Selasa, 22 September 2026

Materi Ajar Selasa 2 September 2026 Pendidikan Pancasila

 ๐ŸŒน IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Selasa / 22 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1
Materi: Mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 2

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

๐ŸŒนCP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

๐ŸŒนTP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga yang kerap ditemui dikehidupan sehari-harinya.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat menerapkan dan mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

๐ŸŒนATP
Peserta didik mampu mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test





๐ŸŒนMateri Pendidikan Pancasila

A. Apa Itu Aturan di Keluarga?
Aturan di keluarga adalah aturan yang dibuat dan disepakati untuk dilakukan oleh anggota keluarga di rumah.
Aturan dibuat agar keluarga dapat hidup tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Contohnya:

๐Ÿ  Di rumah

  1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah.
  2. Meletakkan sepatu pada tempatnya.
  3. Merapikan mainan setelah bermain.
  4. Membantu membersihkan rumah.
  5. Meminta izin sebelum pergi bermain.
  6. Tidur tepat waktu.
B. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Kita harus mematuhi aturan karena aturan membuat kehidupan keluarga menjadi lebih baik.

Dengan mematuhi aturan:

✅ Rumah menjadi lebih rapi.
✅ Keluarga menjadi lebih tertib.
✅ Kita belajar disiplin.
✅ Kita belajar bertanggung jawab.
✅ Keluarga menjadi lebih nyaman dan rukun.

C. Contoh Aturan dan Sikap Mematuhinya
AturanSikap Kita
Merapikan tempat tidurMerapikan tempat tidur setelah bangun
Menyimpan mainanMengembalikan mainan ke tempatnya
Meminta izinMeminta izin kepada orang tua
Membantu orang tuaMembantu sesuai kemampuan
Tidur tepat waktuBersiap tidur sesuai waktu
Berbicara sopanMenggunakan kata-kata yang baik

D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Pagi hari
Ibu meminta Rani merapikan tempat tidur setelah bangun.
Rani segera merapikan tempat tidurnya.
➡️ Rani mematuhi aturan keluarga.

Saat bermain
Budi selesai bermain dengan mobil-mobilannya. Ia kemudian memasukkan semua mainan ke dalam kotak.
➡️ Budi bertanggung jawab dan mematuhi aturan.

Saat ingin bermain di luar
Siti ingin bermain bersama teman. Sebelum pergi, Siti meminta izin kepada ibu.
➡️ Siti mematuhi aturan keluarga.

E. Jika Tidak Mematuhi Aturan
Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi hal-hal yang tidak baik.

Contoh:

  • Mainan tidak dirapikan → rumah menjadi berantakan.
  • Tidak tidur tepat waktu → bangun kesiangan.
  • Tidak meminta izin → orang tua menjadi khawatir.
  • Tidak membantu keluarga → pekerjaan rumah menjadi lebih berat.

Karena itu, kita harus membiasakan diri mematuhi aturan

๐ŸŒนKesimpulan
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh anggota keluarga di rumah. Aturan dibuat agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Contohnya adalah merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, membantu orang tua, berbicara sopan, meminta izin sebelum pergi, dan tidur tepat waktu. Aku akan mematuhi aturan di rumah agar keluargaku hidup rukun dan nyaman.

๐ŸŒนPost Test

sebutkan 3 contoh aturan di dalam keluargamu!

Materi Ajar Selasa 22 September 2026 Bahasa Indonesia

 ๐Ÿ’ซIDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Selasa / 22 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan

Pertemuan ke: 10

๐Ÿ’ซCP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

๐Ÿ’ซTP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar menemukan pendapat sederhana dalam percakapan dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan menemukan pendapat sederhana dalam percakapan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

๐Ÿ’ซATP

Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

๐Ÿ’ซApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test





๐Ÿ’ซMateri Bahasa Indonesia
A. Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan

๐Ÿ˜Š 1. Senang
Kita merasa senang ketika mengalami hal yang menyenangkan.
Contoh:
Aku mendapat hadiah dari ibu.
➡️ Aku merasa senang.

