Rabu, 23 September 2026

Materi Ajar Tabu 23 September 2026 Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Rabu / 23 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Pertemuan ke: 1

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
πŸ’«TP:
Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«ATP:
Peserta didik dapat Mengenal konsep dasar penjumlahan (menggabungkan dua kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret. 

πŸ’«Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran




🍎 A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua atau lebih kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda:

+ dibaca “ditambah”

= dibaca “sama dengan”

Contoh:

🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

2 + 3 = 5

Artinya:

  • Ada 2 apel.
  • Ditambah 3 apel.
  • Jika digabungkan menjadi 5 apel.

Jadi: 2 + 3 = 5

🧸 B. Penjumlahan dengan Benda Konkret

Benda konkret adalah benda yang dapat kita lihat dan pegang secara langsung.

Contohnya:

  • pensil ✏️
  • kelereng
  • balok
  • stik es krim
  • batu kecil
  • tutup botol
  • mainan
  • buah

Kita dapat menggunakan benda-benda tersebut untuk belajar penjumlahan.

Contoh 1

Ambil 3 pensil.

✏️ ✏️ ✏️

Kemudian tambahkan 2 pensil.

✏️ ✏️

Gabungkan semuanya:

✏️ ✏️ ✏️ + ✏️ ✏️
= ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Jadi:

3 + 2 = 5

πŸ“ C. Contoh Penjumlahan sampai 20

Contoh 1

Ada 4 buah stroberi.

πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“

Kemudian ada 3 buah stroberi lagi.

πŸ“ πŸ“ πŸ“

Jika digabungkan:

πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“ πŸ“

Jadi:

4 + 3 = 7


Contoh 2

Ada 6 balok.

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Ditambah 4 balok.

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Jika digabungkan menjadi:

πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯ πŸŸ₯

Jadi:

6 + 4 = 10


Contoh 3

Ada 8 pensil.

✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Ditambah 5 pensil.

✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️

Jika digabungkan:

8 + 5 = 13

Jadi, jumlah pensil seluruhnya adalah 13 pensil.


Contoh 4

Ada 10 kelereng.

⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪

Ditambah 7 kelereng.

⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪ ⚪

Jika digabungkan:

10 + 7 = 17

🌟 Kesimpulan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda + dan =.

Contoh:

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

3 + 2 = 5

Kita dapat belajar penjumlahan dengan menggunakan benda konkret seperti pensil, balok, kelereng, buah, atau mainan. Dengan menggabungkan dan menghitung benda, kita dapat memahami penjumlahan dengan lebih mudah.

πŸ“ Post Test

Pilihlah jawaban yang benar!

1. 🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = ....

A. 4
B. 5
C. 6

2. πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“ + πŸ“πŸ“ = ....

A. 5
B. 6
C. 7

3. 5 + 3 = ....

A. 7
B. 8
C. 9

4. 7 + 4 = ....

A. 10
B. 11
C. 12

5. 9 + 6 = ....

A. 14
B. 15
C. 16


Materi Ajar Rabu, 23 September 2026 Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Rabu / 23 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan

Pertemuan ke: 11

πŸ’«CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

πŸ’«TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar menemukan pendapat sederhana dalam percakapan dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan menemukan pendapat sederhana dalam percakapan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

πŸ’«ATP

Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran dan Soal post test






πŸ’«Materi Bahasa Indonesia
🌷 A. Apa Itu Pendapat?
Pendapat adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sesuatu.
Setiap orang boleh memiliki pendapat yang berbeda. Kita harus menghargai pendapat orang lain.

Contoh:

  • “Menurutku, bermain di taman itu menyenangkan.”
  • “Aku suka warna merah karena terlihat cerah.”
  • “Menurut saya, membaca buku itu seru.”

Kalimat seperti “menurutku”, “menurut saya”, “aku suka”, atau “menurut pendapatku” dapat menunjukkan pendapat.

