Identitas
Nama Guru: Eva Marissa Savitri & Devika Aulia
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026
Fase/Kelas: A / 1B
Judul Materi :
Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan) di lingkungan keluarga.
Pertemuan Ke - : 4
Capaian Pembelajaran :
Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
Tujuan Pembelajaran : Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
Mindfull (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Persatuan Indonesia) di lingkungan keluarga.
Meaningfull (Bermakna) :
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan) di lingkungan keluarga.
Joyfull (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai keterkaitan Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyaaran perwakilan) di lingkungan keluarga melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).
Alur Tujuan Pembelajaran :
Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk dapat Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Persatuan Indonesia) di lingkungan keluarga. Peserta didik mulai dilatih untuk melihat keterkaitan dalam Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyaaran perwakilan) di lingkungan keluarga dengan aktivitasnya sehari-hari. Tahap akhir menguji pemahaman peserta didik melalui studi kasus nyata atau refleksi terhadap Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyaaran perwakilan) di lingkungan keluarga.
Materi
Assalamualaikum wr. wb.
Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nak💖
Sebelum kita memahami anggota tubuh dan pancaindra, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT:
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk menciptakan langit dan bumi hingga akhirnya menjadi tempat kita tinggal.
- Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kemampuan berpikir dan bernalar seperti menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila keempat (Kerakyatan yang dimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyaaran perwakilan) di lingkungan keluarga.
🐂 Sila Keempat Pancasila
“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”
Sila keempat mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan menghargai pendapat orang lain.
Video Pembelajaran
https://www.youtube.com/watch?v=wMptaMYUp-M&pp=ygU9dmlkZW8gcGVtYmVsYWphcmFuIHBrbiBzZCBrZWxhcyAxIG1lbmdlbmFpIG5pbGFpIHNpbGEga2VlbXBhdA%3D%3D
🏠 Sila Keempat di Lingkungan Keluarga
Di rumah, kita dapat menerapkan sila keempat dengan cara berbicara dan berdiskusi bersama keluarga.
💬 1. Mau Mendengarkan Pendapat
Jika ayah, ibu, kakak, atau adik sedang berbicara, kita mendengarkannya.
Contoh:
Ibu bertanya, “Besok kita mau pergi ke mana?”
Kita boleh menyampaikan pendapat dengan sopan.
🤝 2. Bermusyawarah
Musyawarah adalah berdiskusi bersama untuk mendapatkan keputusan.
Contoh:
Keluarga berdiskusi menentukan tempat untuk berlibur.
Semua anggota keluarga boleh memberikan pendapat.
❤️ 3. Tidak Memaksakan Kehendak
Kita tidak boleh memaksa orang lain mengikuti keinginan kita.
Contoh:
Adik ingin bermain di taman, tetapi kakak ingin bermain di rumah.
Mereka dapat berdiskusi dan mencari keputusan yang disukai bersama.
👂 4. Menghargai Pendapat Orang Lain
Walaupun pendapat kita berbeda, kita tetap menghargainya.
Contoh:
Ayah mempunyai pendapat yang berbeda dengan kita.
Kita tetap mendengarkan dan berbicara dengan sopan.
👍 5. Menerima Keputusan Bersama
Setelah berdiskusi, kita harus menerima keputusan yang sudah disepakati bersama.
Contoh:
Keluarga sepakat membersihkan rumah pada hari Minggu.
Kita ikut melaksanakan keputusan tersebut.
🌟 Kesimpulan
Sila keempat Pancasila mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan menghargai pendapat orang lain.
Di dalam keluarga, kita dapat menerapkan sila keempat dengan mendengarkan pendapat, berdiskusi bersama, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.Sila ketiga Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia” dan dilambangkan dengan pohon beringin. 🌳 Nilai persatuan dapat kita lakukan di rumah dengan cara hidup rukun, saling menyayangi, membantu, berbagi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Dengan menerapkan nilai sila ketiga, keluarga menjadi rukun, damai, dan bahagia. ❤️
Tidak ada komentar:
Posting Komentar