengkap anggota tubuhnya.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan. begitupun dengan keseimbangan anggota tubuh.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kelengkapan anggota tubuh yang sempurna.

πŸ‘€ Bermain Peran dalam Percakapan tentang Anggota Tubuh

Video Pembelajaran


πŸ’¬ Contoh Percakapan
Rani: “Siti, ini apa?”
Siti: “Ini mata.”
Rani: “Apa kegunaan mata?”
Siti: “Mata untuk melihat.”
Rani: “Bagaimana cara menjaga mata?”
Siti: “Kita harus menjaga kebersihan mata dan tidak membaca di tempat gelap.”

🎭 Ayo Bermain Peran!
Kalian dapat berpasangan dengan teman.

Anak 1: “Ini anggota tubuh apa?”
Anak 2: “Ini telinga.”
Anak 1: “Apa kegunaan telinga?”
Anak 2: “Telinga untuk mendengar.”

πŸ—£️ Sikap Saat Bermain Peran
Saat melakukan percakapan, kita harus:
  1. πŸ‘‚ Mendengarkan teman yang berbicara.
  2. πŸ—£️ Berbicara dengan suara yang jelas.
  3. 😊 Bersikap sopan.
  4. πŸ‘€ Melihat teman saat berbicara.
  5. πŸ™‹ Tidak memotong pembicaraan teman.
  6. 🌟 Berani dan percaya diri.
πŸ“Œ Kesimpulan
Bermain peran adalah kegiatan berpura-pura menjadi seseorang dalam sebuah percakapan. Dalam bermain peran tentang anggota tubuh, kita dapat berbicara tentang nama anggota tubuh dan kegunaannya. Saat berbicara, kita harus sopan, jelas, percaya diri, dan mendengarkan teman.

✏️ Latihan Soal Pilihan Ganda

1. Mata digunakan untuk ....

A. mendengar
B. melihat
C. berjalan

2. Telinga digunakan untuk ....

A. mendengar
B. mencium
C. memegang

3. Saat teman sedang berbicara, sebaiknya kita ....

A. memotong pembicaraan
B. berteriak
C. mendengarkan

4. Bermain peran dilakukan dengan cara ....

A. berpura-pura menjadi seseorang
B. tidur di kelas
C. bermain sendiri

5. Saat bermain peran, kita sebaiknya berbicara dengan ....

A. suara yang jelas
B. suara sangat pelan
C. berteriak-teriak

Materi Ajar Rabu 02 September 2026 Matematika

 Identitas

Nama Guru: Eva Marissa Savitri & Devika Aulia
Mata Pelajaran: Matematika 
Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026
Fase/Kelas: A / 1B

Judul Materi                        : 
Mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Pertemuan Ke -                     : 1
Capaian Pembelajaran           : 
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,

Tujuan Pembelajaran             : Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan
Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

Alur Tujuan Pembelajaran : 
Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret. Peserta didik mulai dilatih untuk melihat keterkaitan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret dengan benda-benda yang bersinggungan dengan aktivitasnya sehari-hari. Tahap akhir menguji pemahaman peserta didik melalui studi kasus nyata atau refleksi terhadap fungsi mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.


Materi

Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nakπŸ’–

Sebelum kita memahami anggota tubuh dan pancaindra, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk menciptakan angka dan mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kemampuan berpikir dan bernalar seperti mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Video Pembelajaran



Komposisi Bilangan sampai 20

🧸 Contoh 
Ada 15 boneka.
Kita dapat menyusunnya menjadi:
15 = 10 + 5
Artinya:
  • 10 boneka + 5 boneka = 15 boneka.

Bisa juga: 15 = 8 + 7 Karena: 8 + 7 = 15

BilanganCara Menyusun
52 + 3
85 + 3
106 + 4
127 + 5
1510 + 5
1810 + 8
2010 + 10

πŸ“Œ Kesimpulan
Komposisi bilangan adalah cara menyusun atau menggabungkan dua bilangan menjadi satu bilangan.
Kita dapat belajar komposisi bilangan menggunakan benda konkret di sekitar kita.

Contoh: 7 + 3 = 10

Jadi, 10 dapat disusun dari 7 dan 3.
Bilangan sampai 20 dapat disusun dengan berbagai cara.

✏️ Latihan Soal Pilihan Ganda

1. Ada 4 apel merah dan 3 apel hijau. Jumlah semua apel adalah ....

A. 6
B. 7
C. 8

2. Bilangan 10 dapat disusun dari ....

A. 5 + 5
B. 4 + 7
C. 3 + 8

3. 6 + 4 = ....

