Selasa, 08 September 2026

Materi Ajar Selasa 08 September 2026 Bahasa Indonesia

 ๐Ÿ’ซIDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Selasa / 08 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Memecahkan Masalah Berdasarkan Cerita Pengalaman

Pertemuan ke: 5

๐Ÿ’ซCP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

๐Ÿ’ซTP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

๐Ÿ’ซATP

Peserta didik menghubungkan masalah dengan penyebabnya berdasarkan informasi dalam cerita.

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

๐Ÿ’ซApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test

๐Ÿ’ซMateri Bahasa Indonesia

1. Pengertian Cerita Pengalaman

Cerita pengalaman adalah cerita tentang kejadian yang pernah kita alami.
Contohnya:

  • Pergi ke sekolah.
  • Bermain bersama teman.
  • Membantu orang tua.
  • Jatuh saat bermain.
  • Kehilangan barang.

2. Mengenal Masalah dalam Cerita

Dalam sebuah cerita pengalaman, terkadang terdapat masalah yang dialami tokoh.

Contoh:
Budi lupa membawa pensil ke sekolah.
➡️ Masalahnya adalah Budi tidak membawa pensil.

3. Menentukan Penyebab Masalah

Kita perlu mencari tahu mengapa masalah itu terjadi.

Contoh:
Budi lupa membawa pensil karena tidak memeriksa isi tas sebelum berangkat sekolah.

4. Mencari Solusi

Solusi adalah cara untuk menyelesaikan masalah.

Contoh:

  • Masalah: Budi lupa membawa pensil.
  • Penyebab: Budi tidak memeriksa tas.
  • Solusi: Budi dapat meminjam pensil kepada teman dan mulai membiasakan diri memeriksa perlengkapan sekolah sebelum berangkat.

5. Langkah-Langkah Memecahkan Masalah

Saat mendengarkan atau membaca cerita pengalaman, kita dapat melakukan langkah berikut:

Dengarkan/Baca cerita → Temukan masalah → Cari penyebab → Pikirkan solusi → Pilih solusi yang baik.

6. Contoh Sederhana

Cerita:
Siti sedang bermain bersama teman. Ia tidak sengaja menjatuhkan mainan milik temannya hingga rusak.

Masalah:
Mainan teman Siti rusak.

Penyebab:
Siti tidak sengaja menjatuhkan mainan.

Solusi:
Siti meminta maaf dan membantu memperbaiki atau mengganti mainan tersebut.

๐Ÿ’ซ Evaluasi/ post test




๐Ÿ’ซKesimpulan 
Memecahkan masalah berdasarkan cerita pengalaman berarti menemukan masalah dalam cerita, mengetahui penyebabnya, dan mencari cara yang baik untuk menyelesaikannya. Kita harus berani mengakui kesalahan, meminta maaf, membantu orang lain, dan memilih solusi yang baik

Materi Ajar Selasa 08 September 2026 Pendidikan Pancasila


๐ŸŒน IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Selasa / 08 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menyimpulkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”
Pertemuan ke: 6

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

๐ŸŒนCP:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

๐ŸŒนTP:
Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat menyimpulkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku” dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

๐ŸŒนATP
Peserta didik mampu menyimpulkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test



๐ŸŒนMateri Pendidikan Pancasila

Mengenal Pancasila
Pancasila adalah dasar negara Indonesia.

Pancasila memiliki lima sila.
Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
Contoh di keluarga:

1. Berdoa sebelum makan.
2. Rajin beribadah.
3 .Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
4. Bersyukur kepada Tuhan.

Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh di keluarga:

1. Menyayangi ayah, ibu, kakak, dan adik.
2. Menolong anggota keluarga.
3. Berbicara dengan sopan.
4. Tidak menyakiti anggota keluarga.

Sila 3: Persatuan Indonesia
Contoh di keluarga:

1/ Bermain bersama dengan rukun.
2. Menjaga kerukunan keluarga.
3. Saling membantu.
4. Tidak bertengkar dengan saudara.

Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Contoh di keluarga:

1. Berdiskusi ketika menentukan kegiatan keluarga.
2. Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
3. Menghargai pendapat orang lain.
4. Mengambil keputusan bersama.

Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh di keluarga:

1. Berbagi makanan dengan adil.
2. Bergantian menggunakan mainan.
3. Membagi tugas rumah sesuai kemampuan.
4. Tidak pilih kasih.

