Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Rabu / 04 November 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal dan menggunakan simbol "+" dan "=" dalam kalimat matematika penjumlahan bergambar.
Pertemuan ke: 1
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
π«TP:
Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dan "+" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan penurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar.
Mindfull (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna) :
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).
π«ATP:
Peserta didik dapat Menyelesaikan soal cerita sederhana sampai dengan 20 dengan benda konkrit.
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua kelompok benda menjadi satu kelompok.
Contoh:
Ibu mempunyai 2 buah apel. Kemudian, ibu membeli 3 buah apel lagi.
Berapa jumlah apel ibu sekarang?
2 + 3 = 5
Dua apel ditambah tiga apel sama dengan lima apel.
Jadi, jumlah apel ibu sekarang adalah 5 buah apel.
Mengenal Simbol Penjumlahan
Dalam penjumlahan, kita menggunakan dua simbol penting.
1. Simbol Tambah (+)
+
Dibaca: Ditambah
Simbol tambah digunakan untuk menggabungkan dua kelompok benda.
Contoh:
2 + 1
3 + 2
4 + 3
2. Simbol Sama Dengan (=)
=
Dibaca: Sama dengan
Simbol sama dengan menunjukkan bahwa kedua sisi memiliki nilai yang sama.
Contoh:
3 + 2 = 5
Artinya, tiga ditambah dua sama dengan lima.
E. Langkah-Langkah Menyelesaikan Penjumlahan Bergambar
Perhatikan langkah berikut:
Hitung jumlah benda pada kelompok pertama.
Hitung jumlah benda pada kelompok kedua.
Gabungkan kedua kelompok benda.
Hitung semua benda.
Tuliskan hasilnya menggunakan simbol + dan =.
Contoh:
Ada 5 kupu-kupu. Kemudian datang 2 kupu-kupu lagi.
Maka:
5 + 2 = 7
Jadi, jumlah kupu-kupu seluruhnya adalah 7 ekor.
π Kesimpulan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua kelompok benda. Simbol (+) dibaca ditambah. Simbol (=) dibaca sama dengan. Gambar dapat membantu kita menghitung penjumlahan. Hasil penjumlahan adalah jumlah seluruh benda setelah digabungkan.
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Seni Rupa
Hari/ Tanggal: Selasa / 03 November 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal unsur rupa pada lingkungan sekitar
Pertemuan ke: 2
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πΉCP:
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.
πΉTP:
Merefleksi karya diri sendiri
Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengidentifikasi warna dasar primer dalam kehidupan sehari-hari.
Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan dan Mengidentifikasi warna dasar primer saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.
πΉATP
Peserta didik mampu membuat gambar Menggunakan warna dasar primer pada benda sekitar
Model/Metode pembelajaran: Problem Based Learning
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test
πΉMateri Seni Rupa
Apa Itu Lingkungan Sekitar?
Lingkungan sekitar adalah tempat yang ada di dekat kita dan sering kita lihat setiap hari.
Contoh lingkungan sekitar kita adalah:
Rumah
Sekolah
Taman
Halaman rumah
Kebun
Tempat bermain
Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi untuk membuat gambar.
Sumber gambar adalah benda atau objek yang kita amati untuk dijadikan ide saat menggambar.
Benda-Benda di Lingkungan Sekitar
1. Rumah
Rumah memiliki atap, pintu, jendela, dan dinding. Kita dapat menggambar rumah tempat tinggal kita.
2. Pohon
Pohon memiliki batang, ranting, dan daun. Daun biasanya berwarna hijau.
3. Bunga
Bunga memiliki kelopak, batang, dan daun. Kelopak bunga dapat berwarna merah, kuning, atau merah muda.
4. Sekolah
Sekolah memiliki ruang kelas, pintu, jendela, dan halaman. Kita dapat menggambar sekolah tempat kita belajar.
5. Hewan
Kita dapat menggambar kupu-kupu, burung, kucing, atau ayam yang kita lihat di sekitar.
Bentuk dan Warna di Lingkungan Sekitar
Saat menggambar, kita dapat memperhatikan bentuk dan warna benda.