A. 9
B. 10
C. 11

4. Bilangan 15 dapat disusun dari ....

A. 10 + 5
B. 10 + 6
C. 9 + 7

5. 10 + 10 = ....

A. 18
B. 19
C. 20

Selasa, 01 September 2026

Materi Ajar Selasa 01 September 2026 Seni Rupa

 Identitas

Nama Guru: Eva Marissa Savitri & Devika Aulia
Mata Pelajaran: Seni Rupa 
Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026
Fase/Kelas: A / 1B

Judul Materi                        : Memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar
Pertemuan Ke -                     : 1
Capaian Pembelajaran           : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.
Tujuan Pembelajaran            : Mengenali unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar berbicara dan merespons dalam memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan dalam memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar melalui percakapan sederhana. melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

Alur Tujuan Pembelajaran : 
Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar. Peserta didik mulai dilatih untuk melihat keterkaitan dalam memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar dengan aktivitasnya sehari-hari. Tahap akhir menguji pemahaman peserta didik melalui studi kasus nyata atau refleksi terhadap memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar.


Materi

Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nakπŸ’–

Sebelum kita memahami anggota tubuh dan pancaindra, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk menciptakan pikiran untuk memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan. begitupun dengan keseimbangan akal dan pikiran dalam memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kemampuan memahami unsur seni rupa di lingkungan sekitar.

πŸ‘€ Memahami Unsur Seni Rupa di Lingkungan Sekitaar 

Video Pembelajaran
https://www.youtube.com/watch?v=JcrwoVrtvPE&pp=ygVzdmlkZW8gcGVtYmVsYWphcmFuIHNlbmkgcnVwYSBrZWxhcyAxIHNkIGRlbmdhbiB0b3BpayBzZWJhZ2FpIGJlcmlrdXQgTWVtYWhhbWkgdW5zdXIgc2VuaSBydXBhIGRpIGxpbmdrdW5nYW4gc2VraXRhcg%3D%3D

🏠 Seni Rupa di Lingkungan Sekitar
Mari kita perhatikan benda-benda di sekitar kita.

BendaUnsur Seni Rupa
🍎 ApelBentuk dan warna
πŸͺ‘ KursiBentuk dan garis
🌸 BungaBentuk dan warna
πŸͺŸ JendelaGaris dan bentuk
πŸ‘• Baju bermotifWarna dan titik/garis
πŸͺ΅ PohonGaris dan tekstur

πŸ‘€ Ayo Mengamati!
Lihat benda yang ada di kelas.

Coba cari:

πŸ”΄ Warna apa yang kamu lihat?
πŸ“ Garis apa yang kamu temukan?
πŸ”΅ Bentuk apa yang kamu lihat?
πŸ–️ Tekstur apa yang kamu rasakan?

Contoh:
Meja memiliki bentuk persegi panjang, garis lurus, dan permukaan yang halus.


🌟 Kesimpulan
Unsur seni rupa dapat kita temukan di lingkungan sekitar.
Unsur seni rupa antara lain:
Titik • Garis • Bentuk • Warna • Tekstur
Kita dapat menemukan unsur tersebut pada meja, kursi, bunga, buah, pakaian, rumah, dan benda lainnya.


✏️ Latihan Soal Pilihan Ganda
1. Unsur seni rupa yang berupa tanda kecil disebut ....
A. titik
B. warna
C. bentuk

2. Garis yang memanjang lurus disebut garis ....
A. lengkung
B. lurus
C. zig-zag

3. Bola memiliki bentuk ....
A. segitiga
B. persegi
C. bulat

4. Apel yang berwarna merah menunjukkan unsur ....
A. warna
B. garis
C. tekstur

5. Kulit pohon biasanya terasa ....
A. halus
B. kasar
C. licin


Kunci Jawaban
1. a
2. b
3. c
4. a
5. b

Refleksi
proses pembelajaran seni rupa hari ini ada satu siswa yang masih perlu bimbingan khusus dan diberi tindak lanjut seperti menjelaskan kembali dan mengenalkan pelan-pelan unsur seni rupa itu apa saja. selebihnya siswa mampu memahami dan mengerjakan soal dengan baik meskipun ada bberapa yang perlu dibantu dibacakan.