๐ŸŒนKesimpulan
Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga. Kita dapat menerapkan Pancasila dengan berdoa, menyayangi keluarga, hidup rukun, bermusyawarah, saling membantu, dan berbagi dengan adil.

Post Test
1. Sebelum makan kita sebaiknya ....
2. Menolong ibu merupakan contoh sikap ....
3. Bermain bersama saudara dengan rukun sesuai dengan sila ke ....
4. Jika ada perbedaan pendapat dalam keluarga, sebaiknya kita ....
5. Berbagi makanan dengan saudara merupakan contoh sikap

Senin, 07 September 2026

Materi Ajar Senin 07 September 2026

 ๐ŸŒน IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Senin / 07 September 2026
Fase/Kelas: A/ 1A
Materi: Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 5

๐ŸŒนApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B ๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

๐ŸŒนCP:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

๐ŸŒนTP:
Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.


Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat menyebutkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

๐ŸŒนATP

Peserta didik mampu menyebutkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.


Model/Metode pembelajaran: Problem Based Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video
Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.
๐ŸŒนATP

Peserta didik mampu menyebutkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.


Model/Metode pembelajaran: Problem Based Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test



๐ŸŒนMateri Pendidikan Pancasila
๐Ÿ“– A. Mengenal Sila Kelima Pancasila
Pancasila memiliki lima sila.
Sila kelima berbunyi:
“Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
Lambang sila kelima adalah ๐ŸŒพ padi dan kapas.
๐ŸŒพ Padi melambangkan makanan dan kebutuhan hidup.
๐ŸŒฟ Kapas melambangkan pakaian dan kebutuhan hidup.
Sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil kepada semua orang.

๐Ÿ  B. Apa Arti Keadilan?
Adil artinya memperlakukan orang dengan baik dan tidak pilih kasih.
Contohnya:

Berbagi makanan dengan saudara.
Mendapatkan giliran bermain.
Membantu anggota keluarga.
Tidak mengambil barang milik orang lain.
Melaksanakan tugas di rumah dengan baik.
Adil bukan berarti semua orang harus mendapatkan sesuatu yang sama persis. Adil berarti mendapatkan hak dan perlakuan yang sesuai.

๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง‍๐Ÿ‘ฆ C. Contoh Sila Kelima di Lingkungan Keluarga
Kita dapat menerapkan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari.
1. Berbagi dengan Saudara ๐ŸŽ
Jika ibu memberikan buah kepada kita dan saudara, kita berbagi dengan adil.
2. Bergiliran Bermain ๐Ÿงธ
Jika hanya ada satu mainan, kita dapat bermain secara bergantian.
3. Membagi Tugas Rumah ๐Ÿงน
Membersihkan rumah dapat dilakukan bersama-sama sesuai kemampuan.
Contohnya:
Kakak merapikan meja.
Adik merapikan mainan.
Ayah membantu membersihkan rumah.
Ibu menyiapkan makanan.
4. Tidak Pilih Kasih ❤️
Kita menyayangi semua anggota keluarga dan tidak membeda-bedakan saudara.
5. Menghargai Hak Anggota Keluarga ๐ŸŒท
Kita tidak boleh mengambil barang milik saudara tanpa izin.
6. Membantu Anggota Keluarga ๐Ÿค
Jika ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan, kita membantu dengan ikhlas.

๐ŸŒนKesimpulan
Sila kelima Pancasila berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dan memiliki lambang padi dan kapas. Sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil, berbagi, bergiliran, membantu keluarga, menghargai hak orang lain, dan tidak pilih kasih. Kita dapat menerapkan nilai sila kelima mulai dari lingkungan keluarga.

Post Test
1. Sila kelima Pancasila berbunyi ....
A. Ketuhanan Yang Maha Esa
B. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
C. Persatuan Indonesia

2. Lambang sila kelima adalah ....
A. ⭐ Bintang
B. ๐ŸŒณ Pohon beringin
C. ๐ŸŒพ Padi dan kapas

3. Jika hanya ada satu mainan, sebaiknya kita ....
A. Berebut
B. Bermain bergantian
C. Menyembunyikannya

4. Contoh sikap adil di rumah adalah ....
A. Mau berbagi dengan saudara
B. Merebut makanan saudara
C. Tidak mau membantu

5. Jika ibu meminta kita membantu membersihkan rumah, sebaiknya kita ....
A. Membantu dengan senang hati
B. Marah
C. Pergi bermain

