Jumat, 25 September 2026

Materi Ajar Jumat 25 September 2026 Kokurikuler

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Kokulikuler 

Hari/ Tanggal: Jumat / 25 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Mengenal seni kolase dengan tema budaya Lampung

Pertemuan ke: 10

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

πŸ’«CP:

Mengenal identitas Budaya Lampung

πŸ’«TP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan panggilan dalam budaya lampung dikehidupan sehari-hari.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan panggilan dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai panggilan dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
  • Peserta didik membuat kolase gambar siger atau motif kain tapis Lampung dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual 

πŸ’« Materi Kokulikuler 

1. Pengertian Kolase

Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau bidang sehingga menjadi karya yang indah dan menarik.

Bahan untuk membuat kolase dapat berupa:

  • Kertas warna
  • Kertas origami
  • Potongan kain
  • Daun kering
  • Biji-bijian
  • Kapas
  • Sedotan atau bahan sederhana lainnya
2. Kolase Budaya Lampung

Kolase budaya Lampung adalah karya kolase yang menggunakan gambar atau motif yang berkaitan dengan budaya Lampung.

Contoh objek budaya Lampung yang dapat dibuat menjadi kolase:

  • πŸ‘‘ Siger Lampung
  • 🏠 Rumah adat Lampung
  • 🧡 Kain Tapis
  • 🌺 Motif hias Lampung
  • 🎭 Pakaian adat Lampung
3. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dapat digunakan:

  • Pola gambar siger atau motif budaya Lampung
  • Kertas warna/origami
  • Lem
  • Gunting
  • Pensil
  • Krayon atau pensil warna
  • Potongan kain atau bahan alam jika tersedia
4. Langkah-Langkah Membuat Kolase

Langkah 1: Pilih gambar budaya Lampung yang ingin dibuat, misalnya siger.

Langkah 2: Siapkan berbagai bahan dengan warna dan tekstur yang berbeda.

Langkah 3: Gunting atau sobek bahan menjadi potongan-potongan kecil.

Langkah 4: Oleskan lem pada bagian gambar secara perlahan.

Langkah 5: Tempelkan potongan bahan hingga seluruh bagian gambar terisi.

Langkah 6: Rapikan tempelan agar kolase terlihat indah.

Langkah 7: Tunjukkan hasil karya dan ceritakan secara sederhana tentang kolase yang dibuat.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat kolase, kita harus:

  • Menggunakan alat dengan hati-hati.
  • Menggunakan lem secukupnya.
  • Menempel bahan dengan rapi.
  • Memadukan warna dengan menarik.
  • Menjaga kebersihan tempat belajar.
  • Berani berkreasi dengan bahan yang tersedia.

πŸ’«Evaluasi

Membuat Kolase Siger Lampung 



πŸ’«Kesimpulan
Kolase merupakan karya seni dengan teknik menempel. Kita dapat membuat kolase dengan tema budaya Lampung, seperti siger, kain tapis, dan rumah adat Lampung. Dengan membuat kolase, kita dapat berkreasi sekaligus mengenal dan menghargai budaya daerah Lampung

Kamis, 24 September 2026

Materi Ajar Kamis 24 September 2026 Matematika

  πŸŒΉ IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aeulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Rabu / 23 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Pertemuan ke: 2

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
πŸ’«TP:
Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«ATP:
Peserta didik dapat Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret. 

πŸ’«Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran




🍎 A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua atau lebih kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda:

+ dibaca “ditambah”

= dibaca “sama dengan”

Contoh:

🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

2 + 3 = 5

Artinya:

  • Ada 2 apel.
  • Ditambah 3 apel.
  • Jika digabungkan menjadi 5 apel.

Jadi: 2 + 3 = 5

🧸 B. Penjumlahan dengan Benda Konkret

Benda konkret adalah benda yang dapat kita lihat dan pegang secara langsung.

Contohnya:

  • pensil ✏️
  • kelereng
  • balok
  • stik es krim
  • batu kecil
  • tutup botol
  • mainan
  • buah

Kita dapat menggunakan benda-benda tersebut untuk belajar penjumlahan.

Contoh 1

Ambil 3 pensil.

✏️ ✏️ ✏️

Kemudian tambahkan 2 pensil.

✏️ ✏️

Gabungkan semuanya:

✏️ ✏️ ✏️ + ✏️ ✏️
= ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Jadi:

3 + 2 = 5

πŸ“ C. Contoh Penjumlahan sampai 20

Contoh 1

Ada 4 buah stroberi.

πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“

Kemudian ada 3 buah stroberi lagi.

πŸ“ πŸ“ πŸ“

Jika digabungkan:

πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“

Jadi:

4 + 3 = 7


Contoh 2

Ada 6 balok.

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Ditambah 4 balok.

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Jika digabungkan menjadi:

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Jadi:

6 + 4 = 10


Contoh 3

Ada 8 pensil.

✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Ditambah 5 pensil.

✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Jika digabungkan:

8 + 5 = 13

Jadi, jumlah pensil seluruhnya adalah 13 pensil.


Contoh 4

Ada 10 kelereng.

⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪

Ditambah 7 kelereng.

⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪

Jika digabungkan:

10 + 7 = 17

🌟 Kesimpulan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda + dan =.

Contoh:

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

3 + 2 = 5

Kita dapat belajar penjumlahan dengan menggunakan benda konkret seperti pensil, balok, kelereng, buah, atau mainan. Dengan menggabungkan dan menghitung benda, kita dapat memahami penjumlahan dengan lebih mudah.

πŸ“ Post Test

Pilihlah jawaban yang benar!

1. 🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = ....

A. 4
B. 5
C. 6

2. πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“ + πŸ“πŸ“ = ....

A. 5
B. 6
C. 7

3. 5 + 3 = ....

A. 7
B. 8
C. 9

4. 7 + 4 = ....

A. 10
B. 11
C. 12

5. 9 + 6 = ....

A. 14
B. 15
C. 16


Kunci Jawaban
1. B
2. B
3. B
4. B
5. B

Refleksi
Masyaallah alhamdulillah sekali, pada pembelajaran hari ananda semua bisa menyelesaikan post test dengan baik, ananda semua sangat menyukai mayeri penjumlahan dengan benda konkrit. Namun tetap saja ada 1 ananda yang harus dibimbing lagi dan ada 1 ananda lagi yang masih agak keliru dalam menjawab.

Rabu, 23 September 2026

Materi Ajar Rabu 23 September 2026 Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Rabu / 23 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Pertemuan ke: 1

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
πŸ’«TP:
Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«ATP:
Peserta didik dapat Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret. 

πŸ’«Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran




🍎 A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua atau lebih kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda:

+ dibaca “ditambah”

= dibaca “sama dengan”

Contoh:

🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

2 + 3 = 5

Artinya:

  • Ada 2 apel.
  • Ditambah 3 apel.
  • Jika digabungkan menjadi 5 apel.

Jadi: 2 + 3 = 5

🧸 B. Penjumlahan dengan Benda Konkret

Benda konkret adalah benda yang dapat kita lihat dan pegang secara langsung.

Contohnya:

  • pensil ✏️
  • kelereng
  • balok
  • stik es krim
  • batu kecil
  • tutup botol
  • mainan
  • buah

Kita dapat menggunakan benda-benda tersebut untuk belajar penjumlahan.

Contoh 1

Ambil 3 pensil.

✏️ ✏️ ✏️

Kemudian tambahkan 2 pensil.

✏️ ✏️

Gabungkan semuanya:

✏️ ✏️ ✏️ + ✏️ ✏️
= ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Jadi:

3 + 2 = 5

πŸ“ C. Contoh Penjumlahan sampai 20

Contoh 1

Ada 4 buah stroberi.

πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“

Kemudian ada 3 buah stroberi lagi.

πŸ“ πŸ“ πŸ“

Jika digabungkan:

πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“

Jadi:

4 + 3 = 7


Contoh 2

Ada 6 balok.

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Ditambah 4 balok.

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Jika digabungkan menjadi:

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Jadi:

6 + 4 = 10


Contoh 3

Ada 8 pensil.

✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Ditambah 5 pensil.

✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Jika digabungkan:

8 + 5 = 13

Jadi, jumlah pensil seluruhnya adalah 13 pensil.


Contoh 4

Ada 10 kelereng.

⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪

Ditambah 7 kelereng.

⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪

Jika digabungkan:

10 + 7 = 17

🌟 Kesimpulan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda + dan =.

Contoh:

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

3 + 2 = 5

Kita dapat belajar penjumlahan dengan menggunakan benda konkret seperti pensil, balok, kelereng, buah, atau mainan. Dengan menggabungkan dan menghitung benda, kita dapat memahami penjumlahan dengan lebih mudah.

πŸ“ Post Test

Pilihlah jawaban yang benar!

1. 🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = ....

A. 4
B. 5
C. 6

2. πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“ + πŸ“πŸ“ = ....

A. 5
B. 6
C. 7

3. 5 + 3 = ....

A. 7
B. 8
C. 9

4. 7 + 4 = ....

A. 10
B. 11
C. 12

5. 9 + 6 = ....

A. 14
B. 15
C. 16

Kunci Jawaban

1. C

2. B

3. B

4. B

5. B



Refleksi

Pada pembelajaran hari ini ananda sangat antusias dan berhasil mengerjakan post test dengan hasil yang memuaskan. Diantara 15 peserta didik yang hadir hanyanada 1 yang perlu dibimbing. Ananda sangat menyukai materi penjumlahan.

Materi Ajar Rabu, 23 September 2026 Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Rabu / 23 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan

Pertemuan ke: 11

πŸ’«CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

πŸ’«TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar menemukan pendapat sederhana dalam percakapan dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan menemukan pendapat sederhana dalam percakapan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

πŸ’«ATP

Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran dan Soal post test






πŸ’«Materi Bahasa Indonesia
🌷 A. Apa Itu Pendapat?
Pendapat adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sesuatu.
Setiap orang boleh memiliki pendapat yang berbeda. Kita harus menghargai pendapat orang lain.