๐Ÿ˜ข 2. Sedih
Kita merasa sedih ketika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh:
Mainanku rusak.
➡️ Aku merasa sedih.

๐Ÿ˜ก 3. Marah
Kita dapat merasa marah ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Contoh:
Temanku mengambil mainanku tanpa izin.
➡️ Aku merasa marah.

๐Ÿ˜จ 4. Takut
Kita merasa takut ketika menghadapi sesuatu yang membuat kita khawatir.
Contoh:
Aku mendengar suara petir yang keras.
➡️ Aku merasa takut.

๐Ÿ˜Œ 5. Tenang
Kita merasa tenang ketika hati kita nyaman dan tidak khawatir.
Contoh:
Aku duduk membaca buku bersama ibu.
➡️ Aku merasa tenang.

B. Mengapa Kita Harus Mengenal Perasaan?
Mengenal perasaan membantu kita mengetahui apa yang sedang kita rasakan.
Jika kita tahu perasaan kita, kita dapat menyampaikannya kepada orang lain dengan baik.

Contoh:

❌ Jangan memukul teman ketika marah.

✅ Katakan:

“Aku marah karena mainanku diambil.”

C. Cara Mengungkapkan Perasaan
Kita dapat mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik.

Contoh:

๐Ÿ˜Š Senang:

“Aku senang bermain bersama teman.”

๐Ÿ˜ข Sedih:

“Aku sedih karena tidak bisa bermain.”

๐Ÿ˜ก Marah:

“Aku marah karena kamu mengambil pensilku.”

๐Ÿ˜จ Takut:

“Aku takut mendengar suara petir.”

๐Ÿฅฐ Sayang:

“Aku sayang kepada ibu.”

๐Ÿ˜Œ Tenang:

“Aku merasa tenang saat membaca buku.”


D. Percakapan 1 – Perasaan Senang

Alya: “Mengapa kamu tersenyum?”
Bima: “Aku senang.”
Alya: “Mengapa kamu senang?”
Bima: “Aku senang karena mendapat hadiah dari Ayah.”

Percakapan 2 – Perasaan Sedih

Siti: “Mengapa kamu terlihat sedih?”
Rani: “Aku sedih karena bonekaku rusak.”
Siti: “Jangan sedih. Kita bisa memperbaikinya bersama.”

Percakapan 3 – Perasaan Marah

Doni: “Mengapa kamu marah?”
Rafa: “Aku marah karena pensilku diambil.”
Doni: “Sebaiknya kita berbicara dengan baik.”

Rafa: “Baik. Aku akan berbicara dengan tenang.”

๐ŸŒบKesimpulan
Perasaan adalah apa yang kita rasakan di dalam hati. Ada berbagai macam perasaan, seperti senang, sedih, marah, takut, kaget, dan tenang.Kita dapat mengungkapkan perasaan melalui percakapan. Saat berbicara, kita harus menggunakan kata-kata yang sopan dan baik serta menghargai perasaan orang lain.

LKPD

Materi Ajar Selasa 22 September 2026 Seni Rupa

  IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Seni Rupa
Hari/ Tanggal: Selasa / 22 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar
Pertemuan ke: 7

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

๐ŸŒนCP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

๐ŸŒนTP:
Mengenali unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan penyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

๐ŸŒนATP
Peserta didik mampu menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test





๐ŸŒนMateri Seni Rupa
Mengenal Unsur Rupa
Unsur rupa adalah bagian-bagian yang dapat kita lihat dalam sebuah karya seni.
Beberapa unsur rupa yang sederhana adalah:

1. Titik ●
Titik adalah tanda kecil.
Contoh:
  • Titik-titik pada gambar bunga.
  • Titik-titik untuk membuat pola.
2. Garis 〰️
Garis adalah goresan yang memanjang.
Ada beberapa jenis garis:
  • Garis lurus ───
  • Garis lengkung 〰️
  • Garis zig-zag ///\
  • Garis bergelombang ~~~~~
3. Bentuk
Bentuk adalah bagian yang memiliki rupa tertentu.
Contoh:
  • Lingkaran ○
  • Segitiga △
  • Persegi □
  • Persegi panjang ▭

Benda di sekitar kita juga mempunyai bentuk, seperti bola, buku, meja, dan rumah.