Refleksi
Pada pembelajaran hari ini,walaupun dilaksanakan secara daring tetapi peserta didik tetap antusias untuk belajar mengenal sila kelima Pancasila, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dengan lambang padi dan kapas. Seluruh Peserta didik hadir dalam pelaksanaan pembelajaran daring via VC dan juga mengerjakan tugas yang diberikan walaupun waktunya tidak serentak dalam mengumpulkan. Tetapi sebagian besar peserta didik memahami bahwa sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil, berbagi, bergiliran, membantu orang lain, menghargai hak orang lain, dan tidak pilih kasih. Melalui kegiatan pembelajaran dan post test, sebagian besar peserta didik dapat memahami makna sila kelima dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga mulai menyadari bahwa bersikap adil dapat dimulai dari hal-hal sederhana di rumah. Pembelajaran hari ini membantu peserta didik memahami bahwa nilai sila kelima dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga. Peserta didik diharapkan dapat membiasakan diri untuk berbagi, bergiliran, membantu, menghargai hak orang lain, dan bersikap adil tanpa pilih kasih dalam kehidupan sehari-hari


Jumat, 04 September 2026

Materi Ajar Jumat 04 September 2026 Kokurikuler

 ๐Ÿ’ซIDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Kokurikuler 

Hari/ Tanggal: Jumat / 04 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Mengenal seni kolase dengan tema budaya Lampung

Pertemuan ke: 7

๐Ÿ’ซApersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B๐Ÿ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

๐Ÿ’ซCP:

Mengenal identitas Budaya Lampung

๐Ÿ’ซTP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan panggilan dalam budaya lampung dikehidupan sehari-hari.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan panggilan dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai panggilan dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

๐Ÿ’ซAlur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
  • Peserta didik membuat kolase gambar siger atau motif kain tapis Lampung dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual 

๐Ÿ’ซ Materi Kokulikuler 

1. Pengertian Kolase

Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau bidang sehingga menjadi karya yang indah dan menarik.

Bahan untuk membuat kolase dapat berupa:

  • Kertas warna
  • Kertas origami
  • Potongan kain
  • Daun kering
  • Biji-bijian
  • Kapas
  • Sedotan atau bahan sederhana lainnya
2. Kolase Budaya Lampung

Kolase budaya Lampung adalah karya kolase yang menggunakan gambar atau motif yang berkaitan dengan budaya Lampung.

Contoh objek budaya Lampung yang dapat dibuat menjadi kolase:

  • ๐Ÿ‘‘ Siger Lampung
  • ๐Ÿ  Rumah adat Lampung
  • ๐Ÿงต Kain Tapis
  • ๐ŸŒบ Motif hias Lampung
  • ๐ŸŽญ Pakaian adat Lampung
3. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dapat digunakan:

  • Pola gambar siger atau motif budaya Lampung
  • Kertas warna/origami
  • Lem
  • Gunting
  • Pensil
  • Krayon atau pensil warna
  • Potongan kain atau bahan alam jika tersedia
4. Langkah-Langkah Membuat Kolase

Langkah 1: Pilih gambar budaya Lampung yang ingin dibuat, misalnya siger.

Langkah 2: Siapkan berbagai bahan dengan warna dan tekstur yang berbeda.

Langkah 3: Gunting atau sobek bahan menjadi potongan-potongan kecil.

Langkah 4: Oleskan lem pada bagian gambar secara perlahan.

Langkah 5: Tempelkan potongan bahan hingga seluruh bagian gambar terisi.

Langkah 6: Rapikan tempelan agar kolase terlihat indah.

Langkah 7: Tunjukkan hasil karya dan ceritakan secara sederhana tentang kolase yang dibuat.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat kolase, kita harus:

  • Menggunakan alat dengan hati-hati.
  • Menggunakan lem secukupnya.
  • Menempel bahan dengan rapi.
  • Memadukan warna dengan menarik.
  • Menjaga kebersihan tempat belajar.
  • Berani berkreasi dengan bahan yang tersedia.