Contoh:

  • “Menurutku, bermain di taman itu menyenangkan.”
  • “Aku suka warna merah karena terlihat cerah.”
  • “Menurut saya, membaca buku itu seru.”

Kalimat seperti “menurutku”, “menurut saya”, “aku suka”, atau “menurut pendapatku” dapat menunjukkan pendapat.

πŸ’¬ B. Apa Itu Percakapan?
Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih.

Contoh percakapan:

Rani: “Menurutku, bunga mawar itu indah.”
Siti: “Kalau aku, aku lebih suka bunga melati.”

Pada percakapan tersebut:

  • Pendapat Rani: Bunga mawar itu indah.
  • Pendapat Siti: Siti lebih suka bunga melati.
πŸ”Ž C. Cara Menemukan Pendapat dalam Percakapan
Untuk menemukan pendapat, kita dapat melakukan beberapa langkah:

1. Dengarkan percakapan dengan baik.
πŸ‘‚ Dengarkan apa yang dikatakan setiap orang.

2. Cari kalimat yang menunjukkan pikiran atau kesukaan.
Contohnya:

  • “Menurutku…”
  • “Aku suka…”
  • “Menurut saya…”
  • “Menurut pendapatku…”

3. Perhatikan isi kalimatnya.
Tanyakan kepada diri sendiri:

πŸ‘‰ “Apa yang dipikirkan atau disukai orang tersebut?”

4. Sebutkan pendapatnya.

🌈 D. Contoh Percakapan

Dina: “Menurutku, belajar sambil bermain itu menyenangkan.”

Beni: “Aku juga suka belajar sambil bermain.”

Dina: “Kalau begitu, kita belajar bersama, ya!”

Pertanyaan:

  1. Siapa yang mengatakan pendapat?
    Jawaban: Dina.
  2. Apa pendapat Dina?
    Jawaban: Belajar sambil bermain itu menyenangkan.
  3. Apakah Beni memiliki pendapat yang sama?
    Jawaban: Ya.
🏑 E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Percakapan 1

Ibu: “Menurutmu, bagaimana halaman rumah kita?”

Alya: “Menurutku, halaman kita indah karena banyak bunga.”

πŸ‘‰ Pendapat Alya: Halaman rumah indah karena banyak bunga.

Percakapan 2

Andi: “Aku suka bermain sepak bola.”

Raka: “Kalau aku lebih suka bermain bola basket.”

πŸ‘‰ Pendapat Andi: Ia suka bermain sepak bola.
πŸ‘‰ Pendapat Raka: Ia lebih suka bermain bola basket.

πŸ’‘ F. Pendapat Bisa Berbeda

Tidak semua orang memiliki pendapat yang sama.

Contoh:

Lina: “Menurutku, warna biru sangat bagus.”

Maya: “Menurutku, warna merah lebih bagus.”

Keduanya memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.

Kita harus:

  • πŸ‘‚ mendengarkan pendapat orang lain,
  • 😊 menghargai pendapat teman,
  • πŸ—£️ menyampaikan pendapat dengan sopan,
  • ❤️ tidak mengejek pendapat orang lain.
✏️ Post Test

1. “Menurutku, kucing itu lucu.”
Kalimat tersebut merupakan ....
A. pertanyaan
B. pendapat
C. perintah

2. “Aku suka membaca buku cerita.”
Kalimat tersebut menunjukkan ....
A. pendapat
B. larangan
C. perintah

3. “Menurut saya, taman sekolah sangat indah.”
Pendapat dalam kalimat tersebut adalah ....
A. sekolah sangat besar
B. taman sekolah sangat indah
C. sekolah memiliki taman

4. Saat teman menyampaikan pendapat, sebaiknya kita ....
A. mengejek
B. berteriak
C. mendengarkan

5. Pendapat setiap orang dapat ....
A. selalu sama
B. berbeda
C. tidak boleh berbeda

🌺Kesimpulan
Pendapat adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sesuatu. Pendapat dapat ditemukan dalam percakapan dengan cara mendengarkan dan memperhatikan kalimat yang disampaikan. Kata seperti “menurutku”, “menurut saya”, dan “aku suka” sering digunakan untuk menyampaikan pendapat. Setiap orang boleh memiliki pendapat yang berbeda. Kita harus mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain serta menyampaikan pendapat dengan sopan.

Kunci Jawaban
1. B
2. A
3. B
4. C
5. B

Refleksi
Pada pembelajaran hari ini untuk pertama kalinya peserta didik mengenal apa itu pendapat. Setelah dijelaskan dan diberitahu pesera didik sebagian sudah mengerti dan mampu menyelesaikan post test dengan baik namun ada sebagian yang perlu dibimbing kendala utamanya adalah masih ada beberapa peserta didik yang belum lancar membaca.