Senin, 14 September 2026

Materi Ajar Senin 14 September 2026 Pendidikan Pancasila

 🌹 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Senin / 14 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 1

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

🌹CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

🌹TP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga yang kerap ditemui dikehidupan sehari-harinya.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan pengertian aturan di lingkungan keluarga dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mnerapkan dan mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

🌹ATP
Peserta didik mampu mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test





🌹Materi Pendidikan Pancasila

A. Apa Itu Aturan di Keluarga?
Aturan di keluarga adalah aturan yang dibuat dan disepakati untuk dilakukan oleh anggota keluarga di rumah.
Aturan dibuat agar keluarga dapat hidup tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Contohnya:

🏠 Di rumah

  1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah.
  2. Meletakkan sepatu pada tempatnya.
  3. Merapikan mainan setelah bermain.
  4. Membantu membersihkan rumah.
  5. Meminta izin sebelum pergi bermain.
  6. Tidur tepat waktu.
B. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Kita harus mematuhi aturan karena aturan membuat kehidupan keluarga menjadi lebih baik.

Dengan mematuhi aturan:

✅ Rumah menjadi lebih rapi.
✅ Keluarga menjadi lebih tertib.
✅ Kita belajar disiplin.
✅ Kita belajar bertanggung jawab.
✅ Keluarga menjadi lebih nyaman dan rukun.

C. Contoh Aturan dan Sikap Mematuhinya
AturanSikap Kita
Merapikan tempat tidurMerapikan tempat tidur setelah bangun
Menyimpan mainanMengembalikan mainan ke tempatnya
Meminta izinMeminta izin kepada orang tua
Membantu orang tuaMembantu sesuai kemampuan
Tidur tepat waktuBersiap tidur sesuai waktu
Berbicara sopanMenggunakan kata-kata yang baik

D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Pagi hari
Ibu meminta Rani merapikan tempat tidur setelah bangun.
Rani segera merapikan tempat tidurnya.
➡️ Rani mematuhi aturan keluarga.

Saat bermain
Budi selesai bermain dengan mobil-mobilannya. Ia kemudian memasukkan semua mainan ke dalam kotak.
➡️ Budi bertanggung jawab dan mematuhi aturan.

Saat ingin bermain di luar
Siti ingin bermain bersama teman. Sebelum pergi, Siti meminta izin kepada ibu.
➡️ Siti mematuhi aturan keluarga.

E. Jika Tidak Mematuhi Aturan
Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi hal-hal yang tidak baik.

Contoh:

  • Mainan tidak dirapikan → rumah menjadi berantakan.
  • Tidak tidur tepat waktu → bangun kesiangan.
  • Tidak meminta izin → orang tua menjadi khawatir.
  • Tidak membantu keluarga → pekerjaan rumah menjadi lebih berat.

Karena itu, kita harus membiasakan diri mematuhi aturan

🌹Kesimpulan
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh anggota keluarga di rumah. Aturan dibuat agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Contohnya adalah merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, membantu orang tua, berbicara sopan, meminta izin sebelum pergi, dan tidur tepat waktu. Aku akan mematuhi aturan di rumah agar keluargaku hidup rukun dan nyaman.

🌹Post Test

1. Aturan adalah sesuatu yang harus kita ....
A. langgar
B. ikuti
C. lupakan

2. Aturan keluarga berlaku di ....
A. rumah
B. pasar
C. taman

3. Setelah bermain, sebaiknya kita ....
A. meninggalkan mainan
B. membuang mainan
C. merapikan mainan

4. Sebelum pergi bermain, kita sebaiknya ....
A. meminta izin kepada orang tua
B. langsung pergi
C. bersembunyi

5. Mematuhi aturan membuat keluarga menjadi ....
A. bertengkar

B. rukun dan nyaman
C. berantakan

Materi Ajar Senin 14 September 2026 Bahasa Indonesia

Monday, September 14 2026 - Bahasa Indonesia

  

💫IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Senin / 14 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Mengenal dan Mengungkapkan Perasaan

Pertemuan ke: 7

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar mengenal dan mengungkapkan perasaan dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat mengenal dan mengungkapkan perasaan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan mengenal dan mengungkapkan perasaan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik dapat mengenal dan mengungkapkan perasaan

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test



💫Materi Bahasa Indonesia
A. Mengenal Macam-Macam Perasaan

😊 1. Senang
Kita merasa senang ketika mengalami hal yang menyenangkan.
Contoh:
Aku mendapat hadiah dari ibu.
➡️ Aku merasa senang.