πŸ’¬ B. Apa Itu Percakapan?
Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih.

Contoh percakapan:

Rani: “Menurutku, bunga mawar itu indah.”
Siti: “Kalau aku, aku lebih suka bunga melati.”

Pada percakapan tersebut:

  • Pendapat Rani: Bunga mawar itu indah.
  • Pendapat Siti: Siti lebih suka bunga melati.
πŸ”Ž C. Cara Menemukan Pendapat dalam Percakapan
Untuk menemukan pendapat, kita dapat melakukan beberapa langkah:

1. Dengarkan percakapan dengan baik.
πŸ‘‚ Dengarkan apa yang dikatakan setiap orang.

2. Cari kalimat yang menunjukkan pikiran atau kesukaan.
Contohnya:

  • “Menurutku…”
  • “Aku suka…”
  • “Menurut saya…”
  • “Menurut pendapatku…”

3. Perhatikan isi kalimatnya.
Tanyakan kepada diri sendiri:

πŸ‘‰ “Apa yang dipikirkan atau disukai orang tersebut?”

4. Sebutkan pendapatnya.

🌈 D. Contoh Percakapan

Dina: “Menurutku, belajar sambil bermain itu menyenangkan.”

Beni: “Aku juga suka belajar sambil bermain.”

Dina: “Kalau begitu, kita belajar bersama, ya!”

Pertanyaan:

  1. Siapa yang mengatakan pendapat?
    Jawaban: Dina.
  2. Apa pendapat Dina?
    Jawaban: Belajar sambil bermain itu menyenangkan.
  3. Apakah Beni memiliki pendapat yang sama?
    Jawaban: Ya.
🏑 E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Percakapan 1

Ibu: “Menurutmu, bagaimana halaman rumah kita?”

Alya: “Menurutku, halaman kita indah karena banyak bunga.”

πŸ‘‰ Pendapat Alya: Halaman rumah indah karena banyak bunga.

Percakapan 2

Andi: “Aku suka bermain sepak bola.”

Raka: “Kalau aku lebih suka bermain bola basket.”

πŸ‘‰ Pendapat Andi: Ia suka bermain sepak bola.
πŸ‘‰ Pendapat Raka: Ia lebih suka bermain bola basket.

πŸ’‘ F. Pendapat Bisa Berbeda

Tidak semua orang memiliki pendapat yang sama.

Contoh:

Lina: “Menurutku, warna biru sangat bagus.”

Maya: “Menurutku, warna merah lebih bagus.”

Keduanya memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.

Kita harus:

  • πŸ‘‚ mendengarkan pendapat orang lain,
  • 😊 menghargai pendapat teman,
  • πŸ—£️ menyampaikan pendapat dengan sopan,
  • ❤️ tidak mengejek pendapat orang lain.
✏️ Post Test

1. “Menurutku, kucing itu lucu.”
Kalimat tersebut merupakan ....
A. pertanyaan
B. pendapat
C. perintah

2. “Aku suka membaca buku cerita.”
Kalimat tersebut menunjukkan ....
A. pendapat
B. larangan
C. perintah

3. “Menurut saya, taman sekolah sangat indah.”
Pendapat dalam kalimat tersebut adalah ....
A. sekolah sangat besar
B. taman sekolah sangat indah
C. sekolah memiliki taman

4. Saat teman menyampaikan pendapat, sebaiknya kita ....
A. mengejek
B. berteriak
C. mendengarkan

5. Pendapat setiap orang dapat ....
A. selalu sama
B. berbeda
C. tidak boleh berbeda

🌺Kesimpulan
Pendapat adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sesuatu. Pendapat dapat ditemukan dalam percakapan dengan cara mendengarkan dan memperhatikan kalimat yang disampaikan. Kata seperti “menurutku”, “menurut saya”, dan “aku suka” sering digunakan untuk menyampaikan pendapat. Setiap orang boleh memiliki pendapat yang berbeda. Kita harus mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain serta menyampaikan pendapat dengan sopan.