4. Warna ๐ŸŒˆ
Warna membuat karya seni menjadi lebih indah.
Contoh warna:
  • Merah
  • Kuning
  • Biru
  • Hijau
  • Jingga
  • Ungu

Kita dapat memilih warna sesuai dengan keinginan kita.

5. Tekstur
Tekstur adalah rasa permukaan suatu benda ketika disentuh.
Contoh:
  • Kapas terasa lembut.
  • Batu terasa keras.
  • Kulit jeruk terasa kasar.
๐Ÿ˜ŠMenyampaikan Perasaan Saat Membuat Karya
Saat membuat karya seni, kita dapat merasakan berbagai macam perasaan.
Misalnya:

๐Ÿ˜Š Senang
"Aku senang menggambar bunga."

๐Ÿฅฐ Bangga
"Aku bangga dengan hasil gambarku."

๐Ÿ˜„ Gembira
"Aku gembira karena bisa mewarnai bersama teman."

๐Ÿ˜Ÿ Kesulitan
"Aku kesulitan menggambar bentuk rumah."

๐Ÿ˜Œ Tenang
"Aku merasa tenang saat menggambar."

Tidak apa-apa jika hasil karya kita belum sempurna. Yang penting kita mau mencoba dan belajar.

๐ŸŒปMenghargai Karya Sendiri dan Teman
Setiap karya memiliki keunikan masing-masing.

Kita harus:

  • Menjaga karya sendiri.
  • Tidak mengejek karya teman.
  • Memberikan pujian kepada teman.
  • Menghargai perbedaan hasil karya.
  • Mau belajar dari karya orang lain.

Contoh kalimat yang baik:

"Gambarmu bagus dan warnanya cerah."

"Aku suka bentuk bungamu."

"Kamu sudah berusaha dengan baik."

 

๐ŸŒนKesimpulan
Unsur rupa adalah bagian yang dapat kita lihat dalam sebuah karya seni, seperti titik, garis, bentuk, warna, dan tekstur. Saat membuat karya seni, kita dapat merasakan berbagai perasaan seperti senang, gembira, bangga, atau merasa kesulitan. Semua perasaan tersebut boleh kita ceritakan.

Post Test
Kegiatan: "Gambarku, Perasaanku"

Alat dan bahan:

  • Kertas gambar
  • Pensil
  • Penghapus
  • Krayon atau pensil warna

Langkah kegiatan:

  1. Buatlah gambar benda atau suasana yang kamu sukai.
  2. Gunakan berbagai garis dan bentuk.
  3. Warnai gambar dengan warna yang kamu pilih.
  4. Setelah selesai, lihat kembali hasil karyamu.
  5. Ceritakan perasaanmu saat membuat karya.

Contoh kalimat:

Karyaku: Gambar taman
Perasaanku: Senang
Warna yang digunakan: Hijau, merah, kuning
Bagian yang kusukai: Bunga
Bagian yang sulit: Menggambar pohon

Senin, 21 September 2026

Materi Ajar Senin 21 September 2026 Pendidikan Pancasila

  IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Senin / 21 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1
Materi: Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 1

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

๐ŸŒนCP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

๐ŸŒนTP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga yang kerap ditemui dikehidupan sehari-harinya.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan pengertian aturan di lingkungan keluarga dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mnerapkan dan mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

๐ŸŒนATP
Peserta didik mampu mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test