Materi Ajar Selasa 01 September 2026 Pendidikan Pancasila

 Identitas

Nama Guru: Eva Marissa Savitri & Devika Aulia
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026
Fase/Kelas: A / 1B

Judul Materi                        : 
Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan) di lingkungan keluarga.

Pertemuan Ke -                     : 4
Capaian Pembelajaran           : 
Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Tujuan Pembelajaran             : Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Persatuan Indonesia) di lingkungan keluarga.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan) di lingkungan keluarga.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai keterkaitan Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyaaran perwakilan) di lingkungan keluarga melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

Alur Tujuan Pembelajaran : 
Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk dapat Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Persatuan Indonesia) di lingkungan keluarga. Peserta didik mulai dilatih untuk melihat keterkaitan dalam  Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyaaran perwakilan) di lingkungan keluarga dengan aktivitasnya sehari-hari. Tahap akhir menguji pemahaman peserta didik melalui studi kasus nyata atau refleksi terhadap Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyaaran perwakilan) di lingkungan keluarga.

Materi

Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nakπŸ’–

Sebelum kita memahami anggota tubuh dan pancaindra, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk menciptakan langit dan bumi hingga akhirnya menjadi tempat kita tinggal.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kemampuan berpikir dan bernalar seperti menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyaaran perwakilan) di lingkungan keluarga.


πŸ‚ Sila Keempat Pancasila
“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”
Sila keempat mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan menghargai pendapat orang lain.

Video Pembelajaran
https://www.youtube.com/watch?v=wMptaMYUp-M&pp=ygU9dmlkZW8gcGVtYmVsYWphcmFuIHBrbiBzZCBrZWxhcyAxIG1lbmdlbmFpIG5pbGFpIHNpbGEga2VlbXBhdA%3D%3D
🏠 Sila Keempat di Lingkungan Keluarga
Di rumah, kita dapat menerapkan sila keempat dengan cara berbicara dan berdiskusi bersama keluarga.

πŸ’¬ 1. Mau Mendengarkan Pendapat
Jika ayah, ibu, kakak, atau adik sedang berbicara, kita mendengarkannya.
Contoh:
Ibu bertanya, “Besok kita mau pergi ke mana?”
Kita boleh menyampaikan pendapat dengan sopan.

🀝 2. Bermusyawarah
Musyawarah adalah berdiskusi bersama untuk mendapatkan keputusan.
Contoh:
Keluarga berdiskusi menentukan tempat untuk berlibur.
Semua anggota keluarga boleh memberikan pendapat.

❤️ 3. Tidak Memaksakan Kehendak
Kita tidak boleh memaksa orang lain mengikuti keinginan kita.
Contoh:
Adik ingin bermain di taman, tetapi kakak ingin bermain di rumah.
Mereka dapat berdiskusi dan mencari keputusan yang disukai bersama.

πŸ‘‚ 4. Menghargai Pendapat Orang Lain
Walaupun pendapat kita berbeda, kita tetap menghargainya.
Contoh:
Ayah mempunyai pendapat yang berbeda dengan kita.
Kita tetap mendengarkan dan berbicara dengan sopan.

πŸ‘ 5. Menerima Keputusan Bersama
Setelah berdiskusi, kita harus menerima keputusan yang sudah disepakati bersama.
Contoh:
Keluarga sepakat membersihkan rumah pada hari Minggu.
Kita ikut melaksanakan keputusan tersebut.

🌟 Kesimpulan
Sila keempat Pancasila mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan menghargai pendapat orang lain.
Di dalam keluarga, kita dapat menerapkan sila keempat dengan mendengarkan pendapat, berdiskusi bersama, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.Sila ketiga Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia” dan dilambangkan dengan pohon beringin. 🌳 Nilai persatuan dapat kita lakukan di rumah dengan cara hidup rukun, saling menyayangi, membantu, berbagi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Dengan menerapkan nilai sila ketiga, keluarga menjadi rukun, damai, dan bahagia. ❤️

Refleksi
alhamdulillah pembelajaran hari ini berlangsung sangat antusias, terlebih hari ini kelas 1 b praktik bermusyawarah memutuskan suatu persoalan yang harus diselesaikan dengan bermusyawarah dan berpendapat, siswa sangat antusias dan menjadi lebih paham apa itu musyawarah, mendengarkan pendapat dan menerima keputusan bersama setelah diajak untuk menyelesaikan masalah secara langsung dan menjadi lebih paham mengenai nilai sila keempat dalam lingkungan keluarga.