Selasa, 22 September 2026

Materi Ajar Selasa 2 September 2026 Pendidikan Pancasila

 πŸŒΉ IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Selasa / 22 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1
Materi: Mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 2

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

🌹CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

🌹TP:
Mengenal aturan di lingkungan keluarga.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat Mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga yang kerap ditemui dikehidupan sehari-harinya.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat menerapkan dan mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

🌹ATP
Peserta didik mampu mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test





🌹Materi Pendidikan Pancasila

A. Apa Itu Aturan di Keluarga?
Aturan di keluarga adalah aturan yang dibuat dan disepakati untuk dilakukan oleh anggota keluarga di rumah.
Aturan dibuat agar keluarga dapat hidup tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Contohnya:

🏠 Di rumah

  1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah.
  2. Meletakkan sepatu pada tempatnya.
  3. Merapikan mainan setelah bermain.
  4. Membantu membersihkan rumah.
  5. Meminta izin sebelum pergi bermain.
  6. Tidur tepat waktu.
B. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Kita harus mematuhi aturan karena aturan membuat kehidupan keluarga menjadi lebih baik.

Dengan mematuhi aturan:

✅ Rumah menjadi lebih rapi.
✅ Keluarga menjadi lebih tertib.
✅ Kita belajar disiplin.
✅ Kita belajar bertanggung jawab.
✅ Keluarga menjadi lebih nyaman dan rukun.

C. Contoh Aturan dan Sikap Mematuhinya
AturanSikap Kita
Merapikan tempat tidurMerapikan tempat tidur setelah bangun
Menyimpan mainanMengembalikan mainan ke tempatnya
Meminta izinMeminta izin kepada orang tua
Membantu orang tuaMembantu sesuai kemampuan
Tidur tepat waktuBersiap tidur sesuai waktu
Berbicara sopanMenggunakan kata-kata yang baik

D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Pagi hari
Ibu meminta Rani merapikan tempat tidur setelah bangun.
Rani segera merapikan tempat tidurnya.
➡️ Rani mematuhi aturan keluarga.

Saat bermain
Budi selesai bermain dengan mobil-mobilannya. Ia kemudian memasukkan semua mainan ke dalam kotak.
➡️ Budi bertanggung jawab dan mematuhi aturan.

Saat ingin bermain di luar
Siti ingin bermain bersama teman. Sebelum pergi, Siti meminta izin kepada ibu.
➡️ Siti mematuhi aturan keluarga.

E. Jika Tidak Mematuhi Aturan
Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi hal-hal yang tidak baik.

Contoh:

  • Mainan tidak dirapikan → rumah menjadi berantakan.
  • Tidak tidur tepat waktu → bangun kesiangan.
  • Tidak meminta izin → orang tua menjadi khawatir.
  • Tidak membantu keluarga → pekerjaan rumah menjadi lebih berat.

Karena itu, kita harus membiasakan diri mematuhi aturan

🌹Kesimpulan
Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh anggota keluarga di rumah. Aturan dibuat agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Contohnya adalah merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, membantu orang tua, berbicara sopan, meminta izin sebelum pergi, dan tidur tepat waktu. Aku akan mematuhi aturan di rumah agar keluargaku hidup rukun dan nyaman.

🌹Post Test

sebutkan 3 contoh aturan di dalam keluargamu!

kunci jawaban
1. membantu orangtua
2. membereskan mainan
3. tidur tepat waktu

Refleksi
Pada pertemuan hari ini ananda sudah mampu menyebutkan aturan yang ada dilingkungan keluarga, beberapa ananda juga bahkan bercerita bahwasannya mereka sudah menerapkan aturan-aturan tersebut dirumah. kebanyakan dari ananda sudah melaksanakan peraturan seperti tidur tepat waktu, membereskan mainan, dan membantu orangtua seperti menyapu.