Benda
Bentuk sederhana
Warna
Matahari
Lingkaran
Kuning
Atap rumah
Segitiga
Merah
Pintu
Persegi panjang
Cokelat
Daun
Lonjong
Hijau
Bunga
Lingkaran dan garis
Beragam
Bentuk dan warna tersebut dapat membantu kita membuat gambar yang menarik.
Langkah-Langkah Menggambar Lingkungan Sekitar
1. Amati lingkungan
Perhatikan benda-benda yang ada di rumah, sekolah, atau taman.
2. Pilih objek
Pilih benda yang ingin digambar, misalnya rumah, pohon, atau bunga.
3. Buat sketsa
Gambarlah bentuk benda menggunakan pensil.
4. Warnai gambar
Gunakan krayon atau pensil warna sesuai keinginanmu.
Menemukan Unsur Seni Rupa di Lingkungan Sekitar
Buah stroberi
Warna merah, bentuk oval, terdapat titik-titik.
Daun
Warna hijau, memiliki garis tulang daun.
Rumah
Memiliki bentuk segitiga, persegi, dan persegi panjang.
Bunga
Memiliki warna, garis, dan bentuk kelopak.
πΊKesimpulan
Unsur seni rupa dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Unsur seni rupa antara lain:
Titik.
Garis.
Bentuk.
Warna.
Tekstur.
Setiap benda memiliki unsur seni rupa yang berbeda. Kita dapat membuat karya seni dengan menggabungkan berbagai unsur tersebut.
Post Test
Kegiatan Mengamati Lingkungan, Ayo, amati lingkungan kelas dan halaman sekolah! Temukan benda yang memiliki unsur seni rupa berikut.
Unsur seni rupa
Contoh benda
Titik
Bintik pada daun
Garis
Penggaris
Bentuk
Jam dinding
Warna
Bunga
Tekstur
Refleksi
pembelajaran hari ini berlangsung dengan sangat antusias, pada pembelajaran hari ini ananda dibentuk menjadi 4 kelompok untuk menjawab kuis berupa materi mengenai unsur seni rupa seperti, titik, garis, bentuk, warna dan tekstur. partisipasi ananda sangat aktif dalam menjawab kuis yang dirancang seperti games pada COC. namun ada 1 ananda yang perlu dibimbing
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Bahasa Indonesia
Hari/ Tanggal: Selasa / 03 November 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menuliskan Nama Sendiri
Pertemuan ke: 11
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«CP:
Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.
π«TP:
Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital.
Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya menulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan bentuk yang benar dan rapi.
Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menerapkan keterampilan menulis permulaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menulis nama sendiri, nama anggota keluarga, dan kata-kata sederhana di atas kertas atau melalui media digital.
Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat berlatih menulis huruf, suku kata, dan kata sederhana melalui kegiatan menebalkan huruf, menyalin kata, atau permainan menulis yang menyenangkan dengan percaya diri.
π«ATP:
Peserta didik mampu menuliskan namanya secara benar
Model/Metode pembelajaran: Project Based Learning
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test
π«Materi Bahasa Indonesia
Apa Itu Nama?
Nama adalah sebutan untuk mengenali seseorang.
Setiap anak memiliki nama yang berbeda-beda. Nama diberikan oleh orang tua sebagai identitas diri.
Contoh:
Nama lengkap: River Rhysakta
Nama panggilan: River
Nama merupakan identitas diri yang harus kita kenali dan ingat.
Cara Menuliskan Nama Sendiri
Ketika menulis nama, kita harus memperhatikan beberapa hal:
Gunakan huruf kapital pada huruf pertama nama.
Tuliskan huruf dengan urutan yang benar.
Tulislah nama dengan rapi.
Berikan jarak jika menulis nama lengkap yang terdiri dari beberapa kata.
Contoh:
Nama saya
A L E A
Nama panggilan
Nama lengkap saya
Alea Putri
Mengenal Huruf dalam Nama
Setiap nama tersusun dari beberapa huruf.
Contoh:
Nama: BUDI
B = Be
U = U
D = De
I = I
Jumlah huruf pada nama BUDI adalah 4 huruf.