๐Ÿ’ซEvaluasi

Membuat Kolase Siger Lampung 



๐Ÿ’ซKesimpulan
Kolase merupakan karya seni dengan teknik menempel. Kita dapat membuat kolase dengan tema budaya Lampung, seperti siger, kain tapis, dan rumah adat Lampung. Dengan membuat kolase, kita dapat berkreasi sekaligus mengenal dan menghargai budaya daerah Lampung

Refleksi 
Pembelajaran hari ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik. Penggunaan media visual dan kegiatan praktik membuat peserta didik lebih mudah memahami konsep kolase sekaligus mengenal budaya Lampung. Kegiatan akan terus dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai bahan dan membuat karya dengan tema budaya Lampung lainnya. Peserta didik telah menunjukkan perkembangan yang baik dalam mengenal teknik kolase dan budaya Lampung. Kegiatan praktik membantu peserta didik belajar secara mindful, meaningful, dan joyful, karena mereka dapat belajar dengan sadar, memahami makna budaya, serta mengekspresikan kreativitas melalui karya seni.

Kamis, 03 September 2026

Materi Ajar Kamis 03 September 2026 Matematika

 Identitas

Nama Guru: Eva Marissa Savitri & Devika Aulia
Mata Pelajaran: Matematika 
Hari/Tanggal: Kamis, 03 September 2026
Fase/Kelas: A / 1B

Judul Materi                        : 
Mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Pertemuan Ke -                     : 2 
Capaian Pembelajaran           : 
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,

Tujuan Pembelajaran             : Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan
Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

Alur Tujuan Pembelajaran : 
Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret. Peserta didik mulai dilatih untuk melihat keterkaitan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret dengan benda-benda yang bersinggungan dengan aktivitasnya sehari-hari. Tahap akhir menguji pemahaman peserta didik melalui studi kasus nyata atau refleksi terhadap fungsi mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.


Materi

Assalamualaikum wr. wb.

Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids๐ŸŒบ sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nak๐Ÿ’–

Sebelum kita memahami anggota tubuh dan pancaindra, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk menciptakan angka dan mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kemampuan berpikir dan bernalar seperti mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Video Pembelajaran



Komposisi Bilangan sampai 20

๐Ÿงธ Contoh 
Ada 15 boneka.
Kita dapat menyusunnya menjadi:
15 = 10 + 5
Artinya:
  • 10 boneka + 5 boneka = 15 boneka.

Bisa juga: 15 = 8 + 7 Karena: 8 + 7 = 15

BilanganCara Menyusun
52 + 3
85 + 3
106 + 4
127 + 5
1510 + 5
1810 + 8
2010 + 10

๐Ÿ“Œ Kesimpulan
Komposisi bilangan adalah cara menyusun atau menggabungkan dua bilangan menjadi satu bilangan.
Kita dapat belajar komposisi bilangan menggunakan benda konkret di sekitar kita.

Contoh: 7 + 3 = 10

Jadi, 10 dapat disusun dari 7 dan 3.
Bilangan sampai 20 dapat disusun dengan berbagai cara.

✏️ Latihan Soal Pilihan Ganda

1. ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ + ๐ŸŽ๐ŸŽ = …
A. 4
B. 5
C. 6

2. ⭐⭐⭐⭐ + ⭐⭐⭐ = …
A. 6
B. 7
C. 8

3. ๐ŸŸข๐ŸŸข๐ŸŸข๐ŸŸข๐ŸŸข + ๐ŸŸข๐ŸŸข๐ŸŸข๐ŸŸข = …
A. 8
B. 9
C. 10

4. ✏️✏️✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️✏️ = …
A. 9
B. 10
C. 11

5. Ada 10 bola ๐Ÿ”ต. Kemudian ditambah 5 bola ๐Ÿ”ต.
Jumlah bola seluruhnya adalah …
A. 14

B. 15
C. 16

Kunci Jawaban
1. b
2. b
3. b
4. b
5. b

Refleksi

Pembelajaran mengenal konsep komposisi bilangan sampai 20 melalui benda konkret berjalan dengan baik. Peserta didik terlihat antusias ketika menggunakan benda-benda di sekitar untuk menyusun dan menggabungkan bilangan. Sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami bahwa satu bilangan dapat disusun dari dua bilangan yang berbeda, misalnya 10 dapat disusun dari 7 + 3 atau 5 + 5.

Peserta didik juga mulai mampu menghubungkan konsep komposisi bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah mainan, pensil, bola, atau benda lainnya. Namun, masih terdapat beberapa peserta didik yang membutuhkan pendampingan dalam menentukan pasangan bilangan yang tepat untuk membentuk suatu bilangan