😢 2. Sedih
Kita merasa sedih ketika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh:
Mainanku rusak.
➡️ Aku merasa sedih.

😡 3. Marah
Kita dapat merasa marah ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Contoh:
Temanku mengambil mainanku tanpa izin.
➡️ Aku merasa marah.

😨 4. Takut
Kita merasa takut ketika menghadapi sesuatu yang membuat kita khawatir.
Contoh:
Aku mendengar suara petir yang keras.
➡️ Aku merasa takut.

😌 5. Tenang
Kita merasa tenang ketika hati kita nyaman dan tidak khawatir.
Contoh:
Aku duduk membaca buku bersama ibu.
➡️ Aku merasa tenang.

B. Mengapa Kita Harus Mengenal Perasaan?
Mengenal perasaan membantu kita mengetahui apa yang sedang kita rasakan.
Jika kita tahu perasaan kita, kita dapat menyampaikannya kepada orang lain dengan baik.

Contoh:

❌ Jangan memukul teman ketika marah.

✅ Katakan:

“Aku marah karena mainanku diambil.”

C. Cara Mengungkapkan Perasaan
Kita dapat mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik.

Contoh:

😊 Senang:

“Aku senang bermain bersama teman.”

😢 Sedih:

“Aku sedih karena tidak bisa bermain.”

😡 Marah:

“Aku marah karena kamu mengambil pensilku.”

😨 Takut:

“Aku takut mendengar suara petir.”

🥰 Sayang:

“Aku sayang kepada ibu.”

😌 Tenang:

“Aku merasa tenang saat membaca buku.”


E. Mengungkapkan Perasaan dengan Sopan
Saat menyampaikan perasaan, kita harus menggunakan kata-kata yang sopan dan baik.

Kita dapat menggunakan:

  • “Aku merasa ....”
  • “Aku senang karena ....”
  • “Aku sedih karena ....”
  • “Aku takut karena ....”
  • “Aku marah karena ....”
  • “Aku ingin ....”

Contoh:

“Aku sedih karena pensilku hilang.”

“Aku senang karena mendapat pujian dari ibu.”

“Aku takut karena melihat kucing yang besar.”

💫 Evaluasi/ post test

1. Saat mendapat hadiah, kita merasa ....
A. sedih
B. senang
C. takut

2. Saat mainan kesayangan rusak, kita mungkin merasa ....
A. sedih
B. senang
C. gembira

3. Saat mendengar suara petir yang keras, kita mungkin merasa ....
A. takut
B. senang
C. bangga

4. Kalimat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan adalah ....
A. “Aku marah karena pensilku diambil.”
B. “Aku pukul kamu.”
C. “Aku tidak mau bicara.”

5. Saat merasa marah, sebaiknya kita ....
A. memukul teman
B. berteriak kepada teman

C. menenangkan diri
Kesimpulan : pembelajaran hari ini yaitu tentang bagaimana mengenal macam macam perasaan yang kita rasakan. Ada perasaan sedih, senang, takut, marah dan tenang. Sekalinya kita juga harus tau bagaimana cara mengungkapkan perasaan tersebut. 

Jumat, 11 September 2026

Materi Ajar Jumat 11 September 2026 Kokurikuler

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Kokurikuler 

Hari/ Tanggal: Jumat / 11 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Mengenal seni kolase dengan tema budaya Lampung

Pertemuan ke: 8

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal identitas Budaya Lampung

💫TP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan panggilan dalam budaya lampung dikehidupan sehari-hari.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan panggilan dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai panggilan dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

💫Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
  • Peserta didik membuat kolase gambar siger atau motif kain tapis Lampung dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual 

💫 Materi Kokulikuler 

1. Pengertian Kolase

Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau bidang sehingga menjadi karya yang indah dan menarik.

Bahan untuk membuat kolase dapat berupa:

  • Kertas warna
  • Kertas origami
  • Potongan kain
  • Daun kering
  • Biji-bijian
  • Kapas
  • Sedotan atau bahan sederhana lainnya
2. Kolase Budaya Lampung

Kolase budaya Lampung adalah karya kolase yang menggunakan gambar atau motif yang berkaitan dengan budaya Lampung.