Contoh lainnya:
Nama
Jumlah huruf
ANA
3
RANI
4
TATA
4
KIRANA
π«Kesimpulan
Setiap anak memiliki nama. Nama adalah identitas diri. Nama terdiri dari beberapa huruf. Huruf pertama pada nama ditulis menggunakan huruf kapital. Kita harus bisa menuliskan nama sendiri dengan rapi dan benar.
ananda belajar untuk menulis nama dirinya sendiri, ternyata sebagian besar dari ananda masih belum bisa menuliskan namanya secara lengkap. Hal ini karena mereka jarang dikenalkan pada nama lengkapnya. bahkan pada buku ananda terdapat beberapa ananda yang hanya ditulis nama panggilan saja. maka dari itu hari ini ananda diberitahu nama lengkap beserta tulisannya bagaimana.
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Senin / 02 November 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menyelesaikan masalah sederhana terkait sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pertemuan ke: 5
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«CP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
π«TP:
Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.
Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.
Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.
π«ATP:
Peserta didik mengenali manfaat aturan di lingkungan keluarga.
Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test
π«Materi Pendidikan Pancasila
Menyelesaikan masalah sederhana terkait sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
1. Pengertian Aturan Keluarga
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Aturan dibuat dan disepakati bersama anggota keluarga. Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.
2. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga
a. Merapikan mainan
Setelah bermain, kita harus merapikan mainan ke tempatnya.
b. Belajar tepat waktu
Kita harus belajar sesuai jadwal yang ditentukan.
c. Membantu orang tua
Kita dapat membantu menyapu atau merapikan rumah.
d. Berpamitan sebelum pergi
Kita harus meminta izin dan berpamitan kepada orang tua.
3. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga
Rumah menjadi tertib dan nyaman.
Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.
Menjaga kerukunan antaranggota keluarga.
Membuat anggota keluarga merasa aman.
4. Akibat Tidak Mematuhi Aturan
Rumah menjadi berantakan.
Kegiatan sehari-hari menjadi tidak tertib.
Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
5. Masalah Sederhana Akibat Tidak Mematuhi Aturan
Terkadang kita melakukan kesalahan karena lupa atau tidak menaati aturan.
Jika terjadi masalah, kita harus menyelesaikannya dengan baik.
Berikut contoh masalah dan cara menyelesaikannya.
Masalah
Cara menyelesaikan
Mainan berserakan di lantai.
Segera merapikan mainan.
Lupa mencuci tangan sebelum makan.
Segera mencuci tangan.
Tidak mengerjakan tugas rumah.
Segera menyelesaikan tugas.
Terlambat tidur karena bermain.
Berhenti bermain dan tidur tepat waktu.
Bertengkar dengan saudara.
Saling meminta maaf dan berdamai.
Tidak sengaja memecahkan gelas.
Mengakui kesalahan dan meminta bantuan orang tua.
6. Langkah-Langkah Menyelesaikan Masalah
Jika kita melakukan kesalahan, lakukan langkah berikut:
Mengakui kesalahan. Berani berkata jujur.
Meminta maaf. Meminta maaf kepada orang yang dirugikan.
Memperbaiki kesalahan. Berusaha memperbaiki keadaan.
Tidak mengulangi kesalahan. Belajar menjadi anak yang lebih baik.
Contoh cerita:
Budi bermain mobil-mobilan di ruang keluarga. Setelah bermain, Budi lupa merapikan mainannya. Ibu hampir terpeleset karena menginjak mainan Budi.
Apa yang harus dilakukan Budi?
Jawaban:
Budi harus meminta maaf kepada Ibu.
Budi segera merapikan mainannya.
Budi berjanji akan merapikan mainan setelah bermain.
7. Sikap Baik Saat Menghadapi Masalah
Ketika menghadapi masalah di rumah, kita harus:
Berkata jujur.
Tidak menyalahkan orang lain.
Tidak berteriak atau marah-marah.
Mau mendengarkan nasihat orang tua.
Saling membantu dan memaafkan.
Bertanggung jawab atas kesalahan sendiri.