Materi Ajar Selasa 22 September 2026 Bahasa Indonesia

 πŸ’«IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Selasa / 22 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan

Pertemuan ke: 10

πŸ’«CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

πŸ’«TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar menemukan pendapat sederhana dalam percakapan dan bercerita mengenai pengalamannya kepada orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan sehari-hari.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan menemukan pendapat sederhana dalam percakapan secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

πŸ’«ATP

Peserta didik dapat menemukan pendapat sederhana dalam percakapan

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test





πŸ’«Materi Bahasa Indonesia
A. Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan

😊 1. Senang
Kita merasa senang ketika mengalami hal yang menyenangkan.
Contoh:
Aku mendapat hadiah dari ibu.
➡️ Aku merasa senang.

😒 2. Sedih
Kita merasa sedih ketika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh:
Mainanku rusak.
➡️ Aku merasa sedih.

😑 3. Marah
Kita dapat merasa marah ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Contoh:
Temanku mengambil mainanku tanpa izin.
➡️ Aku merasa marah.

😨 4. Takut
Kita merasa takut ketika menghadapi sesuatu yang membuat kita khawatir.
Contoh:
Aku mendengar suara petir yang keras.
➡️ Aku merasa takut.

😌 5. Tenang
Kita merasa tenang ketika hati kita nyaman dan tidak khawatir.
Contoh:
Aku duduk membaca buku bersama ibu.
➡️ Aku merasa tenang.

B. Mengapa Kita Harus Mengenal Perasaan?
Mengenal perasaan membantu kita mengetahui apa yang sedang kita rasakan.
Jika kita tahu perasaan kita, kita dapat menyampaikannya kepada orang lain dengan baik.

Contoh:

❌ Jangan memukul teman ketika marah.

✅ Katakan:

“Aku marah karena mainanku diambil.”

C. Cara Mengungkapkan Perasaan
Kita dapat mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik.

Contoh:

😊 Senang:

“Aku senang bermain bersama teman.”

😒 Sedih:

“Aku sedih karena tidak bisa bermain.”

😑 Marah:

“Aku marah karena kamu mengambil pensilku.”

😨 Takut:

“Aku takut mendengar suara petir.”

πŸ₯° Sayang:

“Aku sayang kepada ibu.”

😌 Tenang:

“Aku merasa tenang saat membaca buku.”


D. Percakapan 1 – Perasaan Senang

Alya: “Mengapa kamu tersenyum?”
Bima: “Aku senang.”
Alya: “Mengapa kamu senang?”
Bima: “Aku senang karena mendapat hadiah dari Ayah.”

Percakapan 2 – Perasaan Sedih

Siti: “Mengapa kamu terlihat sedih?”
Rani: “Aku sedih karena bonekaku rusak.”
Siti: “Jangan sedih. Kita bisa memperbaikinya bersama.”

Percakapan 3 – Perasaan Marah

Doni: “Mengapa kamu marah?”
Rafa: “Aku marah karena pensilku diambil.”
Doni: “Sebaiknya kita berbicara dengan baik.”

Rafa: “Baik. Aku akan berbicara dengan tenang.”

🌺Kesimpulan
Perasaan adalah apa yang kita rasakan di dalam hati. Ada berbagai macam perasaan, seperti senang, sedih, marah, takut, kaget, dan tenang.Kita dapat mengungkapkan perasaan melalui percakapan. Saat berbicara, kita harus menggunakan kata-kata yang sopan dan baik serta menghargai perasaan orang lain.

LKPD


Refleksi
Setelah beberapa pertemuan mempelajari mengenai perasaan, pada pembelajaran hari ini ananda sudah mampu menemukan pendapat sederhana dalam suatu percakapan, pendapat yang dimaksud disini adalah ananda mampu menemukan pendapat mengenai perasaan yang ada dalam percakapan, namun ada 1 ananda yang masih perlu dibimbing lebih lanjut.