Contoh objek budaya Lampung yang dapat dibuat menjadi kolase:

  • 👑 Siger Lampung
  • 🏠 Rumah adat Lampung
  • 🧵 Kain Tapis
  • 🌺 Motif hias Lampung
  • 🎭 Pakaian adat Lampung
3. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dapat digunakan:

  • Pola gambar siger atau motif budaya Lampung
  • Kertas warna/origami
  • Lem
  • Gunting
  • Pensil
  • Krayon atau pensil warna
  • Potongan kain atau bahan alam jika tersedia
4. Langkah-Langkah Membuat Kolase

Langkah 1: Pilih gambar budaya Lampung yang ingin dibuat, misalnya siger.

Langkah 2: Siapkan berbagai bahan dengan warna dan tekstur yang berbeda.

Langkah 3: Gunting atau sobek bahan menjadi potongan-potongan kecil.

Langkah 4: Oleskan lem pada bagian gambar secara perlahan.

Langkah 5: Tempelkan potongan bahan hingga seluruh bagian gambar terisi.

Langkah 6: Rapikan tempelan agar kolase terlihat indah.

Langkah 7: Tunjukkan hasil karya dan ceritakan secara sederhana tentang kolase yang dibuat.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat kolase, kita harus:

  • Menggunakan alat dengan hati-hati.
  • Menggunakan lem secukupnya.
  • Menempel bahan dengan rapi.
  • Memadukan warna dengan menarik.
  • Menjaga kebersihan tempat belajar.
  • Berani berkreasi dengan bahan yang tersedia.

💫Evaluasi

Membuat Kolase Siger Lampung 



💫Kesimpulan
Kolase merupakan karya seni dengan teknik menempel. Kita dapat membuat kolase dengan tema budaya Lampung, seperti siger, kain tapis, dan rumah adat Lampung. Dengan membuat kolase, kita dapat berkreasi sekaligus mengenal dan menghargai budaya daerah Lampung

Refleksi 
Pembelajaran hari ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik. Penggunaan media visual dan kegiatan praktik membuat peserta didik lebih mudah memahami konsep kolase sekaligus mengenal budaya Lampung. Sebagian besar Peserta didik telah menunjukkan perkembangan yang baik dalam mengenal teknik kolase dan budaya Lampung. 



Kamis, 10 September 2026

Materi Ajar Rabu, 10 September 2026 Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Kamis / 10 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.
Pertemuan ke: 4

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
💫TP:
Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

💫ATP:
Peserta didik dapat menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.

 

💫Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran



1. Apa itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.

Contoh:

  • Ani mempunyai 5 apel.
  • Ibu memberikan 3 apel lagi.
  • Jadi, jumlah apel Ani adalah:

5 + 3 = 8

Jadi, 5 dan 3 dikomposisikan menjadi 8.

2. Apa itu Dekomposisi Bilangan?
Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.

Contoh:

  • Budi mempunyai 10 kelereng.
  • Sebanyak 6 kelereng diberikan kepada adiknya.
  • Sisa kelereng Budi adalah:

10 − 6 = 4

Jadi, bilangan 10 dapat diuraikan menjadi 6 dan 4.

10 = 6 + 4

3. Komposisi dalam Kehidupan Sehari-hari 🍎
Komposisi biasanya digunakan ketika dua kelompok benda digabungkan.

Contoh:

Siti mempunyai 7 pensil. Ayah membelikan 5 pensil lagi.

Berapa jumlah pensil Siti sekarang?

👉 7 + 5 = 12

Jadi, jumlah pensil Siti adalah 12 pensil. 

4. Dekomposisi dalam Kehidupan Sehari-hari 🍪
Dekomposisi dapat digunakan ketika suatu jumlah dibagi atau diambil sebagian.

Contoh:

Ada 15 kue di atas meja. Sebanyak 8 kue dimakan.

Berapa kue yang tersisa?

👉 15 − 8 = 7

Jadi, tersisa 7 kue.

Bilangan 15 dapat diuraikan menjadi:

15 = 8 + 7 

5. Contoh Pasangan Bilangan sampai 20
Satu bilangan dapat mempunyai banyak pasangan.

Contoh bilangan 10:

  • 1 + 9 = 10
  • 2 + 8 = 10

Contoh bilangan 20:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20
🌟 Kesimpulan
Komposisi berarti menggabungkan bilangan, sedangkan dekomposisi berarti memecah atau menguraikan bilangan. Dalam kehidupan sehari-hari, komposisi dan dekomposisi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tentang buah, mainan, pensil, kue, buku, dan benda lainnya. Dengan memahami pasangan bilangan sampai 20, siswa dapat lebih mudah menyelesaikan soal cerita sederhana.