π«Kesimpulan
Aturan keluarga harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga. Dengan menaati aturan, kita belajar menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi keluarga. Aturan keluarga harus kita patuhi setiap hari. Aturan membuat rumah menjadi tertib, aman, dan nyaman. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya, meminta maaf, dan memperbaikinya. Anak yang hebat adalah anak yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
π«Soal Post Test
1. Aturan di rumah harus kita .... a. langgar b. patuhi c. lupakan
2. Setelah bermain, mainan harus .... a. dibuang b. dibiarkan c. dirapikan
3. Jika melakukan kesalahan, kita harus .... a. berbohong b. meminta maaf c. menyalahkan orang lain
4. Sebelum makan, kita harus .... a. mencuci tangan b. bermain c. tidur
5. Jika bertengkar dengan saudara, sebaiknya kita .... a. saling mengejek b. saling memukul c. saling memaafkan
Refleksi
Pada pertemuan hari ini ananda belajar unyuk menyelesaikan masalahs ederhana terkait aturan di lingkungan keluarga. Alhamdulillah ananda sudah bisa dan menjadi tahu cara menyelesaikan masalah dan sudah diberikan contoh konkritnya sehingga membuat mereka lebih mengerti. Namun ada 1 siswa yang masih perlu dibimbing.
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Kamis / 29 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Merefleksikan materi pengurangan sampai 20 dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan ke: 5
πΉApersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B π
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. π€²
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
π«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
π«TP:
Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Mindfull (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna) :
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).
π«ATP:
Peserta didik dapat Menyelesaikan soal cerita sederhana sampai dengan 20 dengan benda konkrit.
Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran
π A. 1. Apa Itu Pengurangan?
Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.
Contoh:
πππππ
Ada 5 apel.
Jika 2 apel diambil, maka:
πππ ππ
Apel yang tersisa adalah 3.
Jadi:
5 − 2 = 3
Dibaca:
“Lima dikurangi dua sama dengan tiga.”
2. Mengenal Tanda Pengurangan Dalam pengurangan kita menggunakan tanda: − Tanda − dibaca dikurangi. Contoh: 7 − 3 = 4 Artinya:
Ada 7 benda.
Diambil 3 benda.
Tersisa 4 benda.
3. Pengurangan dengan Benda Konkret Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh. Kita dapat menggunakan:
π apel
✏️ pensil
π§Έ boneka
π’ kancing
π§± balok
πͺ biskuit
πͺ tutup botol
Contoh 1 Ada 8 kelereng. π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ Diambil 3 kelereng. π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ Sisa kelereng: π΅ π΅ π΅ π΅ π΅ Jadi: 8 − 3 = 5Contoh 2 Ada 10 pensil. ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ Diambil 4 pensil. Sisa pensil: ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ Jadi: 10 − 4 = 64. Cara Melakukan Pengurangan Mari kita lakukan langkah demi langkah. Contoh: 9 − 2 = ... Langkah 1: Siapkan 9 benda. π π π π π π π π π Langkah 2: Ambil 2 benda. π π π π π π π π π Langkah 3: Hitung benda yang tersisa. π π π π π π π Ada 7 benda. Jadi: 9 − 2 = 75. Pengurangan sampai 20 Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20. Contoh:
Pengurangan
Hasil
5 − 2
3
7 − 3
4
8 − 4
4
10 − 2
8
10 − 5
5
12 − 2
10
13 − 3
10
15 − 5
10
17 − 7
10
20 − 5
15
6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. π Contoh 1 Ibu mempunyai 10 jeruk. Ayah mengambil 3 jeruk. Berapa jeruk yang tersisa? 10 − 3 = 7 Jadi, tersisa 7 jeruk. πͺ Contoh 2 Rani mempunyai 8 kue. Rani memberikan 2 kue kepada adiknya. Berapa kue Rani sekarang? 8 − 2 = 6 Jadi, Rani mempunyai 6 kue. π§Έ Contoh 3 Ada 12 boneka di dalam kotak. Sebanyak 4 boneka diambil. Berapa boneka yang tersisa? 12 − 4 = 8 Jadi, tersisa 8 boneka.
Contoh Pengurangan Sampai 20
Soal
Hitung mundur
Hasil
9 − 2
9 → 8 → 7
7
12 − 3
12 → 11 → 10 → 9
9
15 − 4
15 → 14 → 13 → 12 → 11
11
18 − 5
18 → 17 → 16 → 15 → 14 → 13
13
20 − 6
20 → 19 → 18 → 17 → 16 → 15 → 14
14
Perhatikan contoh berikut.
Cara mudah mengingat:
Angka pertama adalah angka awal.
Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur.
Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan.
π Kesimpulan
Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.