๐ŸŒนMateri Pendidikan Pancasila

A. Apa Itu Aturan di Keluarga?
Aturan di keluarga adalah aturan yang dibuat dan disepakati untuk dilakukan oleh anggota keluarga di rumah.
Aturan dibuat agar keluarga dapat hidup tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Contohnya:

๐Ÿ  Di rumah

  1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah.
  2. Meletakkan sepatu pada tempatnya.
  3. Merapikan mainan setelah bermain.
  4. Membantu membersihkan rumah.
  5. Meminta izin sebelum pergi bermain.
  6. Tidur tepat waktu.
B. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Kita harus mematuhi aturan karena aturan membuat kehidupan keluarga menjadi lebih baik.

Dengan mematuhi aturan:

✅ Rumah menjadi lebih rapi.
✅ Keluarga menjadi lebih tertib.
✅ Kita belajar disiplin.
✅ Kita belajar bertanggung jawab.
✅ Keluarga menjadi lebih nyaman dan rukun.

C. Contoh Aturan dan Sikap Mematuhinya
AturanSikap Kita
Merapikan tempat tidurMerapikan tempat tidur setelah bangun
Menyimpan mainanMengembalikan mainan ke tempatnya
Meminta izinMeminta izin kepada orang tua
Membantu orang tuaMembantu sesuai kemampuan
Tidur tepat waktuBersiap tidur sesuai waktu
Berbicara sopanMenggunakan kata-kata yang baik

D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Pagi hari
Ibu meminta Rani merapikan tempat tidur setelah bangun.
Rani segera merapikan tempat tidurnya.
➡️ Rani mematuhi aturan keluarga.

Saat bermain
Budi selesai bermain dengan mobil-mobilannya. Ia kemudian memasukkan semua mainan ke dalam kotak.
➡️ Budi bertanggung jawab dan mematuhi aturan.

Saat ingin bermain di luar
Siti ingin bermain bersama teman. Sebelum pergi, Siti meminta izin kepada ibu.
➡️ Siti mematuhi aturan keluarga.

E. Jika Tidak Mematuhi Aturan
Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi hal-hal yang tidak baik.

Contoh:

  • Mainan tidak dirapikan → rumah menjadi berantakan.
  • Tidak tidur tepat waktu → bangun kesiangan.
  • Tidak meminta izin → orang tua menjadi khawatir.
  • Tidak membantu keluarga → pekerjaan rumah menjadi lebih berat.

Karena itu, kita harus membiasakan diri mematuhi aturan

๐ŸŒนKesimpulan
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh anggota keluarga di rumah. Aturan dibuat agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Contohnya adalah merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, membantu orang tua, berbicara sopan, meminta izin sebelum pergi, dan tidur tepat waktu. Aku akan mematuhi aturan di rumah agar keluargaku hidup rukun dan nyaman.

๐ŸŒนPost Test

1. Aturan adalah sesuatu yang harus kita ....
A. langgar
B. ikuti
C. lupakan

2. Aturan keluarga berlaku di ....
A. rumah
B. pasar
C. taman

3. Setelah bermain, sebaiknya kita ....
A. meninggalkan mainan
B. membuang mainan
C. merapikan mainan

4. Sebelum pergi bermain, kita sebaiknya ....
A. meminta izin kepada orang tua
B. langsung pergi
C. bersembunyi

5. Mematuhi aturan membuat keluarga menjadi ....
A. bertengkar

B. rukun dan nyaman
C. berantakan


Kunci Jawaban
1. B
2. A
3. C
4. A
5. B

Refleksi
Pada pembelajaran hari ini alhamdulillah ananda sudah mengerti dan paham mengenai aturan dirumah, ananda juga sudah bisa menyebutkan aturan-aturan yang sering mereka terapkan dirumah. namun ada beberapa ananda yang masih perlu dibimbing lagi dan diberi tindak lanjut seperti penjelasan ulang tentang peraturan yang ada dirumah.