POST TEST
LKPD Pertemuan 4: Soal Cerita Komposisi dan Dekomposisi Bilangan

Nama: ......................................................           Tanggal: ......................................................

      Dodo mempunyai 13 kelereng. Ia ingin membaginya ke dalam dua kantong. Tuliskan dua kemungkinan cara pembagiannya!

Jawab: ......................................................................................................................

      Bu Rina membeli 15 apel untuk dibagikan ke dua keranjang. Tuliskan tiga kemungkinan cara pembagiannya!

Jawab: ......................................................................................................................

      Andi mempunyai 8 kelereng merah dan 9 kelereng biru. Berapa jumlah seluruh kelereng Andi?

Jawab: ......................................................................................................................

Thursday, September 10 2026 - Math


 🌹 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Kamis / 10 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.
Pertemuan ke: 4

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
💫TP:
Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

💫ATP:
Peserta didik dapat menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.

 

💫Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran



1. Apa itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.

Contoh:

  • Ani mempunyai 5 apel.
  • Ibu memberikan 3 apel lagi.
  • Jadi, jumlah apel Ani adalah:

5 + 3 = 8

Jadi, 5 dan 3 dikomposisikan menjadi 8.

2. Apa itu Dekomposisi Bilangan?
Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.

Contoh:

  • Budi mempunyai 10 kelereng.
  • Sebanyak 6 kelereng diberikan kepada adiknya.
  • Sisa kelereng Budi adalah:

10 − 6 = 4

Jadi, bilangan 10 dapat diuraikan menjadi 6 dan 4.

10 = 6 + 4

3. Komposisi dalam Kehidupan Sehari-hari 🍎
Komposisi biasanya digunakan ketika dua kelompok benda digabungkan.

Contoh:

Siti mempunyai 7 pensil. Ayah membelikan 5 pensil lagi.

Berapa jumlah pensil Siti sekarang?

👉 7 + 5 = 12

Jadi, jumlah pensil Siti adalah 12 pensil. 

4. Dekomposisi dalam Kehidupan Sehari-hari 🍪
Dekomposisi dapat digunakan ketika suatu jumlah dibagi atau diambil sebagian.

Contoh:

Ada 15 kue di atas meja. Sebanyak 8 kue dimakan.

Berapa kue yang tersisa?

👉 15 − 8 = 7

Jadi, tersisa 7 kue.

Bilangan 15 dapat diuraikan menjadi:

15 = 8 + 7 

5. Contoh Pasangan Bilangan sampai 20
Satu bilangan dapat mempunyai banyak pasangan.

Contoh bilangan 10:

  • 1 + 9 = 10
  • 2 + 8 = 10

Contoh bilangan 20:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20
🌟 Kesimpulan
Komposisi berarti menggabungkan bilangan, sedangkan dekomposisi berarti memecah atau menguraikan bilangan. Dalam kehidupan sehari-hari, komposisi dan dekomposisi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tentang buah, mainan, pensil, kue, buku, dan benda lainnya. Dengan memahami pasangan bilangan sampai 20, siswa dapat lebih mudah menyelesaikan soal cerita sederhana.


POST TEST
LKPD Pertemuan 4: Soal Cerita Komposisi dan Dekomposisi Bilangan

Nama: ......................................................           Tanggal: ......................................................

      Dodo mempunyai 13 kelereng. Ia ingin membaginya ke dalam dua kantong. Tuliskan dua kemungkinan cara pembagiannya!

Jawab: ......................................................................................................................

      Bu Rina membeli 15 apel untuk dibagikan ke dua keranjang. Tuliskan tiga kemungkinan cara pembagiannya!

Jawab: ......................................................................................................................

      Andi mempunyai 8 kelereng merah dan 9 kelereng biru. Berapa jumlah seluruh kelereng Andi?

Jawab: ......................................................................................................................

Kunci Jawaban

1. 7+6 dan 5+8

2. 10+5, 13+2, dan 7+8

3. 17

Refleksi

Sebagian peserta didik sudah memahami materi komposisi dan  dekomposisi Dengan menggunakan benda konkret, peserta didik dapat lebih mudah menemukan pasangan bilangan dan memahami konsep bilangan secara nyata. Tetapi sebagian masih memerlukan pembimbingan lebih lanjut